Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Latihan Jurus Pedang Sepasang


__ADS_3

"Sama kucing!" jawab Rani yang menatap Sersan Saga dengan sedikit ragu-ragu.


"Mana kucingnya? kamu tidak menghaluskan?" tanya Sersan Saga sambil memegang dahi Rani.


"Tidak panas..!" kata Sersan Saga dengan lirih tapi merasa heran.


"He....he....he....! Nona, kemarin kan sudah saya bilang, kalau saya hanya bisa di lihat oleh pemilik pusaka langit." kata si Kity yang sibuk menikmati ikan bakar tanpa bumbu yang diberikan oleh Rani.


"Oh jadi begitu ya." jawab Rani dengan lirih.


"Sebaiknya kalian latihan dulu di sini, setelah itu kalian bisa pulang. Aku ingin lihat jurus-jurus perguruan Darma putih, mudah-mudahan aku bisa memperbaikinya. Maksud aku membuat sedikit lebih beda dengan perguruan Anggrek putih, secara guru mereka seperguruan." kata si Kity.


"Hm, Iya baiklah!" jawab Rani yang masih lirih namun bisa didengar oleh Sersan Saga.


"Ada apa Ran?" tanya Sersan Saga yang penasaran.


"Kak Saga, setelah kita habiskan sarapan kita, sebaiknya kita latihan dulu di depan air terjun ya! habis itu kita pulang ke perguruan." pinta Rani.


"Baiklah terserah kamu saja!" kata Sersan Saga yang sebenarnya enggan untuk balik ke perguruan Darma putih pada saat ini.


Kemudian mereka menghabiskan sarapan dan keduanya minum air dari mata air yang semalam Rani meminum dari mata air itu.


Setelah itu keduanya keluar dari goa dan mulai berlatih. Jurus demi jurus yang diajarkan di perguruan Darma putih yang telah mereka lalui.


Mereka latihan jurus tangan kosong mulai dari tingkat dasar sampai tingkat mahir. Dan si kucing langit terus memperhatikan di setiap jurusnya


"Coba kalian berlatih pedang sepasang, gunakan ranting pohon pengganti pedangnya!" seru si Kity yang terus mengamati pergerakan latihan sepasang kekasih itu.


"Oh, baiklah!" seri Rani yang kemudian mencari dua ranting pohon yang masih kuat, dan dilemparkan yang satunya pada Sersan Saga.


"Untuk apa ranting ini?" tanya Sersan Saga yang penasaran dengan ranting yang di berikan oleh Rani.


"Anggap saja sebagai pedang. Kita akan latihan pedang sepasang kak!" seru Rani dengan mengulas senyumnya.


"Pedang sepasang? aku belum pernah belajar atau mempelajarinya. Tahu sendiri aku cuma setahun belajar di perguruan." kata Sersan Saga yang apa adanya.


"Kakak lihat Rani latihan dulu, setelah itu kakak bisa menirukannya." kata Rani.


"Okey..!" jawab Sersan Saga dengan singkat.

__ADS_1


"Hop hiaaat.....!"


"Wuuuut.....wuuuut....wuuuut....!"


Kemudian Rani berlatih menggunakan jurus pedang sepasang dan diperhatikan oleh Sersan Saga.


Setelah selesai, ganti Sersan Saga yang mempraktekan gerakan-gerakan dasar pedang sepasang yang tadi diperlihatkan oleh Rani.


"Hop hiaaat.....!"


"Wuuuut.....wuuuut....wuuuut....!"


Ilmu pedang sepasang adalah ilmu pertalian jodoh. Ilmu ini bisa mengetahui jodoh pengguna ilmu pedang sepasang. Bila sepasang kekasih bersamaan mengunakanya, dan menimbulkan ledakan-ledakan, maka itu tandanya mereka kelak akan berjodoh.


Setelah Sersan Saga cukup menguasainya, keduanya melakukan gerakan jurus pedang sepasang secara bersamaan. Dan benar saja, baru beberapa jurus saja timbullah ledakan-ledakan kecil di sekitar tempat mereka latihan.


"Duarr....duarr...duar...!"


"Duarr....duarr...duar...!"


Si Kity tak henti-hentinya memberi saran kepada Rani, tentang beberapa gerakan yang harus diperbaiki. Setelah beberapa gerakannya yang sudah diperbaiki, ledakan-ledakannya pun semakin dahsyat.


