Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Rani Bertemu Mister Li dan Pedang Azuya


__ADS_3





(Author hanya ingin menggambarkan gerakan Rani dalam latihan dan lokasinya)


Gym Raditya di kota "J" tepatnya di lapangan basket.


Siang hari setelah pulang sekolah, perasaan Rani sedang berkecamuk.


Pikirannya yang sedang terbagi-bagi, antara kangen dengan tunangannya yang dua hari belum memberi kabar dan bangkitnya geng kobra. Belum lagi adanya dua gadis bertopeng.


"Ah...! lebih baik aku latihan saja. Aku tak tahu seberapa kuatnya lawanku kali ini. Apa lagi, tak ada kalung pusaka langit di tanganku." gumam Rani dalam hati.


Rani pun melangkahkan kakinya menuju lapangan basket dengan membawa pedang milik Raditya.


Karena pedang pusaka langit sudah di kembalikan ke kerajaan langit.


"Hop..! hiyaa....!!"


"Beeet....! beeett...!! beeet...!!"


Rani mulai dengan gerakan-gerakan dasar ilmu pedang dari perguruan Darma putih.


Rani pun menggabungkan ilmu pedang dan tarian Dewi Cinta.


Tanpa di sadari Rani, banyak pasang mata yang melihat aksinya. Dan mereka bertepuk tangan.


"Hah...!! kenapa banyak orang sih..?! tadi kan sepi..? Tahu begini kan aku tadi latihan di belakang Gym...!!" gumam dalam hati Rani setelah minum air mineral dalam botol sedang.


"Bolehkah aku menjajal kemampuanmu..??" tanya orang itu pada Rani.


"Ohw boleh saja..!!" jawab Rani


"Anda bukan dari sini ya..?" tanya Rani pada orang itu karena pakaiannya seperti pakaian Hanfu dan tatanan rambutnya seperti pendekar beladiri dari negara "T".


Dengan tangan kanannya mengepal dan tangan kirinya menggenggam tangan kanannya, Laki-laki itu memberi salam pada Rani.


"Saya Rani tuan!" Rani memperkenalkan diri sambil menundukkan kepalanya.


"Saya Li Yuan panggil saja Mister Li!" balas Mister Li yang juga menundukan kepala.


Kemudian mereka pun saling unjuk kebolehan dengan tangan kosong.


"Hopp...!! Hiaaaat...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Bagh...!!"


" Bugh...!"


"Luar biasa..! ilmu kamu boleh juga..!" sanjung misteri.

__ADS_1


"Anda yang lebih pandai dari aku.Aku hanya anak kecil yang masih sekolah, Mister..!!" balas Rani yang merendah.


"Kalau begitu, aku ingin menjajal ilmu pedangmu..!!" seru Mister Li yang mengeluarkan kipas besinya.


"Hiaaat...!!"


"Traaang...!!


"Traaang ....!!"


"Traaaang..!


Jurus demi jurus mereka adu, dan hasilnya belum ada yang kalah maupun menang.


"Kamu dari perguruan mana Nona?" tanya Mister Li saat mereka selesai latihan.


"Saya dari perguruan Darma putih..!";jawab Rani setelah minum air mineralnya dalam botol sedang.


"Gerakan bela dirimu cukup lumayan, hanya tenang dalammu yang perlu di perbaiki,"kata Mister Li.


"Baik mister Li akan saya lebih giat lagi berlatih" balas Rani.


"Oiya, saya ingin bertemu dengan Lilian, apa kamu bisa mempertemukan aku dengan Lilian..?" tanya Mister Li.


"Ohw..memang biasanya dia ada disini. Tapi sekarang ini dia sedang ritual untuk pernikahan besok Mister..!" jawabku.


"Adakah yang bisa mengantarkan saya ke makam papanya Lilian..??" tanya Mister Li.


"Kalau boleh Aku tahu, anda siapanya Lilian Mister..?" tanya Rani penasaran.


"Saya Pamannya dari negara "T" saya saudara sepupu dari mama Lilian." jawab mister Li.


"Baiklah, bisa saya bertemu dengannya..?" tanya Mister Li.


"Oh bisa..! sebentar..!" jawab Rani yang kemudian memanggil Arya yang sedang sibuk berberes-beres.


Setelah menceritakan tentang Mister Li dan tujuannya pada Arya, Arya bersedia mengantarkan Mister Li.


***


Malam harinya, karena kelelahan Rani tertidur pulas di kamarnya.



Tiba- tiba Rani mendengar suara petikan harpa mengalun merdu.


"Si..siapa kamu..?!" tanya Rani yang penasaran.


"Apa kabar Rani..? Aku Leony. ..!" jawab Leony.


"Kabarku baik, Leony..? kenapa wujudmu seperti ini..?" tanya Rani penasaran.


"Peri mah bebas...! aku bisa berubah sesuai keinginanku...!!" jawab Leony asal.


"Iya..iya deh yang Peri.,! " Sahut Rani yang juga asal.


"Saat aku melihat latihanmu tadi siang, aku ingin memberimu sesuatu." kata Leony yang kemudian di tangkupnya kedua tangannya dan dia berkomat-kamit seperti merapal mantera dengan menggosokkan telapak tangannya tersebut.


Kemudian di tengadahkannya kedua tangannya dan muncul cahaya biru yang panjang membentuk sebuah pedang.

__ADS_1



"Pedang...! cantik sekali..!!" seru Rani


"Semoga pedang ini berjodoh padamu. Ambillah..! jika kamu menyebut namanya dia akan muncul maupun menghilang sesuai permintaanmu." kata Leony sambil menyerahkan pedang tersebut.


"Apa nama pedang ini..?" tanya Rani sambil menerima pedang tersebut.


"Pedang Azuya..!" jawab Leony.


Rani pun mencoba menyebut namanya, "pedang Azuya..!" dan pedang itu pun menghilang dari pandangannya.


Kambali Rani menyebutkan


, Pedang Azuya..!" maka pedang itu muncul kembali.


Kemudian Rani menggunakannya untuk latihan, berbagai jurus pedang pun dia tunjukan.


"Hop ...! Hiaaat..!!"


"Beeeeet...! beeeeet...! beeeeet.,!!"


"Bagaimana Rani...? kamu suka..?'" tanya Leony yang kagum akan gerakan jurus-jurus Rani.


"Aku suka sekali...! terima kasih Leony..!" seru Rani yang memeluk Leony.


Seketika itu juga,. Rani terbangun dari mimpinya.


"Apa ini..? aku hanya mimpi..??" tanya Rani dalam hati.


Dia pun penasaran, dan mencoba menyebut nama pedang itu.


"Pedang Azuya..!!"


Seketika itu juga muncul pedang Azuya di telapak tangannya.


"Ah betul tidak mimpi...!!" seru Rani sambil memeluk pedang Azuya itu.


"Kini aku punya senjata..!"


"Pedang Azuya..! bantu aku, kita tumpas kejahatan di muka bumi ini..!!" kata Rani dengan mantap.


...~¥~...


Inspektur Saga : " Thor.... Dari terinspirasi film Mandarin, kenapa jadi ke Sinetron Kian Santang..?"


Author :" Apa iya...? Eh... Iya..!" 🤔🤔🤭🤭🤭✌️


...Author mengucapkan terima kasih pada Readers dan semua yang telah mendukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Tak terasa menuju episode ke 200, suka dan duka Up date novel ini telah author alami....


...Semoga kita senantiasa selalu di beri kesehatan dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin....


...Terima kasih....


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2