Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Perlawanan Rani dan Sersan Saga


__ADS_3

Dengan teknik atau metode untuk tertentu, seseorang dapat berbagi energi kepada orang lain yang membutuhkannya, juga dapat untuk membangkitkan tenaga dalam.


Satu-satunya jalan ialah dengan cara mengubah pernafasan biasa menjadi pernafasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk jangan sampai terbuang percuma sedangkan untuk bagian lain harus seimbang. 


Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat, oksigen harus diputarkan secara cepat pula ke seluruh tubuh dan membuang gas beracun CO2 secara cepat. 


Karena itu, saat membuang nafas badan harus dikejangkan. Dengan pengejangan tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi. Sedangkan pembuangan gas beracun dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut. 


Bila kedua hal tersebut dilakukan maka oksigen yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2. Ini salah satu rahasia juga, mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang sakit.


Fungsi dari tenaga dalam:




Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat




Untuk mempertajam panca indera.




Untuk membangkitkan indera keenam.




Untuk menghancurkan benda-benda keras.




Untuk meringankan tubuh.




Untuk memperkuat memori otak.




Untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap serangan fisik dan serangan penyakit.




Untuk memperkuat benda lemas.



__ADS_1


Untuk Telekinetik/menggerakkan benda dari jarak jauh




Sementara itu Rani ditengah halaman, Rani terlihat sedang bersemedi.


"Kity, seperti ada yang mengawasi kita?" tanya Rani yang masih dalam posisi semedinya, secara batin pada Kity si kucing putih dari kerajaan Langit itu.


"Oh itu keluarga nona yang sedang memperhatikan nona." balas Kity.yang juga memperhatikan suasana disekitar Rani untuk berjaga-jaga.


"Bukan keluargaku, tapi orang asing tepatnya di luar gerbang, mereka mengintai perguruan." kata Rani yang tak sesuai jawaban Kity. Kucing itu terkejut dan memperhatikan ke arah yang dimaksudkan oleh Rani.


"Benar, lebih dari sepuluh kepala, aura membunuhnya tidak begitu pekat. Nampaknya mereka datang bukan untuk membunuh. Tapi mengintai." jawab Si Kity yang memperhatikan orang-orang yang dimaksudkan oleh Rani.


"Akan aku pancing mereka keluar, aku ingin tahu apa maksud kedatangan mereka!" seru Rani yang kemudian membuka kedua matanya dan mengambil sapu tangannya, untuk menutup hidung dan mulutnya.


Setelah itu Rani melompat ke pagar dan melihat sekelilingnya.


"Hai....! siapa yang ada disana! keluarlah..! aku tahu kalian sembunyi di sana..! cepat keluar atau kalian akan mati...!' seru Rani yang mengarah pada gelapnya malam.


Namun tak ada jawaban seperti yang di inginkan. Sunyi dan senyap.


Karena tak ada respon, Rani turun mengambil beberapa kantong kerikil yang sudah di siapkan sejak tadi sore.


Dan hal itu menarik perhatian Kakek Darma dan yang lainnya.


"Apa yang Rani lakukan?" tanya Raditya yang penasaran.


"Nampaknya dia melihat sesuatu." jawab Sersan Saga yang juga memperhatikan pergerakan Rani. Demikian pula yang lainnya.


"Ada penyusup...!" seru Paman Sidiq yang kemudian bersikap waspada.


"Apaa...!" semuanya kompak terkejut.


Sementara itu Rani bergegas melempar beberapa kerikil ke arah yang dia curigai ada orang-orang yang mengintai perguruan. Dan..


"Takk...takk...takk...takk...!"


Suara lemparan kerikil Rani mengenai sasaran.


"Auhh....!"


"Arghh...!"


"Aahh...!"


"Aghhh...!"


Suara erangan kesakitan dari korban kerikil-kerikil Rani.


"Wah...! kebetulan sekali, pendekar bertopeng, kau ada di sini!" seru seseorang yang keluar dari gelapnya malam.


"Hai, siapa kau! Apakah kalian itu Geng Kobra!" seru Rani saat melihat gambar jaket orang itu yang terkena sinar bulan, dan bergambar kepala ular kobra.


