Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 3 ; Di Belenggu Simon, Usaha menyelamatkan Rani


__ADS_3

Pagi hari di kantor kepolisian kota J .


Setelah acara apal lagi, Komisaris Saga masuk keriangannya dengan langkah gontai.


Ada perasaan tak menentu yang dia rasakan.


"Rani.. walaupun dulu aku meninggalkanmu saat tugas, namun perasaanku tidak seperti ini? aku begitu mengkhawatirkanmu sayang..! Apa kamu baik-baik saja..?" tanya dalam hati komisaris Saga sambil membolak-balik beberapa laporan bawahannya.


Tiba-tiba di atas mejanya muncul cahaya membentuk siluet seekor kucing putih.


"Kity..? aku kan nggak bawa pusaka langit, kenapa aku bisa melihatmu..?" tanya komisaris Saga yang penasaran.


Kity menyerahkan cincin pusaka langit dan mustika berwarna merah pada Komisaris Saga.


"Kau menyerahkan kembali pusaka langit ini..? pasti telah terjadi sesuatu pada Rani bukan..?" tanya komisaris Saga yang mencoba menebaknya.


Dengan segera komisaris Saga memakai cincin itu yang sebelumnya dia memasangkan mustika berwarna merah pada cincin yang sekarang dia pakai.


"Tuan saga, mohon maaf.. saya membawa kabar buruk." kata Kity yang mulai di dengar oleh komisaris Saga.


"Apakah itu..? coba katakan..!" pinta Komisaris Saga yang penasaran.


"Nona Rani di culik dewa Badai, semua yang ada di istana tidak bisa membantu...!" kat Kity yang belum selesai sudah di putus oleh komisaris Saga.


"Apa..? tidak bisa membantu..? dewa macam apa yang ada di kerajaan langit itu..!? yang menculik Rani itu kan seorang dewa..! seharusnya lah para dewalah yang harus turun tangan...! dewa macam apa mereka..! " gerutu komisaris Saga yang geram.


"Hadeuh..jangan urusi para dewa..! sekarang kita cari keberadaan nona Rani..!!" ucap Kity yang menyadarkan Komisaris kalau ada hal yang lebih penting dari pada mengurusi para dewa.


"Pasang semua mustika ini, pasti semua akan berguna nantinya..!" kata Si Kity yang di ikuti oleh Komisaris Saga.


Komisaris pun memasang semua mustika itu pada pusaka yang di bawa oleh Kity.


"Sekarang usap cincin warna merahmu dan ucapkanlah antar kami ke bukit gurun pasir tempat dewa badai saat ini..!" ucap Kity pada Komisaris Saga.


"Sebentar..! Gurun pasir..?" tanya komisaris Saga pada Kity.


"Iya..!" jawab Kity singkat.


"Kalau begitu bawa kacamata, kalau buat kucing apa ya..?" kata komisaris Saga sambil berpikir.


"Apa maksudnya..?!" tanya Kity yang penasaran.


"ah..ini saja..!" seru komisaris Saga yang telah membawa sebuah plastik bening yang di pakaikan pada Kity.


"Apa ini..! aku nggak bisa nafas tuan Saga yang tampan..!" seru kiri dengan muka masamnya.


"Sudahlah pasti berguna deh kalau sampai di sana nanti..!!" ucap Komisaris Saga yang kemudian dia memakai kacamata dan sleyer untuk menutup hidung dan mulutnya.

__ADS_1


Komisaris Saga kemudian mengucapkan kata yang di ucapkan oleh Kity.


"Antar kami ke bukit gurun pasir, tempat dewa badai saat ini..!!" seru komisaris Saga pada cincin bermustika merah itu yang sebelumnya telah dia usap-usap.


Seketika itu juga muncullah lubang dimensi berwarna dominasi merah dan hitam.


Komisaris Saga dan Kity segera masuk ke dalam lubang itu.


****


Sementara itu Simon yang membawa tubuh rani turun ke bumi.


Dewa Badai itu membawa Rani dan Leony ke daerah gurun pasir dan terus melesat ke perbukitan yang tandus.


