Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Luluh Karena Sang Kekasih


__ADS_3

"Rani, kamu kenapa?" kata dalam hati Sersan Saga, setelah memeriksa keadaan ke empat orang pemabuk yang terkapar itu.


Kemudian Sersan Saga menelpon anggota polisi yang sedang bertugas dan melaporkannya.


Setelah itu dia bergegas melanjutkan perjalanannya mencari Rani.


Pada saat sampai di pinggir lapangan, dia mendengar suara perkelahian. Sersan Saga mencari sumber suara.


Diantara remang-remang malam, Sersan Saga mendekat setelah yakin itu Rani yang sedang berlatih.


"Hm, rupanya kamu ada disini!' seru Sersan Saga yang melangkahkan kaki menghampiri Rani.


"Siapa itu...!" seru Rani saat menyadari ada seseorang yang mendekatinya itu.


"Rani, ini kak Saga!" jawab Sersan Saga yang terus berjalan mendekati gadis yang sedang mengatur nafasnya yang tidak stabil karena habis mengeluarkan banyak tenaga.


"Kak Saga kenapa kesini?" tanya Rani.


"Kakak yang mau tanya, kenapa kamu malam-malam ada di sini?" tanya Sersan Saga.


"Ahh! ini kan gara-gara kakak acuh sama Rani tadi. Rani kan bingung!" gumam Rani dalam hati.


"Hanya latihan saja kak, biar tidak kaku." jawab Rani sedikit bohong.


"Ayo pulang, nggak baik kena angin malam." bujuk Sersan Saga sambil meraih tangan Rani yang dingin karena terlalu lama kena angin malam.


Sersan Saga langsung memeluk Rani, mana kala Rani hendak melepaskan tangannya dari genggaman Sersan Saga.


"Kak Saga tidak marah kan sama Rani?" tanya Rani sambil menatap muka Sersan Saga.


"Kakak tidak marah" jawab Sersan Saga sambil mengecup kening gadis pujaannya itu.


Sersan Saga mengusap keringat dan air mata gadis pujaannya. Saat jari tangannya menyentuh bibir mungil gadis pujaannya, timbul hasratnya untuk mencium dan ******* bibir mungil itu.


Saat bibirnya hampir menyentuh bibir Rani, Sersan Saga mengurungkan niatnya mencium gadis itu.


"Sadar Saga, kendalikan nafsumu!" kata dalam hati Sersan Saga


Kemudian Sersan Saga meraih tangan Rani dan menariknya pulang.


Rani yang sebelumnya terbengong karena hampir saja Sersan saga menciumnya itu, menurut saja ketika tangannya ditarik Sersan Saga.


Mereka pun kembali melewati jalan yang sebelumnya mereka dilewati.


Polisi sudah berdatangan di sekitar ke empat pemabuk yang dihajar Rani tadi.


Sersan Saga menghampiri salah seorang polisi dengan masih menggandeng tangan Rani seakan tak mau lepas lagi.

__ADS_1


"Saya yang akan bertanggung jawab atas semua ini. Ke empat orang ini menggoda kekasihku jadi tolong amankan mereka" kata Sersan Saga lantang, terpaksa bohong untuk menutupi kekuatan yang di miliki kekasihnya itu.


"Oh Sersan Saga, baik Sersan." kata polisi tersebut sambil menyalami Sersan Saga.


"Lakukan tugas kamu, aku mau pulang." kata sambil menepuk pundak polisi itu.


Sersan Saga dan Rani bergegas meninggalkan para polisi yang sibuk membawa ke empat pemabuk itu naik ke mobil patroli.


Saat sampai di pintu pagar rumah, Kedua Satpam penjaga rumah Tuan Wibowo menghampiri mereka.


"Maafkan kami tuan karena telah lalai. Bagaimana keadaan Non Rani Tuan." kata salah satu satpam sambil menunduk ketakutan.


"Lain kali jangan biarkan anggota keluarga disini keluar malam-malam sendirian. Untung saja Rani tidak kenapa-kenapa. Sekarang tutup pintu pagarnya!" seru Sersan Saga.


Rani menundukkan kepala, menyesali perbuatannya yang telah merepotkan banyak orang.


"Rani, kamu nggak apa-apa Nak?" tanya nyonya Lani yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu saat melihat kedatangan Sersan Saga dan Rani.


