
Sementara itu di Sekolah Menengah Atas Favorit di kota "J"
Seorang gadis berkepang satu dengan tas slempangnya, bersama seorang pemuda berambut cepak dengan tas ranselnya berjalan menyusuri lorong sekolah.
Mereka adalah Rani dan Arya.
Keduanya berangkat bersama, satu sekolah beda kelas. Rani kelas dua sedangkan Arya baru kelas satu.
"Arya..! belajar yang rajin ya..!!" seru Rani saat sudah sampai di depan kelasnya.
"Siap..!" dengan sikap bak perwira.
"Oiya, Rani jangan pandai-pandai ya..! biar kita bisa satu kelas..!! he..he..!!" goda Arya.
"Apa..!! enak aja..!! kelamaan dong nikahnya sama kak Saga..!!" seru Rani sambil meninju lengan Arya.
"Auww..!! iya..iya yang kepunyaan Inspektur Saga..!" seru Arya sembari berlari.
"Dasar..!!" seru Rani sambil menggelengkan kepalanya.
Rani pun kemudian masuk kedalam kelasnya.
Suasana kelas sekarang, berbanding jauh dari setahun yang lalu.
Dimana dia selalu di bully sama Dio, Bella and the geng dan murid lainnya.
Semenjak Dito meninggal dan Dio yang tidak tahu kabarnya, suasana kelas menjadi hening.
"Dito..!! semoga kamu tenang disana ya..!!" kata dalam hati Rani yang masih membayangkan Dito duduk di sampingnya.
Jam masuk pelajaran pun di mulai, Rani bertekad akan menyelesaikan sekolah dengan sungguh-sungguh dan harus nilai terbaik.
"Sebagai calon istri polisi, aku harus pintar. Jangan jadi murid yang bodoh..!! agar besok kalau sudah menikah, tidak membuat malu suami. Kalau bisa setelah menikah, aku melanjutkan kuliah..!" kata dalam hati Rani sambil mengerjakan tugas yang di berikan pak Guru.
"Kuliah..? nanti kalau punya anak gimana? apa bisa kuliah..?? aahh ...pusing,pikirin nanti aja..!!" batin Rani sambil memukul-mukul pelan kepalanya.
"Ada apa Rani..!! kalau pusing ke ruang UKS sana..!!" seru pak Guru yang berjalan menghampiri Rani.
"He..he.. tidak pak..! hanya sedikit kesusahan menjawabnya...!!" jawab Rani sekenanya.
"Sebagai calon istri polisi, harus pandai dalam segala hal..! mengerti..!!" goda pak guru.
"Eh.. bapak..! I..iya..!!" jawab Rani gugup.
"Aduh..!! ngapain sih bawa-bawa masa depan Rani...! biar berjalan apa adanya gitu lho..!!" gerutu Rani dalam hati.
"Tett...tett...teeeeeett..!!"
Bel istirahat pun berbunyi. murid-murid pun berhamburan menuju kantin sekolah.
Rani enggan keluar kelas, dia membuka bekal yang dia bawa.
"Rani...! nggak ke kantin??" tanya seseorang yang nggak lain Arya.
"Nggak Ar, aku dah bawa bekal sendiri nih..!!" jawab Rani sambil menunjukkan bekalnya.
"Oh..ya sudah..!! aku kepingin makan mie ayam, aku kekantin ya..!!" seru sekaligus pamit Arya.
"Ya. hati-hati ngantrinya..!!" jawab Rani yang tahu pasti kalau pastinya di kantin antiannya bakal panjang.
Ternyata perkiraan Rani salah. Di kantin di bagian mie ayam, antrian tidak begitu panjang.
Kurang dari lima menit, Arya sudah mendapatkan semangkok mie ayam dan es teh.
__ADS_1
Ketika sedang nikmat-nikmatnya menikmati lezatnya mie ayam di depannya, tiba-tiba ada seorang gadis yang sedang memainkan ponsel duduk di depannya dan menarik mangkok mie ayam Arya dan memberi beberapa sendok sambal yang di bawanya.
Tanpa menoleh menoleh yang empu mie ayam, gadis itu memakan mie ayam dengan sumpitnya.
"He..he..hmmm...!! ini mie ayam saya nona..!!" " Arya berdehem memberi kode.
Gadis cantik itu mendongak, dengan masih mengunyah mie ayamnya.
Gadis itu melihat ke sekelilingnya, semua siswa tertawa akan tingkahnya.
