Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Duel Dua Gadis Bertopeng


__ADS_3

Di Rumah Tuan Wibowo Komisaris Anggara dan kedua bawahannya berada di ruang tamu.


"Kenapa aku merasakan akan ada sesuatu yang akan terjadi di rumah ini ya..?" tanya Komisaris Anggara pada anak buahnya.


"Mungkin karena komisaris terlalu banyak pikiran beberapa hari ini..!" kata Salah satu bawahan komisaris Anggara.


"Iya, setelah Rani di culik seperti hatiku tak tenang."kata komisaris Anggara yang kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya menuju keluar rumah.


Komisaris Anggara melihat mobil pick up yang membawa kurang lebih sepuluh orang berslayer merah dan seorang wanita bertopeng, turun dari mobil pick up itu dan setengah berlari menuju pintu pagar rumah tuan Wibowo.


"Kita di serang..! persiapkan senjata kalian..!!" seru Komisaris Anggara pada dua anak buahnya.


Dan mereka pun segera mengambil tiga senjata pistol.


Orang-orang berslayer merah itu mengendap-endap dan berpencar.


Tujuh orang berusaha masuk dari arah pintu depan dan tiga orang bersama gadis yang bertopeng hitam itu menuju halaman samping hendak lewat belakang rumah.


"Gawat, mereka akan ke halaman samping. Aku harus memberi peringatan pada Yuki..!!" gumam Komisaris Anggara yang kemudian mengarahkan pistolnya ke salah satu orang berslayer itu.


"Dorr...!!"


"Arrghh...!!


Satu tembakan mengenai kaki orang berslayer merah yang sembunyi di balik pot bunga depan rumah.


Sontak saja suara keras dari pistol komisaris Anggara itu membuat kaget seluruh orang yang ada di rumah tuan Wibowo tanpa kecuali.


"Apa..! mereka mengetahui kedatangan kita..!! hati-hati..!!" seru satu diantara ketujuh orang berslayer merah itu.


Sedangkan gadis bertopeng yang belum sampai di halaman samping menggerutu, "Sial, mereka tahu kita akan menyerang..!!"


Sementara Yuki yang mendengar itu mengambil air mineralnya dan melompat naik ke salah satu dahan pohon mangga yang ada di dekat pagar rumah.


Setelah minum air mineral itu, Yuki kemudian melihat situasi yang ada di sekitarnya.


"Bunyi tembakan..! sepertinya ada penjahat yang masuk..!!" kata dalam hati Yuki sambil mengatur nafasnya.


Sementara itu bunyi tembakan terus terdengar di depan rumah.


"Dorr..!!"


"Aghhh...!!"


"Dorr...!!"


"Dorr...!!"


Beberapa orang berslayer merah yang ada di depan rumah itu kini tinggal tiga orang yang tidak terluka.


Dan satu bawahan komisaris Anggara ada yang terkena jarum beracun.


"Sial, cari bantuan..!" kata salah satu orang berslayer merah itu yang menyuruh temannya mencari bantuan.


Mereka pun menyalakan kembang api.


"Duarrr....! kretekk..kretekkk..!!"


"Kurang ajar.! mereka minta bantuan..! Telpon pasukan kita yang ada di kantor..!!" seru komisaris pada bawahannya itu.


Dan salah satu polisi itu menelpon ke kantor kepolisian.

__ADS_1


Yuki yang masih di atas dahan pohon buah mangga, mendengar kembali suara tembakan-tembakan


Dan tak lama kemudian bunyi kembang api yang menjulang ke langit.


"Ah benar..! mereka minta bantuan..!! aku harus segera membereskan yang di bawah..!!" seru Yuki yang kini memasang topengnya dan mengeluarkan kipasnya.


Cucu kesayangan nenek Lasmi itu bersiap melempar kipas bajanya.


"Weeeet...!!"


"Aaaghh...!!"


Bunyi kipas yang terlempar dan ujungnya mengenai leher dua diantara tiga orang berslayer merah itu.


"Argghhh..!" suara terakhir dari kedua orang berslayer yang terkena kipas baja Yuki.


Dan kipas itu kembali ke pemiliknya.


"Bedebah... sialaan..!! turun kau..!!" seru gadis bertopeng yang di bawah yang tak lain adalah Sania.


Yuki akhirnya turun dengan mulusnya di atas tanah.


