Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Jarot itu Siapa?


__ADS_3

"Mengerti...!" jawab semuanya dengan kompak.


"Ayo Rani, ada yang ingin kakak bicarakan dengan Guru." ajak Sersan Saga yang menoleh ke arah Rani.


"Baiklah, kak Saga." jawab Rani, yang kemudian mereka melangkahkan kaki secara beriringan kembali menuju ke arah rumah.


"Saga, Rani ada apa sebenarnya?" tanya Kakek Darma yang penasaran.


"Sebaiknya kita masuk ke rumah, ada yang ingin aku sampaikan pada Guru dan yang lainnya!" seru Sersan Saga yang sebelumnya memberi hormat pada gurunya dan yang lainnya..


Semuanya menganggukkan kepala dan kemudian semua masuk ke rumah dan duduk berkumpul di ruang tamu, diantara mereka adalah


Kakek Darma, Paman Sidiq, tuan Wibowo, Raditya, nyonya Lani, Arya, Sersan Saga dan Rani.


Sedangkan Bima membantu bibi Dewi dan bibi Inah di dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan mereka yang sedang berdiskusi.


"Apa yang ingin kamu sampaikan, Saga?" tanya Kakek Darma yang penasaran seraya menatap Sersan Saga dengan rasa penasarannya.


"Sebelumnya saya minta ma'af, murid ingin memberitahukan bahwa yang menyerang kita tadi adalah anggota geng Kobra. Pemimpin mereka tadi adalah Jarot." jelas Sersan Saga.


"Jarot? Jarot itu siapa?" tanya Paman Sidiq yang penasaran.


"Apakah ada hubungannya dengan Jarwo?" tanya Papa Wibowo yang berusaha mengingat kisah pertama kali dia bertemu Jarwo yang sekarang bekerja sebagai satpam di Gym Wibowo yang dikelola Raditya.


"Om Wibowo, Anda kenal Jarwo?" tanya Sersan Saga yang dengan tatapan rasa ingin tahunya..


"Iya, Jarwo adalah salah satu satpam terbaik di Gym saya. Waktu pertama kali jumpa Jarwo, kondisinya luka parah, dia dan istrinya jadi buronan geng Kobra.


Pada waktu itu hanya Jarwo yang bisa saya selamatkan, sementara istrinya dibawa geng Kobra." jelas tuan Wibowo.


"Jarwo dan Jarot adalah kakak beradik, mereka selalu berselisih paham. Suatu hari Jarwo gagal melakukan misinya dan kabur dari hukuman Baskoro. Itu yang saya tahu. Mereka berdua dulu adalah tangan kanan Baskoro. di kota X." jelas Sersan Saga.


Tak berapa lama Bima datang dengan membawa minuman dan makanan kecil untuk mereka.


"Jadi kisahnya begitu ya?" tanya Paman Sidiq sambil menerima makanan dan minuman yang dibawa oleh Bima.

__ADS_1


"Iya kurang lebihnya begitu, dan ada baiknya kalau ada kesempatan kita bisa membantu Jarwo untuk mencari istrinya." kata tuan Wibowo yang menyarankan.


"Itu sih sudah pasti pa! Yang jadi masalah, sekarang ini istri pak Jarwo itu nama dan wajahnya seperti apa, dan juga ditahan didaerah mana?" tanya Rani yang sambil mengambil makanan yang sudah dihidangkan oleh Bima.


"Kita butuh informan atau ada yang bisa menyamar dan masuk menjadi salah satu anggota geng kobra!" saran Sersan Saga.


"Ah, betul itu! Aku juga sependapat!" seru paman Sidiq yang menatap ke arah Sersan Saga.


"Tunggu, aku rasa geng Kobra punya maksud dan tujuan mengapa mereka ke perguruan ini!" kata Raditya dan semuanya menatap pemuda itu seraya menganggukkan kepala masing-masing.


"Itu pastinya..kenapa mereka datang dalam jumlah besar. Saya yakin mereka akan merekrut anggota dalam jumlah besar. Saya beranggapan begitu, sebab kemarin waktu dalam perjalanan kemari. Geng Kobra berkelahi dengan geng Musang hitam. Yang kata geng Musang Hitam, geng Kobra akan melebarkan sayapnya secara besar-besaran." jelas Sersan saga.


