
Rani terus berlari masuk ke dalam rumah. Entah apa yang saat ini dia rasakan, harus sedih kah atau bahagia kah? tak dapat dia tentukan.
"Nona.. apa kakak nona sudah diberi pil langit?" tanya Kity dari dalam liontin pusaka.
"Astaga belum, kenapa denganku ini..!"ucap Rani mengumpat pada dirinya sendiri.
."Radiiiiit...!" suara jeritan Mama Lani dari dalam kamar dimana Raditya terbaring.
Raditya saat ini tubuhnya membiru efek dari jarum beracun Annet saat dalam Turnamen Beladiri tadi siang.
Walaupun sempat di beri hawa murni nenek Lasmi, namun karena selain raga tubuh Raditya yang lemah karena sehabis kena tembak, juga karena Raditya tidak punya tenaga dalam. Karena itu di setiap perkelahian dia hanya mengandalkan tenaga fisik saja.
Rani pun mempercepat langkahnya dan diikuti Inspektur saga dan yang lainnya.
"Mama..a..apa yang terjadi sama kak Raditya?" tanya Rani saat baru masuk ke kamar Raditya.
"Kakakmu membiru....!!" jawab Mama Lani yang tak bisa membendung air matanya.
"Nona.. pil langitnya tinggal dua, Minumkan semua nona...!!" seru si Kity.
Rani pun segera mengambil pil dari dalam liontin pusaka, benar kata si Kity, pil langitnya tinggal dua butir.
Segera Rani meminumkannya pada Raditya.
"Kak Radit cepat sembuh, siapa yang akan memarahi Rani nanti..!" Isak Rani saat selesai meminumkan pil langit.
"Radit cucuku..!!" seru kakek Darma saat masuk ke kamar dimana Raditya terbaring.
Nenek Lasmi,Paman Sidiq,Arya dan inspektur saga pun ikut masuk.
__ADS_1
"Kakak muda...!!" seru Inspektur Saga saat melihat tubuh kakaknya rani membiru.
"Tuan suruh semuanya keluar, racunnya sudah menyebar. Dua pil langit tak bisa menolongnya, akan ku berikan sedikit hawa langitku pada kakaknya nona..!!" seru Kity.
Inspektur saga pun mengerti, lantas diapun segera meminta semuanya keluar.
"Termasuk anda juga Nona...!!" seru si Kity.
"Tidak mauuu.. seharusnya pil tadi ada hasilnya...!" seru Rani yang terus menangis di samping Raditya.
Tanpa banyak kata, Inspektur Saga membopong Rani keluar kamar Raditya.
"Lepaskan...! aku mau sama kak Radit...!! Lepaskan...dasar Inspektur Nyebelin...!!" umpatan dan pukulan di arahkan Rani ke tunangannya.
"Diam dan duduk yang manis di sini...!!" ucap Inspektur saga yang mendudukan Rani di Sofa dekat Mama Lani.
Ketika Inspektur Saga hendak melangkahkan kakinya untuk mencari tempat duduk, tiba-tiba Rani menendang kaki Inspektur saga.
Inspektur itu pun ambruk. Dan semua mata memandang mereka.
"Raniii...!!" seru Inspektur saga geram.
"Jangaaan berisiiiiiiik.... aku tak bisa konsentrasi...!!' teriak si Kity yang sedang melakukan tugasnya.
Mendengar itu, Inspektur saga pun menarik lengan Rani.
"Lepaskaaan Inspektur...!!" seru Rani.
Mereka pun menuju kembali ke halaman rumah.
__ADS_1
"Dasar kalian anak yang lagi kasmaran.. sebentar-bentar menangis, tertawa dan marahaan....! coba besok saat kalian berjauhan, kalian akan tersiksa karena rindu dan cemburu...!!" gumam mama Lani saat melihat Inspektur saga menarik Rani keluar rumah.
Nenek Lasmi yang mendengar gumaman mama Lani pun mengangguk setuju.
"Kenapa sih kamu...!! apa tidak dengar kalau Kity mau menyembuhkan kakak muda? kamu jangan mempersulit, Nyawa kakakmu diujung tanduk...!! Kalau mau marah, ayo pukul kakak... pukul sekarang...!!" seru Inspektur Saga sambil memegang bahu dan menatap gadis pujaannya itu.
Rani tak menjawab, dia terus menangis.
"Kalau kakak salah, kakak minta maaf. Kakak terlalu mencintaimu, sebentar lagi kita nggak akan ketemu. Kak Saga akan selalu merindukanmu sayang...!" kata Inspektur Saga.
"Rani sudah maafkan kak Saga..!!" jawab Rani pelan dan terduduk bersimpuh dengan kedua telapak tangan menutupi mukanya yang menunduk.
"Lantas kenapa Sayang?" tanya Inspektur Saga penuh tanda tanya.
"Kenapa tak sedari tadi pil langit ku berikan kak Radit...? adik macam apa aku ini?" jawaban Rani yang merasa bersalah.
"Sudahlah jangan terlalu memikirkan hal itu. Yang terpenting kita berdoa untuk kesembuhan kakak muda. Semoga Kity bisa menyembuhkan kakak muda." kata Inspektur saga berusaha menenangkan tunangannya itu.
Inspektur Saga pun mengajak Rani kembali masuk ke rumah.
...~¥~...
"Jangan membuat keputusan, jika hatimu sedang kacau atau ada amarah.
Karena hasilnya jauh lebih parah, dari yang kau alami sekarang"
by; Rani- Gadis Tiga Karakter
Bantu like, komen, favorit, rate dan vote ya..
__ADS_1
Makasih.