
"Setengah jam yang lalu - sebelum kita sampai di sini!"
Senyum tipis Komisaris Saga mengandung teka-teki.
"Bus memang cepat, tapi motor dari, katakanlah, Monkhampton dapat tiba di sini paling tidak satu jam sebelumnya."
"Lalu, apa yang akan kita perbuat?"
"Rani yang baik - selalu bersikap praktis. Kita lapor polisi, kita lRanikan apa saja yang bisa kita perbuat untuk Nona Durrant - dan - ya, mari kita mewawancarai J. Baker Wood." Rencana ini kami laksanakan. Sementara itu, Mary Durrant yang malang bingung sekali. Ia khawatir bibinya akan menyalahkannya.
"Tentu saja bibinya akan marah," kata Komisaris Saga sewaktu kami berangkat ke Hotel Seaside, tempat Wood menginap.
"Dan sudah sepantasnya. Meninggalkan barang senilai lima ratus pound dalam kopor selama makan siang! Walaupun begitu, Sobat, ada satu atau dua hal yang mencurigakan dalam perkara ini. Kotak pengiriman itu, misalnya, mengapa harus dibongkar?"
"Tentu untuk mengeluarkan miniatur itu."
"Tapi, bukankah itu tindakan tolol" Katakanlah si pencuri menukar bagasi sewaktu jam makan siang, dengan pura-pura mengambil kopornya sendiri. Bukankah jauh lebih mudah membuka kopor, memindahkan kotak itu ke dalam kopornya sendiri, lalu pergi daripada membuang-buang waktu untuk membongkar kotak itu?"
"Ia perlu memastikan bahwa miniatur itu ada di dalamnya."
Kelihatannya Komisaris Saga kurang yakin. Namun, karena kami sudah diantar ke kamar Wood, tidak ada lagi waktu untuk berdiskusi. Segera saja Rani tidak menyukai Baker Wood.
Laki-laki itu bertubuh besar dan kasar, dandanannya berlebihan sekali. Ia mengenakan cincin berlian bermata satu. Bicaranya keras dan gaduh. Tentu saja, ia tidak menaruh curiga akan adanya ketidakberesan. Mengapa ia harus curiga" Perempuan itu mengatakan ia membawa miniatur itu. Sesuai pula dengan contoh yang digambarkan! Apakah ia mempunyai nomor uang tersebut"
Tidak. Bagaimanapun juga siapakah - eh - Komisaris Saga yang menanyakan semua pertanyaan ini kepadanya"
"Saya tidak akan menanyakan apa-apa lagi, Monsieur, kecuali satu pertanyaan ini saja. Gambaran perempuan yang menemui Anda. Apakah ia masih muda dan cantik?"
"Tidak, Sir, orangnya tidak cantik. Sama sekali tidak cantik. Badannya tinggi, setengah umur, rambut beruban, wajahnya berjerawat, dan dihiasi kumis yang mulai tumbuh. Peri" Tentu saja bukan."
"Komisaris Saga!" seru Rani sewaktu kami meninggalkan tempat itu.
"Kumis. Engkau mendengarnya?"
__ADS_1
"TelingRani berfungsi, Rani."
"Tapi, alangkah tidak menyenangkannya laki-laki itu!"
"Memang, sikapnya tidak menyenangkan."
"Well, kita harus menangkap pencuri itu. Kita bisa mengidentifikasi dia."
"Engkau orang sederhana yang naif, Rani. Apakah engkau tidak tahu akan adanya alibi?"
"Kaukira ia mempunyai alibi?" Jawaban Komisaris Saga tidak terduga.
"Kuharap begitu."
"Masalahnya engkau suka mempersulit sesuatu," kata Rani.
"Betul sekali, Kawan. Rani tidak suka - bagaimana engkau menyebutnya - berpangku tangan saja!"
