
Sania membuka bajunya satu persatu dan di letakkan begitu saja, Dan diapun mengambil ponselnya dan mulai berpose mesra bersama Raditya yang masih tak sadarkan diri.
Dan Sania pasti tahu,foto itu pasti akan sampai pada pacar Raditya.
Raditya perlahan membuka matanya, Sania yang menyadari itu kemudian menyembunyikan ponsel dan pura-pura tidur di samping Raditya.
"A..aku dimana ini..?" racau Raditya yang memegang kepalanya yang sakit.
Kakak Rani itu lalu melihat ke sebelahnya, berapa terkejutnya dia.
"Sa..Sania...!! A..apa-apa ini..!!" ucap Raditya yang kaget dan serasa sakit kepalanya hilang begitu saja.
Radit sekali lagi memandang Sania yang masih berselimut dan memandang dirinya yang pakaian atasnya sudah terbuka.
"Apa yang telah aku lakukan? ah...aku tak ingat apa-apa..!!" kata dalam hati Raditya.
Sania yang pura-pura tidur itu membuka matanya dan membuka selimutnya, kemudian menutupnya kembali. Dia pura-pura menangis.
"Aaa..! apa yang telah terjadi, hiks..! Raditya kau harus tanggung jawab..!" kata Sania diiringi Isak tangisnya
"Aapa maksud kamu..!?" tanya Raditya yang masih bingung.
"Ka..kau sudah menodaiku..! hiks...!" seru Sania yang kemudian berdiri yang sebelumnya membalut dirinya dengan selimut dan dia pun pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
"Aa .aku melakukan kesalahan..! seharusnya aku dengarkan Yuki..! aku tak tahu akan jadi seperti ini..!! argh.. sial...!!" gerutu Raditya dalam hati.
Tiba-tiba pandangan Raditya ke arah tubuhnya.
"Tunggu..! kalau aku menodainya..! kenapa hanya baju atasku yang terbuka, sedangkan yang paling pentingkan bagian bawah..! Resleting dan ikat pinggangku masih utuh..!! he..he..! Sania-sania..! kau kurang profesional...!!" gumam dalam hati Raditya dan dia senyum-senyum sendiri.
"Yuki jangan khawatir..! aku sanggup menjaganya untukmu sayang..!!" kata dalam hati Raditya yang masih senyum-senyum sendiri.
"Apa yang membuatmu tersenyum Radit..?" tanya Sania saat keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian.
"Oh, sedang membayangkan apa yang aku lakukan bersamamu tadi..!!" kata Raditya.
"Oke Sania, aku ikuti rencana kamu.Aku ingin tahu apa tujuanmu sebenarnya..!!" gumam dalam hati Raditya.
"Begitukah..?" tanya Sania. yang kemudian duduk di samping Raditya.
"Kamu cantik sekali Sania..!" ucap Raditya yang tahu kalau Sania suka di sanjung-sanjung.
"Bukankan sedari dulu aku cantik..?!" balas Sania.
"Bagiku kamu selalu bertambah cantik..!" kata Raditya yang tak jujur.
"Bisa saja kamu..!!" kata Sania yang berusaha mencium Raditya.
Raditya yang tahu maksud Sania menoleh kearah berlawanan.
Dia pun duduk di tepi ranjang dan kemudian berdiri.
"Apa kamu tidak lapar?" tanya Raditya pada Sania.
__ADS_1
"Kamu lapar ya..? sebentar lagi ada pelayan yang akan kesini bawa makanan. " kata Sania yang kemudian berdiri dan menghampiri Raditya.
"Kita makan disini, kamu tak boleh keluar dulu. Situasi belum aman, maksudnya banyak gadis di luar sana. Takut ada yang ganggu Raditya..!! selama kita belum menikah, aku kan takut kehilanganmu..!hiks..!" tangis licik Sania.
"Oh, begitu ya..?" kata Raditya penuh selidik
Tak berapa lama ada seorang pelayan yang datang membawa makanan pada mereka.
Setelah Sania membukakan pintu, pelayan itu segera masuk dan mempersiapkan makanan mereka.
Raditya dan Sania segera mamakan makanan mereka.
Sania iseng sesekali menyuapi Raditya, mau tak mau Raditya menerima suapan dari Sania.
Sania pun tersenyum manja, dan raditya membalasnya dengan senyuman datarnya.
