
Yuki...! tunggu...!!" seru Rani.
Yuki tak menggubrisnya, dia berlari menuju taman.
Tiba-tiba tangannya ada yang menarik dari belakang.
"Yuki..! dengarkan aku..!" seru Rani sambil menarik lengan Yuki.
"Kita duduk dulu yuk..!" kata Kirana dan Yuki pun menurutinya.
"Apa aku salah bila aku menangis..?" tanya Yuki saat duduk berdampingan dengan Rani.
"Tidak, kamu tidak salah calon kakak ipar..!!" kata Rani yang kemudian tersenyum dan memeluk Yuki.
"Calon kakak Ipar? apa maksudmu..?"bisik Yuki di telinga Rani.
"Kak Radit mencintaimu...!" balas Rani.
"A..apa..!?" Yuki terkejut.
Tiba-tiba Rani mendengar sesuatu, dia melepaskan pelukannya.
Matanya bergerak mencari sumber suara.
"Kau dengar sesuatu...?!!" bisik Rani pada Yuki.
Yuki kemudian menajamkan pendengarannya.
Kedua gadis itu berdiri dan menatap ke jalan raya.
"Lagi-lagi mereka...!!" umpat kedua gadis itu geram secara bersamaan.
Keduanya saling mengepalkan tangannya.
"Apa kita bertarung dengan baju pesta ini..!?" tanya Yuki yang merasa kurang nyaman bila bertarung dengan baju pesta.
"Apa boleh buat, kalau kita ganti baju mereka akan sampai di acara pernikahan. Bisa kacau nantinya..!" ucap Rani yang kemudian mencari kerikil dan kantong plastik.
"Cari apa kamu..?" tanya Yuki karena tidak segera maju melawan musuh, malah sibuk memunguti sesuatu.
"Cari antingku yang hilang, ya.. cari kerikil lah..!! paling tidak mengurangi jumlah mereka." balas Rani yang sudah merasa cukup kerikil yang dia pungut.
"Ohw..! kita hanya berdua dan mereka kurang lebih ada seratus orang. Yakin sanggup melawan mereka..?" tanya Yuki sambil menatap lawannya yang masih di parkiran.
"Sanggup..!!" seru Rani mantap.
"Tapi, copot highheels dulu ya..!" lanjut Rani yang kemudian melepas sepatunya.
"Oiya..! lupa kalau masih pakai Highheels...!!" seru Yuki uang kemudian ikut melepas Higheelsnya.
__ADS_1
Kedua gadis itu dengan tangan satu mengangkat gaunnya, mereka setengah berlari menuju area parkir dimana puluhan laki-laki berslayer hitam sedang menunggu komando.
"Takk....!! Takk....!! Takk...!! Takkkk...!!"
Rani mulai dengan aksinya melempar kerikil-kerikil yang di kumpulkan tadi.
Dan kerikil itu diarahkannya langsung ke dahi orang-orangbyang berslayer hitam itu.
Dengan kerikil itu, hampir separo dari jumlah orang-orang berslayer hitam itu.
Sedangkan Yuki yang kesulitan dalam bergerak dengan gaunnya, dia mengeluarkan senjatanya.
Yaitu kipas besi pemberian Mister Li.
"Hiaaaat..!!"
"Wuiingh...!!"
"Sreeett...!!"
Kipas itu di lemparkan Yuki bak Boomerang, setelah melukai beberapa lawannya, akan kembali ke pemiliknya.
Setelah menghabiskan kerikilnya, Rani tak mau kalah dengan Yuki.
Di panggilnya pedang Azuya dari dalam tubuhnya.
"Pedang Azuya...!!"
Pedang itu sudah ada di tangan Rani.
"Hop..!!"
"Hiaaat..!"
"sreet...!!"
"Jlebb..!!"
Pedang Azuya pun berlumuran darah, dan anehnya dia bisa membersihkan dirinya sendiri.
"Kurang ajar..!! siapa kalian..!!" seru salah satu dari mereka.
"Biar kalian tak mati penasaran..!! kami pendekar bergaun pesta, siap akan menghukummu eh...salah mengantarmu ke neraka..!!" seru Rani dengan PeDenya.
Yuki menahan ketawanya saat mendengar ucapan Rani tadi.
Namun tidak bagi orang-orang berslayer hitam itu, mereka bagaikan orang yang menyalakan api di kertas kering.
"Kurang Ajaar...!! Bedebah...!! Serang mereka...!!" seru orang berslayer hitam itu yang mungkin pimpinan mereka.
Kembali mereka berkelahi, dan ada sebagian dari mereka yang membawa tongkat.
__ADS_1
"Thakk...!!"
"Thakk...!!"
Suara kipas besi dan tongkat yang beradu.
Yuki pun mengubah sasarannya, yang semula bagian atas, sekarang bagian kaki lawannya.
"Hiaaaat...!!!"
"wuiiiinnngg...!!"
"sreeeettt....!!!"
"Argghhh..!!"
Celana dari lawannya pun sobek dan mengeluarkan darah segar.
Sementara itu pedang Azuya seolah punya nyawa sendiri, melayang dan menyerang lawannya membabi buta.
"Hop..!!"
"Hiaaat..!"
"sreet...!!"
"Jlebb..!!"
Dalam sekejap, gerombolan berslayer hitam itu sebagian terkapar dan sebagian tewas di tempat.
"Huh...! siapa suruh melawan pendekar bergaun pesta...!! Selamat menuju neraka...! he..he..!!" seru Rani dengan senyum sedikit sinis.
"Hey..! ada yang kabur..!!" seru Yuki yang hendak mengejarnya.
"Biarkan mereka..! lebih baik kita pulang. Lihat baju kita, kena noda darah mereka. Kalau kembali ke tempat pesta kan nggak mungkin..!!" ajak Rani.
"Betul juga, kita ambil sepatu kita dulu..!" kata Yuki dan mereka bergegas kembali ke taman dimana mereka melepas sepatu mereka.
Setelah itu mereka segera memesan taksi online dan mereka pergi ke Gym Raditya.
...~¥~...
...Alhamdulillah akhirnya mencapai episode ke 200....
...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Bersambung....