Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Kekecewaan Nenek Lasmi


__ADS_3

Sedangkan Rani sudah berada di atas tempat tidur, dan gadis itu menutup seluruh tubuhnya dengan selimutnya yang lembut dan nyaman untuknya.


"Oh hanya permen pelega tenggorokan saja kok!" jawab Rani yang tak mengatakan hal yang sebenarnya.


"Eh, Rani apa kamu nggak curiga dengan kedatangan nenek Lasmi dan kedua cucu dan satu muridnya itu?" tanya Arya sambil berbisik.


"Apa maksud kamu, Arya?' tanya Rani yang penasaran.


"Jangan gunakan ilmu barumu. Aku khawatir saja kalau mereka mencuri ilmu kita." kata Arya yang merasa harus waspada.


'Baiklah, tapi kamu harus tetap kalah ya!" seru Rani yang sudah siap dengan kuda-kuda. Dan demikian juga dengan Arya.


"Apa!" seru Arya yang sangat terkejut dengan seruan Rani dan gadis itu hanya menyunggingkan senyumnya yang manis.


Sementara itu di panggil halaman, dimana nenek Lasmi, kedua cucu dan satu muridnya yang sedang memperhatikan Rani dan Arya yang sedang bertarung.


"Yuki, Yuda dan kamu Nando. Perhatikan gerakan Arya dan Rani dengan seksama. Kita pelajari nanti saat sampai di perguruan. Apakah kalian mengerti!" bisik Lasmi pada ke dua cucu dan satu muridnya.


"Mengerti nek!" jawab Yuki dan Yuda seraya menganggukkan kepalanya.


"Nando mengerti guru." jawab Nando yang juga menganggukkan kepalanya.


"Kalian disini, aku akan menghampiri kak Darma!" lanjut bisik nenek Lasmi yang berpesan pada ketiga anak muda itu.


"Iya nek!" jawab Yuki dan Yuda yang bersamaan.


"Baik guru!" jawab Nando yang kemudian bersama kedua cucu nenek Lasmi, sibuk memperhatikan Rani dan Arya. Sementara nenek Lasmi melangkahkan kakinya menghampiri Kakek Darma.


"Kakak Darma boleh Lasmi tahu apa tongkat yang digunakan oleh Rani tadi? Lasmi belum pernah melihatnya?" tanya nenek Lasmi saat sudah menghampiri kakek Darma.


"Aku juga tidak tahu, hei! kenapa kamu belum juga pulang? ini sudah larut malam. Apa tidak kasihan sama ke dua cucu dan satu muridmu itu?" tanya Kakek Darma pada nenek Lasmi yang menoleh dengan hanya sebentar saja.


"He...he....! Lasmi masih kangen sama Kakakku yang ada disampingku ini!" kata nenek Lasmi sambil tersenyum.


"Terserah kamulah!" seru kakek Darma yang tak mau berdebat dengan adik seperguruannya itu.


Nenek Lasmi pun tersenyum penuh kemenangan.


Sementara itu liontin kalung pusaka yang sudah berubah menjadi tongkat itu, membuat Kity yang ada didalamnya dengan sengaja keluar dan memperhatikan yang ada disekitarnya.

__ADS_1


"Nampaknya yang di bicarakan temanmu Arya ada benarnya nona. Nenek itu ada niat tidak baik" kata si Kity di telinga Rani.


"Oh, jadi begitu! Aku dan Arya satu seperguruan bisa jadi kami seri, kalau menang pun pasti ada salah satu dari kita yang mengalah." gumam Rani dalam hati.


Rani dan Arya melakukan perkelahian dengan sengitnya. Jurus demi jurus telah mereka berdua keluarkan, namun tak ada yang menunjukan keunggulan mereka.


"Mengalahlah Rani agar pertandingan cepat selesai!" bisik Arya seraya mengedipkan satu matanya.


"Mengalah? kan Rani sudah bilang kalau Rani sudah punya pacar!" seru Rani.


"Cuma pura-pura saja, lagi pula biar bersih namaku akibat ulah Bima." rayu Arya.


"Jangan coba merayuku, kalau mau nama kamu itu bersih mudah saja! Kita menangkan turnamen besok!" balas Rani dengan mendesis.