Selesai makan, Sania memanggil pelayan untuk membereskan peralatan makannya tadi.
Pelayan itu memberikan sebuah kertas kecil pada Sania. Dan Sania membacanya.
"Apa itu .?" tanya Raditya.
Sania lupa kalau ada Raditya di depannya. Dia terkejut dan menjatuhkan kertas itu.
"Ahh nggak ada apa-apa kok...! Kamu di sini dulu ya..! Aku mau selesaikan masalah dulu..!" kata Sania yang
tiba-tiba..
"Cup..!"
Raditya tak bisa menghindarinya, karena kakinya sedang menginjak kertas yang di buang Sania tadi.
Sania kemudian melihat kebawah mencari kertasnya tadi yang dia buang.
"Kamu cari apa Sania..?" tanya Raditya yang sebetulnya tahu apa yang di cari Sania.
"Oh, kertasku tadi..! dimana ya..?" jawab Sania yang bingung.
"Sania...!!" panggil seseorang dari luar sana.
"I..iya..! sebentar..!"ucap Sania uang kemudian melangkahkan kaki menuju pintu ruangan dan menutup dan menguncinya kembali.
Setelah Sania pergi, Raditya mengambil kertas yang dia tutupi dengan kakinya itu.
Raditya pun membacanya.
"SERANG RUMAH WIBOWO...!!"
"Apa...! Mama papa, Yuki dan yang lainnya..!!" seru dalam hati Raditya yang khawatir.
Raditya mencoba membuka pintu, namun tak bisa. Kemudian mencoba membuka jendela, namun tak bisa juga.
"Sial...! kalau begini...! aku seperti tahanan saja..!" Gerutu Raditya.
__ADS_1
***
Sementara itu di kediaman rumah Wibowo.
"Kurang ajar si Sania..!" seru Lilian saat membuka chatnya, yang kali ini di kirimi foto oleh Sania saat Sania dan Raditya di atas tempat tidur.
Sania yang tubuhnya sampai ke dada di tertutupi selimut, menandakan dia tak pakai sehelai benangpun. dan Raditya dengan Hem yang terbuka dengan posisi memeluk Sania dalam keadaan tidur.
Yuki yang penasaran pun melihat ponsel Lilian.
Gadis itu terduduk lemas.Matanya pun mulai berkaca-kaca dan akhirnya butiran kristal bening itupun jatuh membasahi pipinya.
"Kak Radit..kenapa kau tega sekali..!! Yuki benci kak Radit..!!" Isak tangis Yuki.
"Yuki..sabar nak..! Radit tidak seperti itu orangnya..!" kata mama Lani berusaha menenangkan Yuki.
"Kak Yuki..! yang sabar ya...!":kata Nara yang kemudian bersama Lilian memeluk Yuki.
Semua ikut perihatin dengan keadaan Yuki.
"Saya tidak apa-apa, saya mau menenangkan diri sebentar. Permisi..!!" pamit Yuki yang menuju halaman samping rumah Wibowo, dimana tempat biasa Rani latihan.
Dan Yuki mencoba menenangkan dirinya dengan melatih kembali jurus-jurusnya
"Kita semua harus pindah ke Gym, rumah ini kita kosongkan." Kata Mama Lani.
"Betul, kenapa pindah ke Gym!? karena disana tempatnya lebih luas, pengamanan terjamin dan yang pasti ada ruang rahasianya." kata Lilian.
Dan semua sudah berkemas-kemas masuk ke dalam mobil.
"Saya tetap disini, menunggu Yuki tenang. Habis itu akan menyusul kalian bersama Yuki." kata komisaris Anggara
"Baik komisaris..!!" ucap semuanya.
"Komisaris, titip nak Yuki ya .! demi Radit .!!" pinta tuan Wibowo yang sebenarnya khawatir nasib percintaan anak laki-lakinya itu.
"Jangan khawatir calon besan..!" kata Komisaris Anggara yang mulai merasa dekat dengan keluarga calon menantunya
Setelah semuanya pergi, komisaris bersama dua bawahannya duduk di ruang tamu.
Mereka menunggu Yuki yang masih latihan
...~¥~...
...Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/favorite/rate 5/gift maupun Vote-nya ya......
...Dukung pula novel saya yang lainnya;...
...*CINTA UNTUK YULIA...
...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...
...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Bersambung...