Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Rani Dikeroyok para Preman Jalanan


__ADS_3

Rani yang sangat yakin kalau kedua laki-laki itu memang orang jahat, terus mengejar mereka dengan sekuat tenaganya.


"Berhenti kalian...!" teriakan Rani yang terus berlari untuk mengejar kedua laki-laki itu.


Kedua laki-laki itu terus berlari tanpa menghiraukan teriakan Rani. Tiba-tiba mereka terkejut, karena mereka saat ini berada di tepi tanah lapang.


"Mau kemana kalian? Apa kalian takut menghadapi seorang." tanya wanita bertopeng yang tak lain adalah istri komisaris Saga itu dengan logat menghardik kedua laki-laki itu.


"Ha ..ha....! Jangan kamu kira kalau kami akan takut kepada kamu, hei gadis bertopeng!" seru salah satu laki-laki itu yang bertubuh agak kurus.


"Walaupun nama kamu ditakuti oleh golongan kami, tapi aku yakin kalau kamu ini gadis bertopeng yang palsu!" seru laki-laki yang bertubuh agak gemuk.


"Kenapa kalian yakin kalau aku ini gadis bertopeng yang palsu?" tanya Rani yang penasaran.


"Iya jelas saja! Karena gadis bertopeng kan baru saja menikah, jadi dia masih menduga kalau kamu itu gadis bertopeng yang palsu!" seru laki-laki yang kurus itu.


"Terserah kalau kalian ini masih tak percaya kalau akulah gadis yang bertopeng itu!" seru Rani yang kini dalam pengepungan mereka dan muncullah sepuluh lebih laki-laki yang bertubuh kekar dengan pakaian yang serba hitam bersiap siaga mengepung Rani.


Para preman yang tadi di bersembunyi di balik pohon, dan saat ini bergabung sama dua orang yang ada dihadapan Rani.


Kemudian mereka mengepung Ran i secara melingkar.


"Sial...! apa mereka tak pernah sekolah ya? suka bikin keributan dimana-mana!" gerutu Rani.


"Ha...ha...! Meyerahlah...! maka tak akan ada keributan di sini..!" seru salah seorang dari mereka.


"Pantang bagiku untuk menyerah!" balas Rani dengan posisi sudah bersiaga.


"Aku harus pancing mereka agar mereka berpisah-pisah!" kata dalam hati Rani.


"Itu maumu ya? Serang...!" teriak orang itu lagi yang sepertinya pemimpin dari mereka.


Rani berlari seraya memberikan pukulan-pukulan serta tendangan-tendangan sekuat tenaganya, dan akhirnya dia bisa membuka jalan untuk dirinya.


"Hooh hiaaat ....!"


"Bagh ..bigh....bugh.....!"


"Aargh...!"


Dan beberapa orang dari lawan Rani terkapar di tanah dengan tubuh darah


"Woooooiiii.....! aku di sini....!!" teriak Rani memanggil para pengeroyoknya itu.

__ADS_1


Para anggota preman yang mendengar dan melihat itu langsung mengejar Rani. Sementara itu Rani terus berlari menuju tanah lapang di pinggir jalan yang sering dilewatinya.


Disisi jalan yang lain, ada beberapa anggota polisi yang sedang berpatroli beriringan.


"Ada perkelahian!" seru salah satu anggota polisi pada anggota polisi yang ada disampingnya.


"Sepertinya mereka menggeroyok seseorang wanita yang seorang diri itu!" jawab seorang anggota polisi yang diajak bicara oleh polisi yang pertama.


"Kau benar...!" seru anggota polisi yang memperhatikan


"Sebaiknya kita berhenti, dan lihat apa yang telah terjadi!" seru polisi yang pertama.


"Baiklah!" seru petugas kepolisian yang bertugas sebagai sopir itu.


Mobil itu berhenti dan menepi, di tepi jalan dan mereka keluar dari mobil lalu mengejar para laki-laki yang berada di tengah lapangan itu.


"Lihat disana!" seru salah satu polisi itu sembari menunjuk ke arah dimana Rani di kejar oleh para preman


"Itu bukannya gadis bertopeng ya?" tanya salah satu dari mereka dimana anggota polisi itu telah mengenal Rani yang menggunakan topengnya dan mereka kemudian semua pun berlari menuju kearah perkelahian itu.