"Waktunya aku balas dendam atas apa yang kau perbuat pada saudara-saudaraku!" seru orang itu dengan nada amarah.


"Cihh...! orang yang jadi korban ku semua adalah orang-orang jahat, jadi pantaslah mereka dapat kenang-kenangan dariku!" umpat Rani.


"Hari ini akan aku buat kau lumpuh seperti apa yang dirasakan Roy dan Anton!" seru orang itu dengan geram.


"Hii.. takuuut! memang kamu bisa melumpuhkan aku?" goda Rani yang mengulas senyum sinisnya untuk membuat lawannya down.

__ADS_1


"Bedebah...!" umpat orang itu yang tambah beringas.


"He...he...he...!"


Rani menanggapinya dengan senyum sinis.


"Serang....!" perintah orang itu yang kemudian muncul orang-orang kurang lebih dua puluh orang dari balik gelapnya malam.


"Hop hiaaat...!"


"Bagh....bugh....bagh....bugh....!"


"Bagh....bugh....bagh....bugh....!"


Rani segera melompat maju dan menghadapi mereka dengan jurus-jurus pukulan dan tendangannya.


"Aku akan bantu Rani, kalian tetap berjaga, mungkin ada yang menyusup dari arah lain.!" seru Sersan Saga yang kemudian berlari ke arah depan gerbang perguruan.


Sementara yang lainnya tetap berjaga di teras rumah seraya memperhatikan ke arah perkelahian itu.


Sesampainya di lokasi pertempuran Rani dan anggota geng Kobra, Sersan Saga rupanya mengenal salah seorang dari mereka.


"Jarot...!" seru Sersan Saga.


"Kak Saga kenal dia?" tanya Rani yang terkejut akan kedatangan Sersan Saga.


"Iya...!" jawab Sersan Saga yang tatapannya tajam ke arah Jarot.


"Ooh ada seorang polisi juga ternyata disini!" seru seseorang yang di panggil Sersan Saga yang tadi dengan sebutan Jarot.


"Aku yang mau tanya..kenapa geng Kobra bisa ke tempat terpencil seperti ini!" seru Sersan Saga yang menatap Jarot dengan tajam..


"Itu bukan urusanmu...!" seru Jarot, dan kembali perkelahian pun berlanjut.


Mereka saling serang, Rani menghadapi sepuluh orang dan Sersan Saga menghadapi sisanya di tambah laki-laki yang bernama Jarot itu.


Sepuluh anggota geng Kobra kewalahan melawan Rani dan yang sebagian melarikan diri, demikian juga yang melawan Inspektur saga sebagian juga kabur melarikan diri.


"Awas aku akan kembali lagi nanti...!" seru Jarot yang ikut melarikan diri.


"Hai....! pengecut jangan lari kau...!" seru Rani yang bersiap mengejar mereka namun di tahan oleh Sersan Saga.


"Jangan di kejar... ! bisa jadi ini jebakan!" seru Sersan Saga.


"Jebakan..?" tanya Rani yang menatap Sersan Saga dengan rasa penasaran.


"Iya, ini bisa jadi jebakan agar kita mengejar mereka dan terpisah dari kelompok kita. Sasaran mereka bukan kita, tapi murid- murid lainnya...!" seru Sersan Saga yang kemudian berlari ke arah tempat latihan untuk memastikan semuanya aman.


Kemudian Rani mengikuti arah lari Sersan Saga, sesampainya di tempat latihan mereka memeriksa semua kondisi murid-murid perguruan yang sebagian istirahat dan sebagian berjaga.


"Untuk semuanya....! .besok setelah kami pergi ke acara Turnamen. Bila ada yang menyerang perguruan, sekiranya kalian mampu melawan mereka, lawanlah dengan sekuat tenaga kalian. Tapi jika tidak mampu lari dan cari tempat sembunyi yang aman. Lawan kita tidak main-main. Mengerti semuanya...!" seru Sersan Saga pada murid-murid yang masih berjaga.


"Mengerti...!" jawab semuanya dengan kompak.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


.


__ADS_2