Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Menjenguk Nara


__ADS_3

Sesampainya di Rumah sakit, Komisaris pun langsung masuk ke Unit gawat Darurat.


Rani, Lilian dan Inspektur Alex menunggu di ruang tunggu dengan gelisah.


"Inspektur Alex, tolong jaga Lilian ya. Aku mau jalan-jalan sebentar." kata Rani sambil berbisik.


"Lilian sedang kesusahan, kamu malah jalan-jalan?" tanya Inspektur Alex setengah sewot.


"Aku ingat ada teman yang dirawat di Rumah sakit ini" jawab Rani yang ingat akan Nara adik Jonathan yang terkena jarum beracun Sania.


"Ohw, kalau sudah ketemu cepat kemari ya..! Kasihan Lilian." kata Inspektur Alex yang tak tega melihat keadaan Lilian.


"Siap Inspektur..!" seru Rani yang kemudian berpamitan pada Lilian.


Rani berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


"Oiya, telepon Jonatan..!" seru Rani yang kemudian mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


Secara sekelebat, Rani melihat ada seorang berbaju abu-abu duduk di depan ruang kelas satu rumah sakit.


"Itu seperti anak buah Sania kemarin?" gumam dalam hati Rani.


Rani berpura-pura sebagai pengunjung, berjalan mendekati ruang kelas satu itu.


"itu..itu...! Baskoro keluar dari ruangan itu...! berarti Sania dirawat di situ...!" kata dalam hati Rani


Baskoro berjalan ke arah Rani dari sebelah kiri, dan Rani melihat Jonathan dari sebelah kanan menuju arah Rani.


Rani melangkah dengan cepat menghampiri Jonathan.Kemudian Rani menarik lengan Jonatan untuk membelakangi Baskoro yang akan lewat.


"Hei..!Siapa kau..!" seru Jonathan yang kaget.


"Ssssst....! aku Rani. Diam...! di belakangmu ada Baskoro." balas Rani.


Jonathan pun terdiam, namun matanya begitu dekat dengan mata Rani.


Membuat jantung Jonathan berdegup kencang.


Dengan spontan Jonathan membelai pipi Rani.


Dengan reflek Rani menurunkan tangan Jonathan.


"Apa yang kau lakukan..!" bisik Rani, sambil menatap Jonathan.

__ADS_1


"A..aku minta maaf. .!'kata Jonathan tak enak hati dan mengalihkan pandangannya.


Setelah Baskoro melewati mereka berdua, Jonathan mengajak Rani melihat Nara.


"Nara..!" panggil Rani saat melihat Nara sudah bisa duduk bersandar di tempat tidur walaupun masih sedikit lemas dan pucat.


Nara menoleh dan mencoba mengingat.


"Aku Rani, aku sedang menyamar. Bagaimana keadaanmu?" tanya Rani yang kemudian menghamburkan pelukannya pada Nara.


"A.aku baik-baik saja kak..!" jawab Nara yang membalas pelukan Rani.


"Maaf aku baru bisa menjenguk kamu, dan tak bawa apa-apa." kata Rani sambil memandang Nara dan Jonathan bersamaan.


"Nggak apa-apa, kenapa kamu berpakaian seperti itu?" tanya Jonathan penasaran.


"Oh, aku sedang ada misi...!" jawab Rani yang kemudian menceritakan apa yang dia lakukan hingga sampai ke rumah sakit.


"Jadi, komisaris ada di sini juga?" tanya Jonathan setelah tahu semua kejadian yang menimpa Rani dan yang lainnya.


"Iya, masih ada di ruang unit gawat darurat..!" kata Rani.


"Katakan pada Nona Lilian, seluruh keluarga Jordy dan geng Serigala ikut prihatin dengan kondisi Komisaris.


’Iya, nanti akan aku sampaikan."kata Rani.


"Tadi setelah Nara sudah keluar dari ruang Unit darurat, dia pamit masih mau mengurus gym-nya." kata Jonathan sambil memberikan obat pada Nara yang tadi dia ambil dari apotik.


Tiba-tiba ponsel Rani berbunyi.


Deret..! derrrrt..! deeerrrtt...!


KemudIan Rani segera mengangkatnya teleponnya


📞📞📞📞📞


Rani :"Hallo, ada apa Inspektur?"


(setelah membaca tulisan yang tertera di layar ponsel.)


Inspektur Alex :"cepat kemari, Komisaris tak tertolong..!!"


Rani :"Maksud kamu apa Inspektur?"

__ADS_1


(Rani yang penasaran)


Inspektur Alex " Komisaris meninggal dunia..!"


Rani : (Degh..!) "Ba..baik aku akan ke sana segera..!":


📞📞📞📞📞📞


Rani pun memutuskan sambungan telepon yg kemudian berpamitan pada Nara dan Jonathan.


"Maaf aku tinggal ya...! Komisaris meninggal dunia..!" kata Rani yang kemudian menyalami Jonathan dan Nara.


"Iya..! Kami turut berbela sungkawa..!" kata Jonathan.


"Iya, Kalian juga hati-hati yg, daaa semua..!" pamit Rani sambil melangkah keluar dari ruang perawatan Nara.


Rani mempercepat langkahnya menuju keruang tunggu unit gawat darurat.


Rani melihat Inspektu Alex mondar-mandir gelisah.


"Inspektur Alex..!" panggil Rani yang mengejutka Inspektur Alex


"Rani..! cepat kamu dampingi Lilian, aku akan administrasi rumah sakit dan mengirim sesuatu ke laborat...!" seru Inspektur Alex


"Oya Inspektur, tolong anda selidiki ini juga..! kata Rani sambil penasaran.


"Apa ini?" tanya Inspektur Alex penasaran.


"Oh ini tadi aku ambil dari saku jas komisaris baru tadi. Kayaknya ini yang di berikan komisaris itu pada papanya Lilian saat sebelum dinner tadi..!' jelas Rani.


"Ok..! Jaga Lilian ya..!" kata Inspektur Alex sambil menepuk bahu Rani. Dan pergi meninggalkan Rani menuju tempat tujuannya.


...~¥~...


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan mengetik like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya...


Jangan lupa dukung baca dan dukung novel Author lainnya ya..


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA

__ADS_1


Terima kasih.


...Bersambung...


__ADS_2