Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Siasat Sania dan Laporan Dio


__ADS_3

Sementara itu di markas utama, Sania yang kembali dari penyerangannya di rumah Wibowo, membawa luka di punggungnya akibat serangan kipas baja milik Yuki.


"Sialan..! gadis bertopeng sialan itu..! Sakit sekali...Auw...aaa..!!" racau Sania saat Sanca mengobati lukanya.


"Diaaam...! ini kegagalanmu sania..!" ucap Sanca sambil mengobati luka Sania.


"Bukan hanya misimu yang gagal..! tapi tahanan kamu juga kabur..!!" seru King kobra geram.


"A..apa...! Raditya kabur..? bagaimana bisa..?" tanya Sania yang terkejut.


"Bagaimana bisa? ya jelas saja bisa..! dia punya akal..! bukan kayak kamu..! nafssu aja di gedein..!!" gerutu Sanca yang sudah menyelesaikan tugasnya.


"Aduh Queen...! siapa sih yang nggak suka sama cowok ganteng, tajir lagi..!!" balas Sania sambil merapikan bajunya di bantu Sanca.


*Queen panggilan untuk Sanca.


Tak berapa lama, ada seorang pemuda datang. Dia adalah Dio yang datang memberi laporan hasil kerjanya menyerang Gym Raditya di kota "J" kemarin.


"King dan Queen.. Saya kembali dengan kabar menggembirakan..!" kata Dio sambil meletakkan tangan kanannya di bahu kirinya dan membungkuk di hadapan king kobra dan Sanca


"Apa misimu berhasil...?" tanya King Kobra pada saat melihat kedatangan Dio.


"Betul sekali, saya berhasil menembak Wibowo. Papa angkat Rani dan Raditya, serta membuat kawan-kawannya luka parah. Tidak itu saja..! gym kota "J" sudah porak poranda. Dan saya memerintahkan anak buah saya untuk memporak-porandakan Gym Raditya di kota "K"juga..!" laporan Dio.


"Kerja bagus..!!" seru King kobra yang menepuk pundak Dio dengan bangga.


Tiba-tiba datang seorang penjaga. Dia dengan tangan kanan di letakkan di bahu kiri dan membungkukkan badannya, menghadap king kobra dan memberi laporan.


"Maaf king..! nampaknya kita sedang kedatangan musuh..!" kata si penjaga itu.


"Kami melihat ada enam orang masuk di rumah warga di sebelah selatan." laporan penjaga itu.


"Ho...hoo..! Rupanya mereka mau mengantar nyawa..!!" seru King kobra dengan senangnya.


"Aku yakin diantara mereka ada Gadis bertopeng hitam kekasih Raditya..!" tebak Sania dengan senyum sinisnya.


"Dan aku yakin juga ada Rani..!" tebak Dio yang yakin.

__ADS_1


"Kali ini kita tak boleh gagal..! kita harus berhasil..!!" seru King kobra.


"Aku ada ide..! aku harap king dan Quen menyetujuinya..!!" kata Sania yang penuh harap.


"Apa itu..?" tanya Sanca penasaran.


"Kita bermain di sini dan juga bermain di kota "J"...!" kata Sania.


"Apa maksud kamu..? kita masih berurusan di kota "J"..?" tanya Dio penasaran.


"Kau bilang kalau kau menembak Wibowo, dan mwmbuat luka parah kawan-kawan Rani..? kenapa tidak di buat mati..? kalau di obati mereka bisa sembuh..! dan mereka bisa mengancurkan kita..!" jelas Sania.


"Jadi kita dibagi dua..?" tanya King kobra sambil berpikir.


"Iya..!" jawab Sania.


"Aku setuju, jadi yang kita harapkan semua bisa berhasil. Kalaupun tidak berhasil, pasti ada salah satu diantara kita yang berhasil." kata Sanca.


"Betul..dan mereka akan menyesal meninggalkan keluarga mereka yang sedang terluka parah..! ha..ha..!' ucap Sania dengan senyum sinisnya.


"Cemerlang...! aku setuju..!" ucap King Kobra dan Dio ikut mengangguk tanda menyetujuinya.


"King bersama Dio di sini, aku dan Queen ke kota "J" kita menyamar jadi perawat di rumah sakit, bagaimana menurut kalian..?" tanya Sania sambil memandang keluarganya satu persatu.


"Ya..aku setuju..! aku mau membalas kematian papa dan pamanku serta kecurangan Rani..!" gerutu Dio yang sudah dendam pada Rani.


"Ok..ayo kita atur rencana kita masing-masing..! dan bawa penjaga secukupnya..!" seru King kobra pada Sania.


Kemudian mereka terbagi menjadi dua dan mengatur strategi mereka masing-masing.


Sania dan Sanca berangkat dengan membawa beberapa orang penjaga terpilih untuk membantu aksi mereka.


Sedangkan King Kobra menyuruh para penjaga mengepung dan menangkap penyusup bagi mereka itu.Yaitu Rani dan yang lainnya.


***


Sementara itu Rani dan yang lainnya yang sedang mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing di rumah warga yang di lumpuhkan Rani.

__ADS_1


"Tokk....Tokk.....!!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Jonatan yang tidur di ruang tamu bersama Inspektur saga, bangun dan berjalan menuju pintu.


Dia lupa kalau dia sekarang di wilayah orang.


"Ceklek..!!"


"Ah, tak ada orang..! Siapa sih yang iseng..?" gerutu Jonathan yang capek-capek buka pintu, namun tak ada orang.


Tanpa dia sadari, sebuah botol berisi gas beracun menggelinding melewati sela-sela kemirinya.


"Sssssstttt....."


Bunyi gas beracun keluar dari botolnya.


Tidak itu saja, beberapa orang telah memasukan botol berisi gas beracun itu melewati tiap ventilasi-ventilasi kamar.


"Sssssssstttt.....!!"


"Argghh....!!"


Suara orang yang seperti tercekik di dalam rumah tersebut.


Seringai senyum kemenangan di bibir para penaruh botol gas beracun itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2