"Mama, maafkan Rani ma. Bukan maksud Rani buat mama khawatir," tangis Rani pecah saat memeluk nyonya Lani.


"Hai adik tua, dimana kamu temukan adikku yang cengeng itu?" tanya Raditya saat menghampiri Sersan Saga.


Sersan Saga pun hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan Raditya.


"Nggak di jawab juga nggak apa-apa, yang penting Si cengeng dah pulang!" kata raditya menyembunyikan kecewanya.


"Kakak ku yang super duper cerewet! Rani cuma main ke lapangan. puas!" kata Rani yang sudah berhenti dari tangisnya.


"Nak Saga tidur disini saja" kata nyonya Lani


"Iya, tapi pagi-pagi saya harus pulang ke apartemen tante. Mau bawa berapa baju, masak pakai bajunya kakak muda terus?" kata Sersan Saga sambil tersenyum saat melirik ke arah Raditya.


"Begini saja, dari pada bolak-balik. Rani ikut sekalian ke apartement Sersan Saga. Nanti janjian ketemu dimana tempat yang searah ke lereng gunung. Bagaimana?" usul Raditya.


"Ya nggak apa-apa sih! selain menghemat waktu, Rani juga bisa tahu tempat tinggal Sersan Saga. Masak calon istri nggak tahu tempat tinggal calon suaminya?" kata Nyinya Lanibseraya melirik Rani.


"Papa cuma mengingatkan, asal jangan ada kesempatan dalam kesempitan. Mengerti Saga? Om percaya pada kamu." nasehat tuan Wibowo.


"Iya om, Saga mengerti." jawab Sersan Saga dengan lantang.


"Bi..! apa kamar tamu sudah dibereskan?" tanya nyona Lani pada pembantunya.


"Sudah Nyonya" jawab si bibi.


"Rani, antarkan Nak Saga ke kamar tamu. Setelah itu kamu cepat ke kamarmu segera tidur." perintah nyonya Lani.


"Iya Ma." jawab Rani yang segera bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar tamu di ikuti oleh Sersan Saga.

__ADS_1


Dan yang lainnya pun pergi ke kamar masing-masing.


"Jangan lama-lama, awas ada setan lewat!" teriak Raditya menggoda Rani dan Sersan Saga.


"Iya kak Radit setannya, wekk!" balas Rani sambil menjulurkan lidahnya.


"Awas ya...!" ancam Raditya saat berjalan di tangga.


Sersan Saga pun dibuat tersenyum karena olah tingkah kedua kakak beradik itu.


Setelah sampai di kamar tamu, Rani segera membuka pintu kamar tamu dan menyalakan beberapa lampu yang ada di kamar tamu tersebut.


Selesai menyalakan lampu, Rani bergegas pamit pada Sersan Saga.


"Tuan Saga selamat tidur, semoga mimpi indah." kata Rani pada saat melewati Sersan Saga.


Sersan Saga memegang tangan Rani,


"Kakak tidak marah pada Rani, bersikaplah seperti biasa, sayang." kata Sersan Saga.


Rani hanya menganggukkan kepalanya dan mengulas senyumnya.


"Rani lelah dan ngantuk kak." kata Rani lirih dan berusaha melepaskan genggaman Sersan Saga.


Namun Sersan Saga menarik Rani dalam pelukannya, semakin erat dia memeluk dan mencium kening Rani.


"Jangan lama-lama ya!" teriak Raditya dari atas tangga.


Rani dan Sersan Saga yang mendengar teriakan Raditya pun saling pandang dan mereka saling tersenyum.


"Dah ya kak, ada si pengawas! He...he...! selamat malam." pamit Rani. Dan sekali lagi Sersan Saga mencium kening Rani.


"Malam juga sayang, mimpi indah ya? Yang jelas mimpikan kak Saga!" balas Sersan Saga sembari mengulas senyumnya.


"Ya kak! daa..!" jawab Rani tersenyum sambil keluar dari kamar dimana Sersan Saga berada.


"Daaa sayang....!" kata Sersan Saga yang kemudian menutup pintu kamarnya.


Hati sang Sersan Saga sudah merasa tenang, karena sudah melihat ada senyum di bibir kekasihnya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2