
"Tentu, tentu," sahut Komisaris Saga.
"Sebaiknya begitu. M. Faulkener, tunggu saya di sini sebentar. Saya segera kembali." Komisaris Saga menemani Donovan menuju pintu dan menghilang.
Mereka tetap di luar, berbicara selama beberapa menit. Ketika Komisaris Saga masuk lagi, didapatkannya Jimmy berdiri di kamar duduk, menatap sekelilingnya dengan pandangan kebingungan.
"Komisaris Saga," katanya, "apa selanjutnya?"
"Tidak ada selanjutnya. Kasus ini selesai." "Apa?""
"Saya tahu semua - sekarang." Jimmy menatapnya.
"Botol kecil yang Anda temukan?"
"Tepat. Botol kecil itu." Jimmy menggeleng.
"Saya sama sekali tidak mengerti. Karena alasan tertentu nampaknya Anda tidak puas dengan bukti-bukti tentang John Fraser, siapa pun dia sebenarnya."
"Siapa pun dia sebenarnya," ulang Komisaris Saga pelan.
"Andaikan dia benar-benar ada orangnya - well, saya malah terkejut."
"Saya tidak mengerti."
"Ia cuma sebuah nama - ini saja - nama yang dengan cermat dituliskan di saputangan." "Lalu surat itu?"
"Anda lihat bahwa surat itu berhuruf cetak" Nah, mengapa" Begini. Tulisan tangan mudah dikenali dan surat yang diketik jauh lebih mudah ditelusuri daripada yang Anda duga - tapi seandainya John Fraser yang sebenarnyalah yang menulis surat itu, kedua hal ini tidak akan menjadi perhatiannya! Surat itu sengaja ditulis dan dimasukkan ke sRani korban supaya kita temukan. Tidak ada orang bernama John Fraser."
Jimmy memandang Komisaris Saga dengan kebingungan.
"Oleh karena itu," sambung Komisaris Saga, "saya kembali ke pokok yang pertama kali menarik perhatian saya. Anda tadi mendengar saya mengatakan bahwa benda-benda tertentu di sebuah ruangan selalu terletak di tempat yang sama, dalam kondisi tertentu. Saya ajukan tiga contoh. Dan saya sebutkan yang keempat - tombol lampu, Sobat." Jimmy masih menatap Komisaris Saga dengan kebingungan.
__ADS_1
Komisaris Saga melanjutkan penjelasannya.
"Kawan Anda, Donovan, tidak lewat jendela - dengan meletakkan tangannya di atas meja inilah tangannya lalu kena darah! Tapi, saya cepat-cepat bertanya kepada diri sendiri - untuk apa ia meletakkan tangannya di meja"
Apa yang diperbuatnya dengan meraba-raba ruangan ini dalam kegelapan" Ingat, Sobat, tombol lampu selalu terdapat di tempat yang sama - di dekat pintu. Mengapa waktu masuk ke sini ia tidak cepat-cepat mencari lampu dan menyalakannya" Ini yang biasa dilakukan orang. Menurut dia, ia berusaha menyalakan lampu dapur, tapi tidak bisa. Walaupun begitu, ketika saya coba, tombol bekerja sempurna.
Jadi ia tidak menginginkan lampu menyala. Kalau saja lampu menyala, Anda akan segera tahu bahwa Anda tidak berada di flat Patricia. Tidak ada alasan untuk masuk ke sini."
"Apa maksud Anda, M. Komisaris Saga" Saya tidak paham. Apa maksud Anda?" "Yang saya maksudkan - ini." Komisaris Saga menunjukkan anak kunci Yale.
"Kunci flat ini?" "Bukan, Kawan. Kunci flat atas. Kunci Mademoiselle Patricia yang diambil Donovan dari tasnya sore tadi."
"Mengapa - untuk apa?"
"Parbleu! Supaya ia bisa melakukan apa yang diinginkannya - masuk ke flat ini dengan cara yang tidak mencurigakan sama sekali. Sebelumnya ia memastikan bahwa pintu lift tidak dipalang."
"Di mana Anda menemukan kunci itu?" Senyum Komisaris Saga melebar.
"Saya pertanyakan alasan yang dikemukakan Inspektur tentang penyembunyian jenazah di balik tirai. Untuk mendapat waktu meloloskan diri" Tidak. Ada alasan yang lebih dari itu. Karena itu saya berpikir tentang satu hal, yaitu pos. Pos malam yang diantar pukul 21.30 atau sekitar itu. Katakanlah si pembunuh tidak menemukan sesuatu yang ia cari, tapi sesuatu itu mungkin disampaikan melalui pos berikutnya. Dengan demikian, jelas ia harus kembali. Tapi kejahatannya tidak boleh diketahui oleh pelayan korban atau polisi akan menyegel flat ini, maka disembunyikannya jenazah di belakang tirai. Si pelayan tidak menaruh curiga apaapa, lalu meletakkan surat di meja, seperti biasanya."
