Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Guru Killer Rani Pingsan


__ADS_3

Sesampainya di sekolah, seperti biasa Rani memarkirkan kendaraannya di tempat parkir sekolah.


"Teng....! teng...! teng...!!"


"Gawaat...!! Sarapan mana sempat, keburu telat...!!"gumam Rani dalam hati yang bergegas melangkahkan kaki ke ruang kelasnya.


Teman-temannya sudah ada dalam kelas sedari tadi.


"Rani, ternyata kamu masuk..! cepat kamu contek kerjaan ku ini..!" ucap Dito saat Rani baru datang.


"Ada pekerjaan rumah rupanya?" tanya Rani yang kemudian mengeluarkan buku tulisnya.


"Bu Shofia sudah pensiun di ganti guru Killer...! serem pokoknya..!!" jawab Dito.


Rani tak menjawab, dia segera mencontek kerjaan Dito.


Baru saja dapat satu baris, guru killer itu sudah masuk dan menyuruh murid-murid mengumpulkan tugas mereka.


Rani pun masih berusaha mengerjakan sebisanya.


"Apakah yang bernama Rani hari ini hadir..!!" tanya guru killer itu saat membaca buku absensinya.


"Hadir pak..!!" seru Rani yang kemudian berdiri.


"Tugas kamu mana..?" tanya guru killer itu yang terus menatap Rani.


"Sa..saya belum mengerjakannya pak..!! kan kemarin sa..saya libur..?" Rani beri alasan yang masuk akal.


"Alasan...! kamu kan punya ponsel dan punya teman? dan bisa hubungi mereka..!" seru Guru itu sambil berkacak pinggang.


"Iya pak , saya salah,.!' sahut Rani yang nggak mau persoalannya jadi panjang.


"Kemari kamu..!!" seru guru itu dengan ketusnya.


"Ba..baik pak..!!" jawab Rani yang bergegas melangkah ke depan kelas


"Bakal kena hukuman dia..!" bisik beberapa teman sekelas Rani.

__ADS_1


Rani pun sampai di depan kelas dan di hadapan pak Guru itu.


"Kau bersihkan seluruh kamar mandi di sekolah ini tanpa kecuali.,.!" perintah guru itu.


"Sekarang pak?" tanya Rani, yang perut ya melilit menahan lapar sedari tadi.


"Tidak...! tahun depan , ya sekaranglah..!! cepat atau aku tambah hukumanmu..!!" seru Guru batu itu.


"I..iya pak .!" sahut Rani yang kemudian segera keluar dari kelas menuju kamar mandi.


"Rasain tuh...! Rani itu pantasnya memang di toilet...! ha..ha..!!" celetuk Bella and the gang.


"Satu kamar mandi aja aku jijik apa lagi ini semua kamar mandi? padahal kamar mandi di sekolahan ini ada dua belas kamar kamar mandi...! menjijikan..!" seru bella dan semuanya pun riuh.


"Diaaaaam...!! atau mau aku hukum seperti Rani.,!; seru Pak guru Killer itu.


Dan ajaib, para murid-murid itupun kompak tak bersuara


Perut Rani sedari tadi memanggil minta diisi.


"Bu.,! pesan es teh satu ya..!" pesan Rani sambil mengambil roti dihadapannya.


Baru saja hendak melahap roti semir yang ada di tangannya, guru killer itu sudah berada di belakangnya.


"Sedang apa kamu..!!?'" seru guru killer itu, yang otomatis membuat Rani kaget dan hampir saja tersedak roti yang habis digigitnya.


"Ma..makan pak..! maaf saya belum sarapan..!" jawab Rani jujur.


"Habiskan roti itu dalam waktu sepuluh detik..!!" seru guru itu sambil mengawasi jam tangannya.


Tanpa pikir panjang Rani segera mamakan roti dan meminum es tehnya.


Dan waktu uang ditempuhnya ternyata lebih dari sepuluh detik, hal itu membuat guru itu tertawa penuh kemenangan.


"Ha ..ha..hukuman kamu aku tambah berdiri depan tiang bendera denga. posisi hormat sampai jam sekolah selesai...!!" perintah guru itu.


"Aa..pa..! sampai sekolah usai?" gumam Rani tak percaya.

__ADS_1


" Heh...! akhirnya aku bisa mengerjaimu..!" kata dalam hati guru itu.


"Cepat lakukan atau aku tambah lagi hukuman kamu...!!" seru guru killer itu.


"Baa..baik..!!" Ucap Rani yang berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan kamar mandi.


"Aku harus cepat selesaikan membersihkan kamar mandinya, biar ada waktu ke kantin lagi untuk beli sarapan..!" batin Rani yang semangat membersihkan kamar mandinya.


Benar saja, sebelum istrahat Rani telah selesai membersihkan semua toilet sekolah.


"Semoga dia tidak tahu...!" batin Rani yang mempercepat langkahnya berbaur dengan murid-murid lain yang sedang menuju kantin sekolah.


Tak sengaja Rani berpapasan dengan Dito,


"Hai Rani..!" panggil Dito.


"Eh Dito, maaf aku buru-buru..! aku lapar banget...!!" seru Rani sambil memegang perutnya.


Saat sampai di depan kantin, terdengar suara panggilan dari pengeras suara


"Untuk yang bernama Rani kelas Satu C, segera selesaikan tugasnya. Atau mau di tambah lagi tugasnya..??" seru suara dari pengeras suara itu.


"Yah..! ketahuan..!" ucap Rani kecewa.


"Rani tenang, nanti aku belikan kamu makanan...!" seru Dito saat menepuk pundak Rani.


"Makasih ya Dit...!" ucap Rani yang bergegas menuju ke halaman sekolah dan berdiri dengan posisi hormat pada tiang bendera.


Matahari pagi yang beranjak menuju siang hari, hari ini sungguh menyengat. Baru sepuluh menit berdiri, keringat Rani sudah sebesar biji jagung dan kulitnya pun sedikit menghitam.


...~¥~...


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...


Terima kasih.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2