"Benar itu!" seru Rani, Raditya, dan Tuan Wibowo yang bersamaan seraya menganggukkan kepala karena tahu kejadian perkelahian geng Kobra dan geng Musang hitam kemarin.


"Atau mungkin bisa jadi karena hal lain?" kata Rani yang memberikan pendapatnya.


"Kita lihat saja nanti." kata Raditya.


"Menurut informasi yang saya terima waktu di kota, setiap ada Jarot pasti ada Baskoro. Entah apa yang membuat mereka selalu berdekatan. Mungkin saja Jarwo bisa menjelaskan!" kata Sersan Saga.


"Apa pak Jarwo tidak bisa di hubungi Pa?" tanya Raditya.


"Kita tidak tahu apa yang terjadi besok! Sidiq, kamu besok yang mengantar Saga, Rani dan Arya ke Turnamen.Oya! Raditya kamu juga ikut, siapa tahu mereka membutuhkanmu." perintah Kakek Darma seraya menatap satu persatu anggota keluarganya, dan semuanya menganggukkan kepala tanda mengerti maksud dari orang yang paling mereka hormati itu.


"Eh, tumben kakek tidak memanggil kak Saga dengan julukannya? Bocah Tengil?" gumam Rani dalam hati yang mengulas senyum dan menatap ke arah kakek dan Sersan Saga secara bergantian.


"Apakah Kakek tidak ikut?" tanya Rani yang penasaran.


"Kakek dan papa angkat kamu, lebih baik berada disini saja. Kita akan menjaga semuanya. Kakek punya firasat mereka akan datang kemari lagi." jawab Kakek Darma yangvmenatap ke arah cucu perempuannya itu.


"Iya sebaiknya begitu, kita bagi tugas. Kita tidak tahu yang akan terjadi esok hari." kata Sersan Saga.


"Oh, baiklah kalau begitu!" gumam Rani.


"Rani cucuku! kakek mau tanyasama kamu!" seru kakek Darma yang sekali lagi menatap ke arah Rani.

__ADS_1


"Ada apa ya kek?" tanya Rani yang dalam hati berusaha menebak apa yang akan dikatakan kekek Darma.


"Apa kamu punya senjata rahasia dan tenaga dalam kamu belajar dari mana?" tanya Kakek Darma yang dari kemarin penasaran dengan Rani.


Semuanya memandang ke arah Rani, dan ternyata semua juga penasaran dengan jawaban Rani.


Gadis itu menggigit bibir bawahnya dan memandang semua yang menatap dirinya.


"Em....! Sebaiknya aku ceritakan tidak ya?" tanya Rani dalam hati.


"Itu terserah hati kamu, jangan tanya padaku ya. Jadi resiko tanggung sendiri! He...he...he...!" kata si Kity sambil terkekeh.


"Lha...!" keluh dalam hati Rani yang kebingungan.


"Ee.....? Rani makan dulu ya kek..! Rani lapar..!" jawab Rani sambil menyunggingkan senyumannya.


"Kamu ini ya! padahal kita sudah siap-siap mendengarkan. Suka sekali buat orang penasaran saja!" celetuk Sersan Saga.


"Eh, ya ma'af! Rani kan belum siap untuk menjawabnya! Tapi Rani janji kalau suatu saat Rani pasti akan cerita pada kalian semuanya!" seru Rani seraya mengulas senyumnya.


"Hm...! Dasar kau ini ya!" seru semuanya yang kecewa dengan jawaban dari Rani.


Rani berusaha mengulas senyumnya, walaupun dalam hatinya dia juga tak enak hati pada semuanya.


Kemudian semuanya menikmati makanan dan minuman seraya berdiskusi tentang strategi yang akan mereka gunakan untuk bisa memenangkan turnamen nanti.


Sementara itu, Bima juga ikut nimbrung dalam diskusi tersebut. Sementara bibi Dewi, Desy, bibi Inah dan nyonya Lani sudah beranjak ke tempat tidur masing-masing.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2