Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Nyonya Oglander


__ADS_3

 "Benar, Monsieur. Baru saja dibersihkan dan diantarkan kemari."


 "Ah!" kata komisaris saga selagi Rani dan komisa menuruni anak tangga. "Kelihatannya para pelayan tidak terlalu bergairah untuk mencuci sepatu, meskipun mereka mau saja bila disuruh. Nah, Sobat, rupanya ada satu atau dua hal yang menarik, tapi Rani khawatir - khawatir sekali - kita harus menganggap kasus ini selesai. Semua nampaknya cukup jelas."


"Dan si pembunuh?"


"Hercule komisaris saga tidak mengejar gelandangan," jawabnya dengan kata-kata yang muluk.


 Nona Oglander menemui kami di gang.


"Kalau Anda mau menunggu sebentar di ruang duduk, Mama ingin bicara dengan Anda berdua." Ruang duduk itu belum juga disentuh. Dengan malas-malasan komisaris saga mengumpulkan dan mengocok kartu-kartu bridge yang ada dengan tangannya yang kecil dan terawat baik.


"Kau tahu apa yang kupikirkan, Sobat?"


 "Tidak," sahutku penuh semangat.


"Kukira Nona Oglander keliru waktu mengatakan ia sudah menjalankan satu kartu tapi bukan kartu truf. Seharusnya ia sudah menjalankan tiga kartu sekop."


"komisaris saga! Engkau terlalu!" "Mon Dieu, Rani toh tidak harus selalu berbicara tentang darah dan masalah."


 Tiba-tiba komisaris saga menegang. "Rani - Rani. Lihat! Kartu raja klaver itu tidak ada!"


"Zara!" teriak Rani.


 "Eh?" Rupanya komisaris saga tidak memahami peringatan Rani. Dengan cekatan ditumpuknya kartu-kartu itu dan dimasukkannya ke dalam kotaknya.


Wajahnya serius sekali.


 "Rani," akhirnya ia bersuara


, "Rani, Hercule komisaris saga, hampir saja membuat kesalahan besar - kesalahan yang besar sekali." Kutatap dia dengan pandangan terpana, tanpa tahu apa maksudnya. "


Kita harus mulai lagi, Rani. Ya, kita harus mulai lagi. Tapi, kali ini kita tidak boleh membuat kesalahan." Kata-kata komisaris saga terputus karena seorang wanita setengah baya yang cantik memasuki ruangan. Di tangannya terdapat beberapa buku mengenai rumah tangga.


"Anda kawan - eh - Nona Saintclair?"

__ADS_1


"Saya datang atas permintaan kawannya, Madame."


"Oh, saya mengerti. Saya kira mungkin Mendadak komisaris saga menunjuk ke jendela. "Tirai jendela itu tidak ditutup semalam?"


"Tidak - saya kira karena itulah Nona Saintclair melihat cahaya dalam rumah ini dengan jelas." "Semalam bulan bersinar terang. Saya jadi bertanya-tanya apakah Anda tidak melihat Nona Saintclair dari tempat duduk Anda yang menghadap jendela?" "Kami asyik bermain kartu. Kejadian seperti semalam belum pernah kami alami." "Saya tahu, Madame. Dan saya akan membuat Anda tenang. Besok Nona Saintclair akan meninggalkan tempat ini." "Oh!" Wajah cantik itu berubah cerah.


"Dan, selamat pagi, Madame." Seorang pelayan tengah membersihkan tangga ketika kami melewati pintu depan. komisaris saga menyapanya.


"Anda membersihkan sepatu wanita di lantai atas?" Yang ditanya menggeleng.


 "Tidak, Sir. Setahu saya sepatu itu tidak dibersihkan."


 "Lalu, siapa yang membersihkan," tanyRani sewaktu kami sampai di jalan.


"Tidak seorang pun. Sepatu itu memang tidak perlu dibersihkan." "Rani tahu kalau cuma berjalan di jalan atau jalan setapak pada malam yang terang memang tidak akan mengotorkan sepatu. Tapi, sepatu itu pasti kotor kalau dipakai melewati rumput-rumput di kebun yang tinggi."


"Betul," komisaris saga menimpali sambil tersenyum ingin tahu. "Rani setuju. Sepatu itu pasti kotor."


"Tapi - "


"Sabar sebentar, Rani. Kita kembali ke Mon D?sir."


. "Hai! Bukan jendela yang itu, komisaris saga!" Rani berseru melihat komisaris saga melangkah ke jendela yang menghadap jalan.


"Kukira tidak, Sobat. Kemarilah." komisaris saga menunjuk kepala singa dari pualam. Di atasnya ada noda yang sudah samar-samar warnanya. Dialihkannya jarinya ke noda serupa di lantai.