"Surat?"
"Ya, surat." Komisaris Saga mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
"Inilah barang kedua yang saya ambil dari saku M. Donovan waktu ia tak sadarkan diri." Komisaris Saga memperlihatkan alamat surat. Amplop berketik yang ditujukan kepada Nyonya Ernestine Grant.
"Tapi, saya ingin bertanya satu hal lebih dulu kepada Anda, Faulkener - sebelum kita melihat isi surat ini. Anda mencintai Mademoiselle Patricia atau tidak?"
"Saya amat memperhatikan Pat - tapi saya tidak pernah berpikir saya punya kesempatan."
"Anda mengira ia memperhatikan Donovan" Mungkin ia mulai memperhatikan lakilaki itu - namun ini baru permulaan, Sobat. Inilah saatnya Anda membuat ia melupakan Donovan - Anda perlu mendampinginya dalam kesulitan."
__ADS_1
"Kesulitan?" Jimmy bertanya tajam.
"Betul. Kami akan berusaha semampu kami untuk menjaga agar namanya tidak tersangkut dalam perkara ini. Akan tetapi, mustahil ia tidak tersangkut sama sekali. Anda tahu, dialah motif pembunuhan ini." Komisaris Saga membuka surat yang dipegangnya.
Sehelai lampiran jatuh. Surat itu singkat sekali; berasal dari kantor pengacara. Dear Madam, Dokumen yang Anda lampirkan sudah lengkap dan pernikahan yang telah dilaksanakan di negara lain tidak dapat dibatalkan dengan cara apa pun. Dengan hormat, dst.... Komisaris Saga menunjukkan lampiran surat itu. Akta pernikahan Donovan Bailey dan Ernestine Grant, tertanggal delapan tahun yang lalu.
"Astaga!" seru Jimmy.
"Pat mengatakan ia mendapat surat dari wanita itu yang minta bertemu dengannya. Tapi Pat tidak pernah membayangkan bahwa urusannya sepenting ini." Komisaris Saga mengangguk.
"M. Donovan tahu. Dia mengunjungi istrinya sore tadi, sebelum pergi ke flat di atas - bagaimanapun juga ironis sekali, membawa perempuan malang ini tinggal satu gedung dengan saingannya - dia membunuhnya dengan darah dingin, lalu melanjutkan hiburan petangnya. Pasti istrinya sudah memberitahukan bahwa akta pernikahan mereka telah dikirim ke kantor pengacara dan ia tengah menantikan jawaban mereka. Tidak diragukan lagi laki-laki ini mencoba meyakinkan istrinya bahwa ada kesalahan dalam perkawinan mereka."
"Rasanya Donovan bersemangat juga sepanjang petang tadi. M. Komisaris Saga, Anda kan tidak membiarkannya bebas begitu saja?" tanya Jimmy ngeri.
"Tidak ada kata meloloskan diri baginya," jawab Komisaris Saga muram. "Anda tidak usah khawatir."
"Pat-lah yang paling saya pikirkan," kata Jimmy.
"Anda tidak mengira - dia betulbetul menaruh perhatian."
"Sobat, ini tugas Anda," ujar Komisaris Saga lembut.
"Untuk membuatnya berpaling kepada Anda serta melupakan Donovan. Saya kira tidak terlalu sulit bagi Anda." Rani mampir ke kamar Komisaris Saga dan kudapati ia sedang ada banyak pekerjaan.
Betapa ia sudah menjadi favorit umum sehingga setiap wanita kaya yang lupa di mana menaruh gelangnya atau kehilangan anak kucing bergegas meminta jasa Hercule Komisaris Saga yang hebat.
Sahabatku yang berbadan kecil ini mempunyai perpaduan yang aneh antara sikap hemat Flemish dan semangat yang artistik. Diterimanya banyak kasus yang tidak terlalu diminatinya semata-mata karena sikap hematnya lebih berbicara.
Ia juga menangani perkara-perkara yang mendatangkan hanya sedikit imbalan atau malah tidak sama sekali asal saja masalah itu menarik baginya. Akibatnya, seperti telah kukatakan, ia terlalu banyak bekerja. Dia sendiri mengakui ini, jadi tidak terlalu sulit membujuknya untuk menemaniku berlibur selama sepekan ke Ebermouth, tempat peristirahatan Pantai Selatan yang terkenal.
Kami sudah melewatkan empat hari yang amat menyenangkan ketika Komisaris Saga menghampiriku dengan sepucuk surat di tangannya.
__ADS_1
"Sobat, engkau ingat kawanku Joseph Aarons, agen teater itu?" Setelah berpikir sebentar, Rani mengiyakan.