"Duarr.......duarr.......duarrr......!"


"Sekarang tinggal tenaga dalammu Rani, nampaknya si kakek sengaja tidak mengajarimu tenaga dalam tingkat tinggi, tenaga dalammu hanya tingkat dasar saja. Makanya jika kamu melemparkan sesuatu, tak bisa mematikan. Namun hanya melumpuhkan itu pun hanya sementara saja." jelas si Kity dengan panjang lebar. Dan sepertinya kucing putih itu tahu kemampuan dan kejadian yang dialami oleh Rani,


"Lalu bagaimana selanjutnya? karena waktu kita tidak banyak!" kata Rani karena waktunya latihan hari ini.


"Makanlah pil langit itu dua sekaligus dan juga buat nanti siang, sore, dan malam. Kamu harus rutin meminumnya." kata si Kity.


"Makan pil langit?" gumam Rani yang bingung karena sebelumnya Kity menyarankan untuk jarang-jarang menelan pil Langit, tapi kenapa sekarang malah disuruh memakan pil Langit, malah sekali makan sebanya dua pil langit.


"Aku tahu apa yang ada dihati kamu, percayalah ini hanya untuk meningkatkan tenaga dalam saja! karena waktunya sudah mepet!" seru si Kity yang menjelaskan.


"Oh, jadi begitu! Baiklah..!" jawab Rani seraya menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia sudah mengerti.


Kemudian gadis itu mwngeluarkan dua buah pil Langit dari dalam liontin bambu kalung pusakanya.


"Sekarang sudah cukup, kalian segera pulang dan latihan lah di perguruan!" seru si Kity dan kembali Rani menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Si Kity berubah menjadi kepulan asap dan dia masuk ke dalam Liontin bambu kalung pusaka Rani.


"Okey kak Saga, sebaiknya kita lanjutkan latihannya nanti di perguruan! Sebaiknya kita kembali ke perguruan Darma putih sekarang juga!" seru Rani pada Sersan Saga.


"Kembali ke perguruan? Ah, aku malas kesana! Nanti tak akan ada waktu untuk kita berdua!" seru Sersan Saga yang masih sibuk menghapalkan beberapa jurus sepasang pedang yang baru saja dia pelajari itu.


"Besok kita turnamen kak! Ini kesempatan kita agar mendapat restu dari kakek, yaitu dengan memenangkan turnamen untuk Perguruan Darma Putih!" seru Rani yang menjelaskan.


"Iya kamu benar, baiklah kita pulang sekarang juga." jawab Sersan Saga, yang kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke tepi kolam air terjun.


Mereka segera mencuci muka dan minum air di kolam air terjun yang bersih dan jernih itu, untuk menghilangkan dahaga mereka setelah tadi latihan beberapa jurus.


Timbullah kejahilan Rani, gadis itu mulai mencipratkan air ke muka Sersan Saga, seperti yang dia lakukan pada waktu di taman kota.


"Ha...ha...ha...! Ini biar nggak mesum terus pikirannya!" seru Rani sambil tertawa kecil.


"Hei...! dan ini buat yang selalu jahil dan yang buatku selalu berpikiran mesum!" balas Sersan Saga.


Mereka saling balas dan terlihat gembira sekali. Dan beberapa menit kemudian mereka mengakhiri kemesraan mereka.


"Ayo kita pulang, yang sampai duluan dialah pemenangnya!" seru Rani yang berlari menuruni bukit itu dan menuju ke arah perguruan.


"Hei curang, kenapa kamu lari duluan!" seru Sersan Saga yang mengejar Rani, dan mereka pun saling berlari mengejar satu sama lainya.


Keduanya berlari dengan saling susul menyusul hingga tak terasa setelah beberapa menit, mereka sampai juga di halaman perguruan.


Betapa kagetnya Rani ketika dilihatnya Yuki duduk di teras rumah membawa wadah tempat makanan dan di temani oleh kakek Darma.


Rani berhenti secara mendadak dan kedua matanya menatap ke arah Yuki dan kakeknya dengan tajam dan penasaran.


"Untuk apa gadis itu kemari? Dan kenapa kakek kelihatan senang sekali? padahal kakek tahu aku dan kak Saga saling mencintai" gumam Rani dalam hati.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2