"Apaan ini! mereka hanya main-main saja kakak. Lihat mereka hanya mengobrol dan h hanya pakai jurus-jurus biasa, seperti sengaja membuat seri!" seru nenek Lasmi yang nampak kecewa.


"Dari pandanganmu memang demikian. Karena pertandingan yang sesungguhnya bagi mereka adalah besok lusa. Perkelahian hari ini adalah latihan buat mereka, agar mereka bisa menyatukan kekompakan dalam pertarungan mereka," jelas Paman Sidiq yang sedari tadi diam mengawasi jalannya perkelahian.


"Ah, sungguh membosankan! Kak Darma kami pamit pulang!" seru Nenek Lasmi seraya menyalami kakak seperguruannya dan yang lainnya.


Di ikuti Yuki, Yuda dan Nando yang juga menyalami semuanya.


Dan "Brugh..!"


Arya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


"Rani menang...!' teriak Sersan Saga yang membuat semua orang yang tadi sibuk bersalaman kembali melihat ke arah perkelahian.


"Hei, bagaimana dia bisa menang tadi?" tanya nenek Lasmi yang masih penasaran.


"Hm....hm...! mereka bukan lagi urusan kalian. Jadi cepat pulang sana sudah malam. Kami juga mau beristirahat untuk menyiapkan tenaga buat turnamen lusa!" seru Kakek Darma dengan tegas.


"Ya, sudahlah kami pamit. Selamat malam semuanya!' pamit Nenek Lasmi dengan wajah yang menunjukkan kekecewaannya.


Hal itu di balas senyuman sinis oleh Paman Sidiq dan Raditya yang sedari tadi sudah mengetahui niat buruk nenek Lasmi, Yuki, Yuda dan Nando datang secara mendadak ke perguruan Darma putih,


"Maaf ya Arya, aku juga tak ingin kamu menang!" kata Rani saat berada di sisi Arya yang pingsan.


"Rani, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Sersan Saga, saat menghampiri Rani dan Arya yang sedang pingsan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak, tapi Arya pingsan, kak!" jawab Rani yang khawatir.


"Arya biar aku yang mengurus, sekarang kalian cepat bersihkan diri dan kemudian makan. Kalian pasti sudah lapar. Iya kan?" kata Paman Sidiq yang memberikan sesuatu di hidung Arya, agar pemuda itu bisa siuman.


"Iya paman!" jawab Rani yang kemudian dia berdiri dan bersama Sersan Saga, keduanya undur diri dan melangkahkan kaki menuju ke rumah untuk membersihkan diri.


Sementara itu Paman Sidiq dibantu para murid yang lainnya, mengangkat tubuh Arya ke teras rumah, sedangkan yang lainnya ada yang kembali ke rumah dan asrama masing-masing.


Setelah membersihkan diri dan makan malam, Kakek Darma memanggil Rani untuk minta penjelasan pada cucunya itu.


"Rani! cucu perempuanku tersayang, kemarilah!" panggil Kakek Darma yang saat ini mereka berada di ruang tamu.


Mereka yang saat ini berada di ruang tamu saat ini Kakek Darma, Paman Sidiq, Raditya, Arya, Sersan Saga dan Rani.


"Rani tidak mau, Rani masih marah sama Kakek. Kakek jahat! cuma minta minum saja nggak boleh!" jawab Rani yang duduk di samping Raditya, sambil merebahkan kepalanya pada salah satu bahu Raditya.


Hal itu membuat Sersan Saga yang duduk di samping Arya merasa tak nyaman, ada gejolak tak suka walaupun tahu Raditya itu kakak kandung kekasihnya.


"Kamu marah ya sama Kakek, kakek minta maaf. Kakek tidak mau pilih kasih karena kamu cucu kakek. Harap maklum ya Rani cucuku, ke sinilah! kakek rindu ingin memeluk kamu cucuku yang cantik." rayu kakek Darma.


"Sudah Rani bilang tidak mau ya nggak mau!" seru Rani yang berjalan menuju kamarnya.


"Punya adik satu manjanya kok kebangetan!" gerutu Raditya yang mengejar Rani masuk ke kamar.


.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2