"Hopp hiaaaaat....!" seru Rani yang terus menyerang satu persatu dari lawannya


Rani mulai beraksi, dan dua orang telah tumbang.


"Jangan beri kesempatan dia lolos! Seraaaaang!" teriak salah satu dari lawan Rani.


Rani kembali berteriak dan memberi serangan pada mereka dan kembali dua orang pun terkapar.


Dan ketika hendak meyerang kembali lawan-lawannya itu lagi, tiba-tiba seseorang dari lawannya itu mengeluarkan senjata tajam berupa belati yang mengakibatkan Rani bersikap lebih waspada lagi.


Kemudian Rani membuat gerakan tendangan secara horizontal tepat di dada lawannya.


"Dap...! daaap...!!"


Dua telapak kaki Rani mendarat di dada beberapa orang yang tersisa dan akhirnya mereka satu persatu ambruk tak sadarkan diri.


Akibat perlawanan Rani dan Jonathan beserta anggota geng Serigala pilihan itu, berkurang cukup banyak.


Dari beberapa orang yang tadi menhec kini hanya tinggal tiga puluh orang dan sepuluh diantara mereka kabur atau melarikan diri.


Kini gantian anggota preman itu yang tersisa yang dikepung Rani dan para anggota polisi


"Katakan kenapa kalian mengganggu ibu-ibu tadi?" tanya Rani dengan membentak.

__ADS_1


"I..ini perintah ke..ketua u..ntuk mencari dana untuk kemakmuran kelompok kami!" jawab salah seorang anggota preman yang sudah gugup melihat teman-temannya sudah terkapar.


"Apa tak ada pekerjaan yang lebih baik, dari pada memalak ibu-ibu di jalanan?" tanya Rani yang mencoba mencari informasi, seperti apa kelompok mereka itu.


"Ma'af itu perintah ketua dan tak mungkin kami menenceritakannya pada kalian!" seru salah satu preman itu.


"Dimana kalian biasa berkumpul?" tanya Rani yang masih dengan nada tinggi.


"Di...." orang itu tak bisa menjawabnya karena tiba-tiba,


"Sriiit...!!" tiga buah jarum beracun menancap di lehernya.


"Agh...!" seketika orang itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.


"Hah, jarum beracun...!" sebut Rani saat menoleh ke arah orang yang melempar jarum beracun itu.


"Jadi benar, kau si gadis bertopeng itu"seru seorang wanita yang mirip sekali dengan wajah ibu Dito dan Dio.


"Anette...!" seru Rani dan wanita itu mengulas senyum ya dengan sinis, dan sekali gerakan berputar dan muncullah kepulan asap hitam dia menghilang lenyap begitu saja tanpa jejak.


"Musuh baru, siapakah dia? Apakah Anette hidup kembali?" gumam dalam hati Rani yang penasaran.


"Nona...! Apa nona tak apa-apa?" tanya salah satu polisi yang menghampiri Rani yang masih terbengong melihat kepulan asap itu.


"Oh, tidak apa-apa ! Mohon kalian periksa salah satu dari mereka dan tanyakan siapa yang memerintahkan mereka!" seru Rani yang melihat satu persatu lawan-lawannya yang telah terkapar itu.


"Baik gadis bertopeng!" seru salah satu polisi yang mewakili teman-teman anggota sesama polisi.


Rani kemudian berlari melesat meninggalkan lokasi kejadian itu dan menuju ke arah dimana dia meninggalkan sepeda motornya dan wanita yang tadi jadi sasaran mereka dan rupanya masih berada di tempat bersama dua orang polisi yang mengintrograsinya.


Rani mencari tempat bersembunyi untuk melepaskan topengnya. Dan setelah menemukan tempat yang aman, dia segera melepas topengnya dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana dia memarkirkan sepeda motor maticnya.


"Tunggu...!" tiba-tiba terdengar suara yang menghentikan Rani. Istri komisaris Saga itu dengan terpaksa menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menoleh ke arah suara yang menghentikan langkahnya itu.


"Iya, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Rani yang menatap orang yang menghentikan langkahnya itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2