Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Percikan Api di hubungan Jarak Jauh


__ADS_3

Jonathan dengan mengendarai mobilnya menuju Rumah sakit di mana Raditya membawa adiknya Nara yang terkena jarum beracun Sania.


Sedangkan Rani dengan sepeda motornya, kembali ke apartemen Inspektur Saga.


"Ohw...! akhirnya sampai di tempat ternyaman juga..!" gumam Rani saat masuk ke apartemen dan menutupnya kembali.


Setelah meletakkan tasnya di tempat tidur, Rani mengambil handuk dan baju gantinya.


"Tak ku sangka, Nonaku ternyata bisa kejam juga...!!" seru Kity yang keluar dari liontin kalung pusaka dan duduk di kasur dimana tas Rani tadi di letakkan.


"Setelah apa yang dilakukan Baskoro pada keluargaku, aku sekarang tak mau melewatkan kesempatan sedikit pun untuk menghabisi mereka..!!" seru Rani yang kemudian masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Rani keluar dari kamar mandi dengan baju tidur kesayangannya.


"Kak Saga...! oh iya ponselku..!!" gumam Rani yang kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas.


"Ah..! pantas saja nggak bunyi-bunyi. Batere habis...!!" gerutu Rani.


Kity yang asyik membaringkan tubuhnya, menatap tingkah Nonanya dengan malas.


Rani pun mencharge ponselnya, dan kemudian menuju dapur untuk mengisi perutnya.


Di ambilnya dua kaleng sarden dan kemudian membuka dan memasaknya.


Tak lupa memasak air untuk membuat minuman panas.


Menu makannya kali ini cukup lauk sarden dan teh manis.


Kity yang mencium masakan Rani pun bergegas bangun dan duduk di atas meja makan.


Mereka berdua makan dengan lahapnya.


"Bulan purnama masih dua Minggu lagi..!" seru Si Kity saat selesai makan.


"Memangnya kenapa?" tanya Rani sambil membereskan piring dan gelasnya.


"Seandainya ada pil langit, kan teman nona bisa sembuh secara cepat..!" seru Kity sambil melompat kembali ke tempat tidur.


"Semoga saja di Rumah sakit nanti penanganannya baik..!" kata Rani yang kemudian duduk menyandar di tempat tidurnya.


Di ambilnya ponsel yang telah di charge.

__ADS_1


Saat Rani membuka ponselnya, banyak chat yang masuk.


Setelah membalas beberapa chat dari Mama Lani, Raditya dan Jonathan, Rani pun kemudian membalas chat dari tunangannya.


📩📩📩📩📩


Inspektur Saga :" Rani sayang, apa kabarmu?"


Inspektur Saga ;" Bagaimana rencana kalian? berhasilkah?"


Inspektur Saga :" Raniiii... tolong jelaskan! ada apa ini...???"


(Inspektur Saga mengirim tiga foto Rani bersama Inspektur Alex)


Inspektur Saga :"Raniii... jawaaaab..!"


Inspektur saga :" Raniii...!"


Inspektur Saga :" Raniiii...!!!"


Inspektur Saga : " Raaa...ni...!!"


Inspektur Saga : (dengan emotion marah berkali-kali.)


Inspektur Saga : (dengan emotion marah satu tapi besar..)


📩📩📩📩


"Waduh...!! pak bos marah...!!" gumam Rani.


Rani pun kemudian menekan panggilan. Dan berkali-kali panggilan darinya tak di jawab oleh Inspektur Saga.


"Kak Saga...! angkat panggilan dari Rani..!" seru Rani yang tak terasa matanya pun berkaca-kaca.


Sepuluh panggilan pun sudah Rani lakukan.


Kemudian Rani mengechat balasan pada Inspektur Saga.


📩📩📩📩📩


Rani :" Kak Saga, Rani baik-baik saja..!"

__ADS_1


Rani :"Rencana tak sepenuhnya berhasil karena Nara kena racun, tapi tebalaskan karena Rani berhasil melukai Sania."


Rani :"Sekarang Nara di rumah Sakit dan ditunggui Kak Radit dan Jonathan."


Rani :"Masalah foto, tadi pagi Rani kena tilang pas operasi tilang di pimpin Inspektur Alex. Karena sepeda motor Rani kan plat motornya belum jadi dan Rani belum punya SIM, jadi Rani kena tilang deh...!"


Rani :" Dan kata Inspektur Alex. kalau mau bebas dari tilang,Rani harus mau foto bareng dengan Inspektur Alex."


Rani :" Rani nggak ngapa-ngapain sama Inspektur Alex...!"


Rani :" Kak...! kak...Saga..!"


Rani :" Kak Saga calon suamiku yang ganteeeng...!"


Rani :"Calon Suami...!"


Rani :"Hiks..! (Emotion sedih)


Rani :( emotion menangis)


Rani :(emotion menangis dengan tiga baris)


Rani :( kali ini menggunakan emotion menangis hm.. yang besar sekali)


📩📩📩📩📩


"Tuh kan..! marah beneran..! hiks..! kalau marah di sini, aku bisa menjahili maupun merayunya. Tapi kalau di sana, gimana aku mau menjelaskannya...?" kata Rani dengan suara paraunya di antara tangisnya.


Rani pun melanjutkan dengan panggilannya.


Lima belas panggilan telah Rani lakukan, karena terlalu lelah,akhirnya dia tertidur pulas di tempat tidurnya.


...~¥~...


"Episode selanjutnya, nanti kita tengok apa yang terjadi dengan Inspektur Saga."


Sekarang mohon bantu dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐/🎁 maupun Vote-nya ya...


Terima kasih.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2