Ramalan Komisaris Saga tepat sekali. Kawan seperjalanan kami yang memakai setelan coklat itu ternyata Norton Kane. Ia langsung menuju Hotel George di Monkhampton dan mendekam di hotel sepanjang siang.
"Perbuatan itu sendiri tidak mencurigakan," ujar Komisaris Saga sambil berpikir. Setelah itu Komisaris Saga berdiam diri dan tidak mau membicarakan masalah ini lebih lanjut. Ketika kupaksa, ia mengatakan ia tengah memikirkan tentang kumis secara umum dan sebaiknya Rani pun berbuat begitu.
Bagaimanapun juga ternyata ia sudah meminta Joseph Aarons - yang melewatkan petang hari bersamanya - untuk memberikan setiap rincian mengenai Baker Wood. Kedua lakilaki itu menginap di hotel yang sama, sehingga ada kesempatan untuk mengumpulkan serpihan-serpihan keterangan. Apa pun yang diketahuinya, Komisaris Saga menyimpannya sendiri. Sesudah berbagai wawancara dengan polisi, Mary Durrant kembali ke Ebermouth dengan kereta pagi. Kami makan siang bersama Joseph Aarons. Setelah itu, Komisaris Saga memberitahukan bahwa ia sudah berhasil menyelesaikan persoalan agen teater itu dengan memuaskan dan kami bisa kembali ke Ebermouth secepat yang kami inginkan. "Tapi, kali ini kita naik kereta, Sobat." "Engkau takut kecopetan atau menemui gadis lain yang dalam kesulitan?" "Kedua hal ini, Rani, mungkin saja kutemui di kereta. Tidak. Rani tergesagesa kembali ke Ebermouth untuk melanjutkan menyelidiki kasus kita ini." "Kasus kita?" "Ya. Mademoiselle Durrant memintRani menolong dia. Meskipun persoalannya sekarang ada di tangan polisi, tidak berarti Rani bebas untuk cuci tangan. Rani kemari untuk membantu seorang kawan lama, tapi jangan sampai orang mengatakan bahwa Hercule Komisaris Saga meninggalkan seorang asing yang membutuhkan pertolongan!" Ia mengakhiri bicaranya dengan sombong. "Kukira engkau sudah tertarik sebelum persoalan terjadi," katRani tajam.
"Di kantor Speedy Cars, waktu pertama kali engkau melihat pemuda itu, walaupun Rani tidak tahu apa yang menarik perhatianmu."
"Engkau tidak tahu, Rani" Seharusnya engkau tahu. Well, itu adalah rahasiRani."
Sebelum berangkat, kami berbicara sebentar dengan inspektur polisi yang menangani perkara ini. Ia telah menginterogasi Norton Kane dan memberi tahu Komisaris Saga secara pribadi bahwa sikap pemuda itu meninggalkan kesan yang tidak baik. Pemuda itu menggertak, mengingkari, dan kata-katanya saling bertentangan.
"Akan tetapi, bagaimana tipu muslihat itu dilakukan, saya tidak tahu," inspektur itu mengakui. "Ia bisa menyerahkan barang itu kepada kaki tangannya yang segera masuk ke bus lain. Tapi, ini hanya teori. Kita harus menemukan bus itu dan kaki tangannya, lalu memojokkannya dengan mengajukan bukti-bukti."
Komisaris Saga mengangguk dengan bijaksana. "Engkau berpendapat dengan cara itukah pencurian dilakukan?" kutanya Komisaris Saga sewaktu kami duduk di kereta.
__ADS_1
"Tidak, Sobat. Bukan begitu modus operandinya. Jauh lebih cerdik daripada itu." "Engkau mau memberitahuku?"
"Tidak sekarang. Engkau paham - ini kelemahanku - Rani senang menyimpan rahasiarahasia kecil sampai saat terakhir."
