
Dalam.acara dinner itu, Rani dan komisaris baru itu makan dengan di iringi permainan biola dengan lagu-lagu romantis.
Selesai makan, ada seorang pelayan menghidangkan sebuah mangkuk berisi es batu dengan sebuah botol minuman keras yang entah mereknya apa di tengah meja mereka dengan dua buah gelas.
"A..apa ini?" kata dalam hati Rani penuh kecurigaan.
"Dia akan membuatmu mabuk nona..!" bisik Kity.
Kemudian pelayan itu membuka botol minuman itu dan menuangkannya ke dalam dua gelas tersebut.
Dua gelas yang telah berisikan minuman itu disajikan di hadapan Rani dan komisaris itu satu persatu.
"Lilian ayo di minum, kita habiskan malam ini berdua saja..ha..ha..!" seru komisaris baru itu.
"Cihh...! sudah tua bukannya takut usia, malah nambah maksiat..!" umpat Rani dalam hati.
Rani sengaja membiarkan komisaris itu minum lebih dulu, kemudian dia membantu menuangkan minuman dalam botol itu ke dalam gelas komisaris itu.
"Ayolah di minum Lilian...ini enak..ha..ha..! setelah ini kita kebulan ya...ha..ha..!" komisaris baru itu mulai merancau.
Komisaris itu mengajak bersulang, dan Rani pun menurutinya sambil tersenyum palsu.
"Untuk malam kita...ayo ke bulan..ha..ha..!" rancau komisaris baru itu lagi.
Rani mengarahkan gelasnya yang berisi minuman keras itu ke mulutnya perlahan-lahan.
Setelah melihat komisaris baru itu tak memandangnya, Rani membuang minuman itu secara cantik agar tak ketahuan.
"Pura-pura Mabuk Nona...!!" bisik si Kity
"Hah..! pura-pura Mabuk? gimana caranya? apa harus meracau...!?" pertanyaan demi pertanyaan dalam hati Rani.
"Kepala Lilian sakit nih kak..!! pulang yuk..!!" Rani pura-pura sakit kepala.
__ADS_1
"Aghh..! kau tak pernah minum ya.. baru segelas langsung melayang.. ha..ha..!" racau komisaris baru itu.
Rani berdiri dan pura-pura sempoyongan.
Komisaris baru itu berdiri dan melangkah berusaha menjangkau Rani.
"Kau tak sabar ya...! ayo kita ke bulan..!" kata komisaris baru itu sambil memeluk Rani yang pura-pura memegang kepalanya.
Komisaris baru itu kemudian memapah Rani, " Ayo kita ke bulan..!" bisik komisaris baru itu memapah Rani masuk ke hotel yang sebelumnya dia sudah check in disana.
Rani pun membalas pelukan Komisaris baru itu dengan melingkarkan tangannya ke punggung Komisaris baru itu.
"Nggak mau..aku mau pulang, kasihan papa sendirian..!" rengek Rani yang masih menyamar jadi Lilian.
"Iya..iya..itu pintu mobilnya disana..!" kata Komisaris baru itu menunjuk ke sebuah pintu lift.
Rani pun menurutinya, dia ingin tahu apa yang akan laki-laki itu lakukan.
Takut terjadi hal yang tak diinginkan, Rani menutup mulutnya pura-pura mau muntah.
"Huekk...huekkk.,!!"
"Sial lagi...! harus cepat sampai kamar nih..!!" gerutu komisaris baru itu lirih namun bisa didengarkan oleh Rani.
"Jadi, dia juga pura-pura Mabuk?" gumam Rani dalam hati, setelah melihat tingkah dan bicara komisaris baru itu saat di dalam lift tak nampak seperti orang mabuk.
Pintu lift pun terbuka, Komisaris baru itu kembali memapah Rani menuju pintu kamar hotel.
Rani yang diam namun tetap dengan jalan sempoyongan, dalam hatinya tetap berpikir langkah apa yang harus diambil.
"Sebentar lagi kita akan ke bulan, aku akan miliki kamu malam ini he..he..!" seru Komisaris baru itu sambil menutup dan mengunci pintu kamar hotel tersebut.
Gadis itu mendengarnya dengan jelas, kemudian dia pura-pura muntah karena banyak minum.
__ADS_1
"Huekk... huekk..!!"
Bergegas Rani mencari kamar mandi. Setelah ketemu,dia segera masuk dan menguncinya dan lagi-lagi pura-pura mengeluarkan isi perutnya.
"Kity...selanjutnya bagaimana ini?" tanya Rani pada kucing langit.
Kity pun keluar dari persembunyiannya dan duduk di samping wastafel dimana Rani sedang mencuci mulutnya dan melihat wajahnya dalam cermin.
"Jadikan liontinmu pedang, lalu penggal kepalanya...!beeet...!" kata Kity sambil meperagakannya.
"Hah...! itu akan menimbulkan bekas..! kita harus main cantik..!!" bisik Rani, takut suaranya terdengar dari luar kamar mandi.
"Hm.. main cantik ya..! aku tahu..!!" seru Rani.
Kity pun menatapnya dengan penasaran.
" Kity, coba kamu lihat, di kamar ini ada Cctv atau tidak?" perintah Rani.
Dan Kity pun segera meloncat turun dari wastafel dan berjalan menembus pintu kamar mandi. Dia pun melihat ke sudut-sudut langit-langit kamar hotel.
Si Kity melihat Komisaris baru itu duduk di tepi tempat tidur dengan senyum-senyum sendiri.
Kucing itu berjalan menembus pintu kamar yang tadi dilewati Rani, dia menghela nafas dan kemudian masuk kembali ke kamar mandi dimana Rani berada. Untuk memberikan laporan.
...~¥~...
"Apa yang akan di laporkan Kity pada Rani yaa..??"
Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya.
Terima kasih.
...Bersambung...
__ADS_1