
"Tunggu ada yang datang...!" seru bi Emi yang kemudian mendekati pintu.
"Semuanya..!! Cepat ke halaman..,!! ketua datang...!!" suara dari luar ruangan.
"Ada apa..?!"
"Tidak tahu, pokoknya di suruh kumpul..!"
"Ayo..cepat..! sebelum kena hukuman..!!"
"Kalau kalian mau menyerang, silahkan..! tapi aku tidak bisa membantu kalian selama anakku masih di tahan mereka. Aku akan ke halaman, kalian hati-hati ya..!!" bisik Emi yang kemudian keluar ruangan.
"Iya..!" jawab Inspektur Saga dan Yuki kompak.
"Saga...! ini keberuntungan kita..!" seru Yuki saat tahu apa yang ada di hadapan mereka.
"Ruangan ini rupanya gudang senjata mereka..! bi Emi secara tidak langsung memberitahu kita...!" kata inspektur Saga yang kemudian mengambil beberapa senapan dan bola nanas alias granat.
Setelah di rasa cukup, mereka pun pergi ke halaman dimana semua ya berkumpul.
Situasi di halaman itu, Baskoro bersama orang-orang kepercayaannya berserta Emi dan Inah berdiri di atas panggung.
Di saat Inspektur Saga dan Yuki mengendap-endap, ada salah satu anggota geng kobra yang dari kamar mandi melihat mereka.
"Adaa penyusuuuup...! adaa penyu...!!" teriak anggota geng kobra tersebut dan kemudian,
"Dorr..!!"
Peluru dari pistol Inspektur Saga bersarang di dada anggota geng kobra yang berteriak tadi.
Yang mendengar teriakan dan suara tembakan tersebut langsung kocar- kacir.
Tak mau melewatkan kesempatan itu, Yuki melempar bola nanas ke arah para anggota geng kobra yang kocar-kacir itu.
"Blumm..!!"
Inspektur Saga juga melempar bola nanas itu ke arah yang berbeda.
"Blumm...!!"
"Blummm....!! blummm...!!"
Dan empat bola nanas telah memakan puluhan orang anggota geng Kobra.
Di susul suara tembakan yang mengarah ke anggota-anggota geng kobra yang masih hidup.
"***Dorr...!! Dooorrr...!!
__ADS_1
" Dooooorrrrr***...!!!!!!"
Suara tembakan itu langsung membuat para angota geng kobra itu terkapar bersimbah darah.
Baskoro dan tangan kanannya pun panik.
Sedangkan Emi dan Inah turun dari panggung dan bersembunyi.
"Siapa yang berani mengacau di tempatku..!! keluar kalian...!!" seru Baskoro geram.
"Kami yang melakukannya...!!"
Balas Inspektur Saga yang berjalan dengan senapan di panggul di pundaknya, bak Sylvester Stallone dalam film Rambo dan di ikuti dengan Yuki.
"Lagi-lagi kau Sagaaa... !!" ucap geram Baskoro.
"Selama kau belum mati, aku terus memburu mu...!!" seru Inspektur saga lantang.
"Bedebah..! malah kau yang akan aku buat mati atau hilang ingatan...!!" Seru Baskoro.
"Coba saja kalau kau bisa..!!" tantang Inspektur Saga.
"Hei..rupanya kau playboy juga..!! gadis cantik itu hanya akan mengantar nyawa saja .!! mana gadis bertopeng mu itu... hah..!!" seru Baskoro.
"Aku tidak akan mengantar nyawaku...! tapi nyawamu..!" kata Yuki geram.
"Rindu gadis bertopeng ya..? Dia sudah memberimu kenang-kenangan pada Sania, Apa kau lupa...? Sekarang giliran ku akan memberimu kenang-kenangan...!" kata Inspektur Saga lantang.
"Bedebah...! Serang mereka...!!" seru Baskoro yang kemudian semua yang ada di panggung pun turun.
"O...! rupanya kalian mau mengantar nyawa..!!"seru Inspektur Saga , dan bersama Yuki mereka memegang senapannya hendak menembak.
Baskoro menghentikan langkahnya mana kala tahu, lawannya yang bersenjata sedangkan anak buahnya tidak membawa senjata karena tak tahu penyerangan yang mendadak ini.
"Sial...!" gerutu Dio penuh penyesalan.
."Tahu begini aku tadi aku tidak ikut .." gumam
Edward menyesal.
"Dorr..!! Doorr....!!"
"Brugh..brugh..!"
Suara tembakanpun terjadi. yang berasal dari senapan Inspektur .
Edward dan Jarot pun tumbang.
__ADS_1
Edo berusaha melarikan diri demikian juga Baskoro.
"Dorr...!"
"Auuuww...!"
Ada serangan dari belakang.
Satu peluru bersarang di lengan gadis yang bersama Inspektur Saga
"Yuki...!" seru Inspektur Saga.
Inspektur Saga pun menoleh ke belakang.
Seorang Anggota geng kobra sedang membawa senapan, yang menembaknya belum mahir
"Dooorrr..!!"
Satu tembakan dari Inspektur Saga bersarang di dada orang itu..
"Kejar Baskoro..!" tegas Yuki.
"Kamu tak apa-apa?" tanya inspektur saga khawatir.
"Aku tak apa-apa..! cepat kejar Baskoro..!'" teriak Yuki sambil menunjuk ke arah Baskoro yang melarikan diri.
"Kurang ajar..! lagi-lagi dia melarikan diri..!" gerutu Insrektur Saga yang terus lari mengejar Baskoro dan anak buahnya.
"Sial... ke arah mana mereka..!" gerutu Inspektur Saga lagi.
...~¥~...
Maaf typo bertebaran..
Yuk dukung novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/ komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..
Jangan lupa beri dukungan juga untuk novel ;
* CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA
Terima kasih.
...Bersambung...
__ADS_1