"Apakah saat akhir itu akan segera tiba?" "Sebentar lagi - " Kami tiba di Ebermouth pukul 18.00 lebih sedikit. Komisaris Saga langsung menuju toko yang bernama "Elizabeth Penn". Toko sudah tutup, tapi Komisaris Saga membunyikan bel. Segera Mary sendiri yang membukakan pintu dan memperlihatkan rasa terkejut serta gembira melihat kami.
"Silakan masuk dan menemui Bibi," katanya. Mary membawa kami ke salah satu kamar belakang. Seorang perempuan setengah baya maju untuk menemui kami. Rambutnya putih dan ia sendiri nampak seperti miniatur dengan kulitnya yang merah jambu pucat, serta kedua matanya yang biru. Bahunya agak membengkok. Saat itu ia mengenakan mantel tak berlengan dari renda tua yang tak ternilai harganya.
"Inikah Monsieur Komisaris Saga yang hebat itu?" tanyanya dengan suara rendah yang mempesona. "Mary sudah menceritakan semuanya. Saya hampir-hampir tidak mempercayainya. Dan Anda benar-benar akan menolong kami dalam kesulitan kami ini. Ada saran untuk kami?" Komisaris Saga memandangnya sebentar, lalu membungkukkan badan.
"Mademoiselle Penn - efeknya mempesona, tapi seharusnya Anda betul-betul memelihara kumis." Nona Penn mengembuskan napas dan menjauh.
"Anda absen dari bisnis kemarin, ya kan?" "Saya di sini sepanjang pagi. Kemudian kepala saya sakit sekali dan langsung pulang."
"Tidak ke rumah, Mademoiselle. Karena sakit kepala, Anda berusaha mencari perubahan udara. Saya yakin udara Charlock Bay sangat menyegarkan." Komisaris Saga menggamit lenganku dan menarikku ke pintu.
Di sana ia berhenti, lalu berkata dengan lantang sambil menoleh.
"Jadi, saya mengetahui semuanya. Sandiwara ini harus dihentikan."
Ada ancaman dalam suara Komisaris Saga. Nona Penn, wajahnya pucat karena ketakutan, lalu mengangguk tanpa berkata apa-apa. Komisaris Saga menoleh kepada Mary Durrant.
"Mademoiselle," katanya lembut.
"Anda masih muda dan menarik sekali. Tapi ikut serta dalam kasus seperti ini akan membawa masa muda dan pesona Anda tersembunyi di balik dinding penjara - dan saya katakan, sayang sekali." Kemudian Komisaris Sagaris Saga melangkah ke luar. Rani mengikutinya dengan bingung.
"Sejak pertama, Sobat, Rani tertarik. Waktu pemuda itu memesan hanya sampai Monkhampton, kulihat perhatian gadis itu tiba-tiba terpaku kepadanya. Nah, mengapa" Pemuda itu bukan tipe laki-laki yang membuat seorang wanita melihatnya hanya karena penampilannya. Waktu kita mulai naik bus, Rani merasa akan terjadi sesuatu. Siapa yang melihat pemuda itu menukar bagasi"
Mademoiselle dan cuma Mademoiselle. Ingat, ia memilih tempat duduk yang menghadap jendela - pilihan yang paling tidak disukai wanita.
"Lalu ia datang kepada kita dengan cerita tentang perampokan itu - kotak pengiriman dibongkar. Tidak logis, seperti yang kukatakan kepadamu waktu itu. "Lalu apa akibat semua ini" Baker Wood sudah melunasi harga barang yang dicuri itu.
Miniatur-miniatur itu akan dikembalikan kepada Nona Penn, yang akan menjual barang-barang itu kembali serta mendapatkan seribu pound, bukan cuma lima ratus pound. Dengan hati-hati Rani mencari informasi dan mendapat keterangan bahwa bisnis Nona Penn sedang memburuk penuh risiko. Rani berkata kepada diriku sendiri - bibi dan keponakannya itu sama-sama terlibat."
__ADS_1
"Kalau begitu, engkau tidak pernah mencurigai Norton Kane?"