Di sana terdapat sebuah goa yang di dalamnya ada mata air yang jernih.


Setelah meletakkan Rani di atas batu besar yang berada di dalam goa, Simon bergegas keluar dari goa.


"Akan aku buat badai pasir, agar tak ada yang bisa menemukan kami. Dan aku bisa selamanya bersama Leony...! he..he..!!" gumam dalam hati Simon, yang sudah ada tepat di depan goa.


Kemudian dengan gerakan tangannya yang berputar-putar pelan seolah memanggil angin dan semakin lama semakin kencang, badai pasir pun datang.


"Ha...ha...tak ada yang bisa mengalahkan dewa badai..!!" teriak Simon dengan bangganya.


Simon kemudian masuk ke dalam goa.


"Tunggu, dia bukan Leony..! ohiya Leony kan hanya Roh , yang sekarang ada di dalam guci. Buat apa aku mencintai dan bercinta sama roh .! gadis ini lumayan cantik juga..!" gumam Simon yang kini beralih tertarik dengan Rani.


Simon membelai rambut sampai wajah Rani dengan lembut.


"Kurang ajaaar...!! coba kalau tidak kau totok jalan darahku..! aku habisi kau..!!" batin Rani yang meronta.


"Aduh, nggak nyaman ya kalau kamu hanya diam saja..! coba aku ingin dengar suara dan dessahanmu..!!" kata Simon dengan genitnya.


Simon pun membebaskan totokannya.


Tanpa tunggu waktu, Rani yang dalam posisi tidur itu langsung mendorong tubuh Simon yang ada di sampingnya.


"Bruughh....!!"


tubuh Simon terjengkal dua meter dari tempat dia duduk semula.


"Hai..mau main-main kau rupanya..!!" seru Simon dengan senyum genitnya.


"Cih..! wajahmu sungguh memuakkan..! terima ini..!!" seru Rani yang memulai serangan dengan tangan kosong.


"Hup hiaaaat...!!!"

__ADS_1


" Bagh...!!"


"Bughh..!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


Rani mengeluarkan semua jurusnya, namun semua dapat di tangkis oleh Simon.


"Aaaaghh...!!"


Simon berhasil memukul leher belakang Rani.


Rani pun mundur beberapa langkah.


Ketika hendak mengeluarkan pedang Azuya, tiba-tiba Simon sudah berada di belakang Rani dan dia menotok kembali jalan darah Rani.


"Dasar gadis tak diuntung..! ternyata kau kucing liar..!! terpaksa aku menotokmu kembali. Sungguh merepotkan..!!" gerutu Simon yang sangat kesal.


"Dasar culas...! sukanya main totok...!" gerutu dalam hati Rani.


"Hei, aku lupa bawa yang satu ini..!!" ucap Simon yang telah mengeluarkan kalung berliontin jam dari kantong kain yang dibawanya dari kerajaan langit.


"A..apa..! kalung berliontin jam dan sudah bermustika...!! gawaaat...!! kak Saga....Leony....Kity....!! siapa pun bantu aku....!!" teriak dari dalam hati Rani yang tak mungkin ada manusia yang akan mendengarkannya .


"Dengar kau kucing liar...!! sekarang tatap liontin ini..! atau kau mau mati..! aku bisa saja membunuhmu sekarang juga..!" seru Simon yang tangan kirinya telah memegang dagu Rani dan tangan kanan memegang kalung berliontin jam tersebut.


Simon memaksa Rani melihat liontin jam yang di hadapannya.


Rani berusaha tak melihat maupun menutup matanya, namun dengan susah payah tetap saja tidak bisa.


"Kak Saga...apa yang terjadi padaku nanti aku tak tahu..! itu bukan diriku kak..!! Rani-mu yang asli sangat mencintaimu...! kak Saga...!!" kata dalam hati Rani,


Dan mata Rani pun tak bisa berpaling dari liontin jam itu. Seakan berputar dan terus berputar. Dan tiba-tiba...


"Brukkk...!!"


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2