Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Sampai di Rumah


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Wibowo.


Mereka pun disambut Jordy dan anggota geng Srigala.


Jordy dan Istrinya tak henti-hentinya mencium dan memeluk putra-putrinya yang pulang dari perjalanan dengan selamat.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Mohon maaf bila kami lancang menggunakan rumah kalian" kata Jordy saat semua berada di ruang tamu.


"Tak apa-apa Jordy, kita semua kena musibah.Tinggal rumah ini dan Gym yang kami punya, dan Papa pun di culik mereka." kata mama Lani setelah melepaskan pelukannya pada Rena istri Jordy.


"Harta kami adalah anak-anak kami" kata Rena yang kembali memeluk Nindy, Nara dan Jonathan.


"Kami mau mengambil beberapa baju dan barang-barang kami, kami akan tinggal di Gym sementara ini." kata Mama Lani.


"Oya silahkan, malah kami yang tidak enak hati." kata Rena.


Rani,Raditya dan Mama Lani bergegas ke kamar masing-masing.


Sedangkan Inspektur saga mengikuti Rani.


Rani mengambil baju dan buku-buku sekolahnya, Raditya mengambil laptop dan beberapa benda lainnya karena baju-bajunya sudah ada di Gym.


Sedangkan Mama Lani mengambil baju, surat-surat penting, kosmetik dan benda-benda lainnya.


Rani, Raditya dan Inspektur Saga pun turun dari lantai dua. Inspektur saga membantu Rani membawa buku-buku dan peralatan sekolah Rani.


"Ada yang bisa menolong saya untuk membawakan beberapa tas saya?" pinta Mama Lani.


"Biar saya bantu Tante.." ucap Jonathan yang bergegas menghampiri Mama Lani.


"Terima kasih Nak Jonathan...!" balas mama Lani.

__ADS_1


"Sama-sama Tante..!" ucap Jonathan.


Dan semua barang-barang pun di masukkan ke dalam mobil. Mereka pun segera berpamitan.


Dan Inspektur Saga menjalankan mobil tuan Wibowo menuju ke arah Gym sesuai petunjuk Rani.


"Mama...! bawaan mama kok banyak sekali? memangnya mama bawa apa saja?" tanya Rani yang penasaran dengan isi tas-tas mama Lani.


"Selain baju, ada surat-surat penting papa dan juga peralatan buat Rani menyamar." jawab Mama Lani.


"Ada baju, kosmetik, tas,dan juga Wig untuk kelancaran menyamar kamu." jelas Mama Lani.


"Wah bagus itu, kan kamu tidak bisa pakai identitas Rana sekarang ini." kata Raditya.


"Cuma kamu nanti, harus lebih pintar berdandan ya nak...! karena kita kan tidak lagi bersama" kata mama Lani.


"iya Ma..! Rani senang punya mama pengertian"


kata Rani sambil tersenyum.


"He..he.." Rani hanya tersenyum.


"Kak Radit juga kakak yang pengertian..!" goda Radit tak mau kalah.


"Kak Radit itu kakak yang paling cereweeeeet sedunia..!!" balas Rani.


"Rani itu adik yang paling cengeeeeeeeng sedunia..!!" balas Raditya tak mau kalah.


"Cerewet...!" umpat Rani.


"Cengeng...!" balas Raditya.


"Sudah...sudah, kasihan Nak Saga tidak bisa konsentrasi mengemudi karena sifat kekanak-kanakan kalian..!" lerai Mama Lani.

__ADS_1


"Iya ma.!" jawab Rani dan Raditya hampir bersamaan.


Inspektur saga pun tersenyum melihat tingkah kakak beradik satu mobil dengannya itu.


"Ngomong-ngomong apa tidak ada yang lapar ya? perut Rani dari tadi konser nih..!" tanya Rani.


"Iya, kita makan terakhir di restoran tempat Yuki kerja tadi siang. Enaknya kita makan apa ya?" tanya Mama Lani.


"Nasi goreng saja...!" usul Rani.


"Setuju sih, tapi apa nggak apa-apa? lihat itu disana dan disana banyak anggota geng Kobra" ucap Raditya.


"Kalian jangan keluar, biar Rani saja" kata Rani yang kemudian dia memakai Jaket double pemberian Raditya waktu di Gym dan topi.


Sebelum memakai topinya, Rani memasukkan semua rambutnya ke dalam topi dan kemudian melepas anting-antingnya.


"Hm..hm.. kenalkan nama saya Rano R..A..N....O Rano...!!" kata Rani dengan suara di buat seperti suara laki-laki.


Melihat itu Raditya, Inspektur Saga dan Mama Lani terpingkal-pingkal sampai keluar air mata.


"Kenapa nggak pakai tahi lalat palsu di dagumu sekalian?" tanya Inspektur saga menahan tawa.


"Eh.. malah ketawa..! gimana penampilan aku?" tanya Rani yang penasaran.


Semuanya hanya bisa menjawab dengan menunjukan jari jempol mereka karena mereka masih tertawa sampai perut mereka sakit.


Rani pun tersenyum sambil membawa beberapa lembar uang, dia keluar dari mobil dengan gaya jalan seperti laki-laki.


...~¥~...


Aduh...duh...!! Rani...eh... Rano..🤭🤭


Tetap dukung novel Gadis Tiga Karakter ya..

__ADS_1


Makasih


__ADS_2