 "Seseorang menghantam di antara kedua mata Reedburn dengan tangan tergenggam. Reedburn jatuh ke belakang, menimpa pualam ini dan merosot ke lantai. Setelah itu, ia diseret ke jendela satunya dan dibaringkan di sana, tapi tidak dalam posisi seperti yang dijelaskan Dokter Ryan."


 "Mengapa" Hal itu toh tidak perlu."


"Justru sebaliknya, tindakan ini penting sekali. Di sinilah kunci bagi identitas pembunuh - biarpun sebenarnya ia tidak berniat membunuh Reedburn. Jadi, lebih baik tidak menyebutnya pembunuh. Orang itu pasti kuat sekali."


 "Karena menyeret mayat Reedburn?"


"Sama sekali tidak. Perkara ini menarik. Walaupun begitu hampir saja Rani menjadi orang tolol."

__ADS_1


"Engkau mau mengatakan bahwa kasus ini sudah selesai dan engkau sudah mengetahui semuanya?"


"Ya." Satu ingatan mengentakku. "Tidak!" seruku. "Satu hal yang tidak kauketahui."


 "Apa itu?" "Di mana kartu raja klaver yang hilang itu?"


 "Eh" Pertanyaan yang menggelikan, Sobat. Menggelikan."


"Kenapa?"


"Karena kartu itu ada di sakuku." Dikeluarkannya kartu itu dan dilambaikannya.


 "Ooo...." katRani kecewa. "Di mana kautemukan itu" Di sini?"


"Tidak ada yang luar biasa. Kartu itu cuma tidak dikeluarkan bersama kartu-kartu lainnya. Ada di dalam kotaknya."


 "Hmm! Tapi, kartu itu memberimu ilham, kan?"


"Betul, Sobat. Rani berterima kasih kepada Yang Kuasa."


"Dan kepada Madame Zara!"


"Ah, ya, kepada perempuan itu juga." "Lalu, apa yang kita perbuat sekarang?"


"Kembali ke kota. Tapi, Rani harus berbicara dulu kepada seorang wanita di Daisymead." Pelayan wanita yang bertubuh kecil itu lagi yang membuka pintu. "Mereka sedang makan siang, Sir. Kalau Nona Saintclair yang ingin Anda temui, ia tengah beristirahat."


"Bisa saya bertemu Nyonya Oglander sebentar" Tolong beritahu dia." Kami dipersilakan menunggu di ruang duduk. Sekilas Rani melihat keluarga Oglander di kamar makan pada waktu kami lewat. Sekarang, dua orang laki-laki yang kelihatannya kuat dan pendiam melengkapi keluarga itu. Seorang berkumis, yang satunya selain berkumis berjenggot pula. Dalam beberapa menit Nyonya Oglander muncul dan memandang komisaris saga dengan mata bertanya-tanya. komisaris saga membungkuk.


"Madame, di negara kami orang sangat bersimpati dan menghormati para ibu. Mere de famille, ibu adalah segalanya." Nampaknya Nyonya Oglander terkejut mendengar kata-kata ini.


"Karena itulah saya datang - untuk menenteramkan hati seorang ibu. Pembunuh Reedburn tidak akan diketahui. Jangan khawatir. Saya, Hercule komisaris saga, yang mengatakannya, Saya benar, bukan" Atau, seorang istri yang harus saya tenangkan?" Hening sejenak. Nyonya Oglander menyelidiki komisaris saga dengan pandangannya. Akhirnya, ia berkata lirih, "Saya tidak mengerti bagaimana Anda bisa tahu - tapi, Anda memang benar." komisaris saga mengangguk dengan wajah muram. "Ini saja, Madame. Jangan gelisah. Polisipolisi Inggris tidak memiliki mata Hercule komisaris saga." Diketuknya potret keluarga itu dengan kukunya.


"Dulu Anda punya anak perempuan yang lain. Dia sudah meninggal, Madame?" Lagi-lagi hening sebentar, ketika pandangan nyonya rumah menyelidiki komisaris saga. Lalu Nyonya Oglander menjawab,


"Ya, sudah meninggal."

__ADS_1


Ah!" komentar komisaris saga cepat.


"Well, kami harus kembali ke kota. Boleh saya mengembalikan kartu raja klaver ini" Di sinilah kekhilafan Anda. Anda mengerti, bermain bridge selama lebih kurang satu jam, hanya dengan 51 kartu - bagi orang yang tahu permainan ini pasti tidak akan percaya sedikit pun! Selamat siang."


__ADS_2