"Maaf..!!" kata gadis itu yang menutup mulutnya karena masih mengunyah.
Dia bangkit dari duduknya, kemudian menunduk.
"Sekali lagi, saya minta maaf..!!" kata gadis itu yang kemudian berlalu menuju meja dimana mie ayamnya berada.
"Untung saja kamu cantik nona..!!" gumam Arya sambil tersenyum.
"Hah...! parah..gadis tadi nambahin sambal..! padahal aku dah ngasih sambal tadi..!" umpat Arya dalam hati.
"Bang pesan es tehnya satu lagi..!!" seru Arya pada pedagang mie ayam.
Beberapa jam kemudian saatnya pulang sekolah.
Rani dan Arya bersepeda beriringan.
"Dorr..!!"
Tiba-tiba ban sepeda Arya meletus.
"Rani..! kamu duluan saja..! aku mau cari bengkel tambal ban dulu..!!" seru Arya sambil menuntun sepedanya.
Setelah menuntun sepeda cukup lama, akhirnya Arya menemukan bengkelnya.
Arya kemudian mengutarakan keluhaan pada sepedanya pada pegawai bengkel. Lalu dia duduk dan mengedarkan pandangan ke jalan raya.
"Hai...! jangan lari..!! dasar copet...!!" seru gadis itu dan terus mengejarnya.
Laki-laki berslayer itu berhenti, kemudian berbalik arah menghadap gadis itu.
"Mau tas ini..??" tanya laki-laki itu.
"Kembalikan tas itu..!!" seru gadis itu.
"Baik aku kembalikan...Ini...!!" seru laki-laki sambil melempar tas itu, bukan ke arah gadis itu melainkan ke sampingnya dan di tangkap salah satu orang yang baru saja datang ber kostum sama dengan yang laki-laki yang melempar tas tadi.
Memang dari arah jalan raya telah datang 4 orang laki-laki berpenampilan sama.
"Kurang ajar..! satu lawan satu kalau berani..!!" seru gadis itu yang kemudian melempar tasnya ke sembarang arah dan siap pasang kuda-kuda.
"Hopp...!!"
"Hiaaat....!!!"
"Bagh....!!"
"Bugh...!!"
"aughh....!!"
Satu laki-laki berslayer itu terkapar.
"Kurang ajar..!!" seru yang lainnya.
Kini dua orang melawan gadis itu.
__ADS_1
"Bagh...!!"
"Baughh...!!"
"Aghhh...!!!"
Satu orang terkapar lagi.
"Baghh...!!"
"Bughh...!!"
"Aghhh...!!"
"Aghhh...!!"
Dan satu orang terkapar lagi.
"Wah..!! hebat juga gadis itu..! jadi penasaran..!!" gumam Arya yang bangkit dari duduknya c
Tak di sangka datang lagi lima orang berkostum sama.
"Kalau ini nggak bisa didiamkan..!!" seru Arya yang kemudian berlari dan bergabung dengan gadis itu melawan laki-laki yang berslayer hitam itu.
"Hopp...!!"
"Hiaaat....!!!"
"Bagh....!!"
"Bugh...!!"
"aughh....!!"
Dalam hitungan menit sembilan orang berslayer hitam itu bisa di lumpuhkan oleh Arya dan gadis itu.
"Dasar mainnya keroyokan..!!" umpat Arya saat mengambil tas yang di copet laki-laki berslayer itu.
Setelah mengambil tas sekolah nya yang tadi di lempar ke sembarang arah, gadis itu menghampiri Arya.
"Terima ka..!! kau....!!!" seru gadis itu sambil menunjuk ke Arya.
"Ka..kau..!!" dan Arya juga demikian.
Mereka berdua saling terkejut, ini pertemuan mereka yang ke dua kalinya.
"Kau gadis yang makan mie ayamku tadi ya..?" tanya Arya sambil menyerahkan tas yang di ambilnya dari laki-laki berslayer tadi.
"I..iya..! saya Nara...!!" jawab gadis itu sekaligus mengulurkan tangannya dengan wajah masih memerah.
"Saya Arya..!!" balas Arya dan seketika jantungnya berdegup seperti ingin melompat saat melihat gadis yang di depannya tersipu malu yang rambutnya tertiup semilirnya angin yang menerpa mereka berdua.
...~¥~...
...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....
...Oya, dukung karya Author lainnya ya......
...*CINTA UNTUK YULIA...
...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...
...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....
...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Bersambung...