"Hei kau rupanya..!!" seru Sania yang sudah bersiap dengan jarum beracunnya bersama orang berslayer merah itu.


"Dasar pengecut..! beraninya keroyokan .!!" seru Rani yang melihat orang berslayer hitam telah berdatangan.


"Heh..kami tak ada yang berpikiran seperti kamu katakan...! bagi kami, siapa yang kuat dialah pemenangnya..!!" seru Sania yang siap melemparkan jarum beracun itu kearah Yuki.


Dengan sigap,Yuki menghindarinya.


Dan Dia melemparkan kipasnya ke arah orang berslayer merah.


"Argghh...!!"


Orang berslayer merah itu tak sempat menghindar dan tangan kanannya pun tertebas kipas baja Yuki.


Dan Orang berslayer merah itu tak bisa menggunakan jarum beracun lagi.


"Sialan kau...!!" gerutu Sania yang kemudian bersiap dengan Jarum beracunnya.


Dan mulailah menyerang Yuki secara bertubi-tubi.


Yuki pun bersiap-siap dengan gerakan Wushu yang dia pelajari dari Mister Li.



(Author terinspirasi gerakannya, visual adalah KD yang sedang latihan Wushu. Sedangkan Yuki berpakaian serba hitam dan memakai topeng hitam)


"Sreeet...!!


Jarum beracun melesat ke arah Yuki.



Teman masa kecil Inspektur Saga itu mengembangkan kipas bajanya untuk menangkis jarum-jarum beracun yang mengarah padanya dan dengan mengibaskan kipas baja itu, membalikkan serangan Sania.


Jarum beracun itu kembali menyerang pemiliknya .


Sania yang mengetahui Yuki membalikkan jarum-jarum beracun itu segera berkayang untuk menghindari jarum-jarum itu.


Jarum-jarum itu melesat dan menabrak ke dinding luar rumah yang akhirnya berjatuhan.

__ADS_1


Kembali Yuki melemparkan kipasnya ke arah Sania.


Dan Sania yang menghindarinya dengan bersalto ke belakang.


"Hah...! Lumayan juga kau .!!" ucap Sania saat sudah mendarat dari salto ya.


"Itu belum seberapa..! Dimana Raditya .!!!" bentak Yuki yang mulai geram.


"Raditya..? oh kau cari dia..? kasihan..! kau hanya jadi pelampiasannya saat aku tinggal. Kini dia kembali padaku..! kamu harus tahu kalau kami sudah tidur bersama dan kami akan melangsungkan pernikahan di rumah baruku...!! Jadi jangan marah ya...! Kasihan jadi jomblowati nih...!! he..he..!" ejek Sania yang memancing emosi Yuki.


"Ciihh..! dasar wanita murahan..! belum nikah dah mau tidur bersama..!!" balas Yuki yang semakin menyulut emosi Sania, yang saat ini di belakangnya ada puluhan orang berslayer hitam itu.



Yuki kembali melempar kipasnya,


"Hiaaaat...…!"


Kipas itu melayang dan menyerang muka Sania.


Dengan sigap Sania menghindar dan pergi meninggalkan pertarungan diantara kerumunan orang berslyer hitam.


"Hai pengecut..! jangan pergi kau..!! seru Yuki yang kemudian melempar kembali kipasnya dan membuat pakaian Sania robek dan menggores pungung Sania.


"Weeet...!!"


"Ahhgh...!!"


Darah segar mengalir dari sayatan itu.


"Ah kurang ajar ..! serang dia ..!!" perintah Sania dan Sania menghilang di balik kerumunya.


"Sial dia melarikan diri..!!" gerutu yuki yang kini mu tak mau berhadapan dengan orang- orang berslayer hitam itu.


Yuki pun melancarkan serangan demi serangan melawan pada orang berslayer Hitam


Dan banyak yang tewas karenanya.


Sementara itu keadaan komisaris Anggara...


"Dorr...!!!"


"Dorr...!!"


"Ah sial..! pelurunya habis..! mana dua anak buahku sekarat terkena jarum beracun mereka..! aku arus cari sesuatu buat senjata...!!" kata dalam hati komisaris Anggara.


Dan komisaris masuk kembali ke rumah karena peluru dalam pistol sudah habis dan dengan mencari sesuatu yang bisa di buatnya senjata.


...~¥~...


Mohon maaf karena kesibukan di dunia nyata, belum sempat feedback.


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2