Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Evakuasi Pulau ll


__ADS_3

Emi membawa mereka ke sebuah ruangan, dimana ruangan tersebut dibuat menjadi beberapa sel tahanan.


Dan tiap sel terdiri dari sepuluh sampai lima belas orang..


"Di sini adalah korban yang baru diculik atau korban yang belum dibuat hilang ingatan.


Inspektur Saga, Yuki dan yang lainnya pun berkeliling, berharap ada orang yang di kenalnya.


Namun hasilnya nihil, tak ada yang di kenal oleh mereka.


Mereka pun masuk ke ruangan berikutnya.


"Ruangan ini di sebut ruang jiwa kosong. Ruangan dimana Jarot dengan menggunakan kalungnya untuk mengosongkan jiwa mereka. Mereka akan diam saja dengan pandangan kosongnya." jelas Emi saat sampai di dalam ruangang yang kali ini tidak di buat membentuk sel.


Kembali Inspektur Saga dan yang lainnya berkeliling untuk melihat apakah ada yang di kenalnya.


"Sebagian besar korban di sini murid perguruan Darma putih..!" seru Inspektur Saga saat melihat beberapa orang yang di kenalnya saat berada di perguruan Darma putih kemarin.


"Ada beberapa juga dari perguruan Anggrek putih..!" imbuh Yuki.


"Lantas dimana Om Wibowo,Bima, Yuda dan Nando..?" tanya Inspektur Saga yang masing mengamati satu persatu orang-orang yang di hadapannya itu.


"Mungkin ada di sana, masih ada satu ruang yang di gunakan. Ruang lembaran baru, mereka yang sudah hilang ingatan disini di doktrin dengan bermacam-macam kriminal yang mereka kehendaki." jelas Emi sambil membuka pintu ruangan tersebut.


Ruangan tersebut dibuat menjadi beberapa sel seperti ruangan pertama.


Lagi-lagi mereka berkeliling, betapa terkejutnya Yuki saat melihat tiga sosok yang tak asing baginya.


"Bima, Yuda, Nando...!! bi bisa lepaskan mereka?" tanya Yuki yang antusias.

__ADS_1


"Tidak bisa..!! mereka tidak ingat kamu..! ini ruangan lembaran baru, ingatan mereka seratus persen hilang..!" seru Emi yang sedikit khawatir.


"Bi Emi, kenapa calon mertuaku tidak ada?" tanya Inspektur Saga saat sudah melihat kesekelilingnya.


"Maksud kamu?" tanya Emi.


"Tuan Wibowo memang tidak ada di sini Inspektur. Entah dia di tahan dimana, mungkin buat sandera untuk menangkap pendekar bertopeng. Karena yang di ketahui Baskoro, pendekar bertopeng itu Rana adik dari Raditya yang di besarkan di lereng gunung." jelas Inah.


"Begitu ya..!" balas Inspektur Saga yang mengerti namun juga berpikir.


"Jika identitas Rani yang culun terbongkar, Rani dalam bahaya.Apalagi dua tangan kanan dan beberapa anggotanya telah tewas. Dia akan memperketat keamanannya...!!" gumam dalam hati Inspektur Saga.


"Yudha... kakak kangen kamu dek..!!" kata Yuki yang mendekati sel dimana Yuda dan lainnya berada.


Yuki ingin meraih tangan Yudha, keburu Yudha meraih tangan Yuki yang sedang di perban dengan kasarnya.


Otomatis hal itu membuat Yuki kesakitan dan mengibaskannya, yang membuatnya terdorong mundur dan menghantam dinding.


itu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Inspektur Saga saat menghampiri Yuki dan melihat darahnya keluar semakin banyak.


Tahu Yuki dalam keadaan pingsan, Inspektur Saga segera membopong Yuki untuk keluar dari ruangan tersebut .


"Bi, tolong buka pintunya..!" seru Inspektur Saga saat sampai di depan pintu dan keadaan pintu masih tertutup.


Sesampainya di balai bambu di bawah pohon mangga tadi, Insektur Saga segera merebahkan Yuki dan mwmbuka perban yang penuh darah itu.


"Biar saya saja yang mengobati Yuki, tuan di panggil Komisaris...!" Inah pada Inspektur Saga.

__ADS_1


"Baik B..!" jawab Inspektur Saga yang kemudian menghampiri Komisaris yang berada di teras villa bersama Emi memberi pengarahan ada polisi bawahannya dalam mengevakuasi korban yang ada di dalam villa itu.


"Komisaris, ada yang bisa saya bantu?" tanya Inspektur Saga saat menghampiri Komisaris.


"Bantu yang lainnya untuk mengevakuasi. Sebelum gelap, semua harus masuk dalam kapal." perintah Komisaris.


"Siap Pak..!" jawab Inspektur Saga dengan posisi hormat dengan tegas.


Setelah beberapa jam kemudian, semua sudah selesai.


Inah dan Emi ikut masuk dalam kapal, Komisaris pun kembali masuk ke helikopter dan Inspektur Saga dan Yuki kembali naik Speedbootnya.


Mereka pun meninggalkan pulau markas Baskoro yang sudah tak berpenghuni.


...~¥~...


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..


Dukung pula Novel saya lainnya ;


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


(Masih ada benang merah dengan GADIS TIGA KARAKTER).


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA (tamat)


Terima kasih.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2