Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Rani Yang Mengigau


__ADS_3

"Kalau begitu menginap lah disini. Aku mau pergi keluar kota, Nenek ibu dari Mama meninggal. Aku mau ajak Rani, tapi masih baru di sekolah. Jadi Rani aku tinggal sehari saja. Besok sore aku pulang, menghadiri undangan Walikota juga untuk mewakili Papa dan Mama," jelas Raditya.


"Baiklah. Tolong sampaikan Tuan dan Nyonya, saya turut berduka cita, Semoga amal ibadah Ibunda nyonya Lani diterima disisi-Nya." kata Sersan Saga.


"Aamiin." jawab Raditya.


"Oya titip Rani ya. Ingat ya! jangan cari-cari kesempatan, ok!" lanjut seru Raditya.


"Kau mengancamku!" seru Sersan Saga seraya mengernyitkan kedua alisnya.


"Ha...ha...ha....! kapan lagi bisa mengancam seorang polisi!" seru Raditya sambil tertawa.


Sersan Saga dan Raditya pun saling bersalaman dan saling mengaitkan tangannya sebagai tanda janji antar laki-laki, dan tanda Sersan Saga akan menjaga amanat Raditya.


Mereka melangkahkan kaki menuju ke rumah dan segera masuk ke kamar Raditya untuk membersihkan diri secara bergantian.


Sersan Saga masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, sedangkan Raditya mengambilkan pakaian ganti buat Sersan Saga. Kemudian dia melangkahkan kaki keluar dari kamarnya, menuju ke kamar Rani.


Setelah sampai di depan pintu kamar Rani, Raditya mengetuk pintu dan memanggil nama adiknya.


"Tokk....tokk....tokk....!'


"Rani....Ran, Rani....!" panggil Raditya, yang tak kunjung mendapat jawaban dari yang punya kamar. Karena ternyata Rani sedan membersihkan dirinya di kamar mandinya.


Raditya menarik napasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Apa mungkin Rani sedang marah ya?" gumam Raditya yang kemudian berbalik melangkahkan kakinya menuju kembali ke kamarnya.


Tak berapa lama, Sersan Saga selesai membersihkan diri,


"Kamu pakai saja bajuku, dan biar bajumu di cuci sama bibi." kata Raditya saat menaruh satu stell bajunya diatas tempat tidurnya.


"Baiklah!" balas Sersan Saga.


"Aku tadi hendak pamitan sama Rani, tapi nampaknya suasana hati Rani tidak baik..Nggak biasanya dia tidak menjawab ketukan pintu dari aku." jelas Raditya.


"Baik, nanti akan aku sampaikan pada Rani." jawab Sersan Saga,


"Jaga adik kita, ingatkan untuk makan ya! aku pergi, selamat tinggal." pamit Raditya sambil menuruni tangga dan di ikuti Sersan Saga.


"Pasti aku akan menjaga Rani. Hati-hati dijalan!" jawab Sersan saat mereka sampai di pintu rumah.

__ADS_1


Raditya menunjukkan ibu jari tangan sebelah kanannya seraya melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana sepeda motornya terparkir.


Setelah menyalakan sepeda motornya, Raditya melaju meninggalkan halaman rumah dan menuju ke jalan raya dengan kecepatan sedang.


Sementara itu Sersan Saga berjalan menuju ruang keluarga.


"Hm, sepi sekali. Lebih baik aku menonton televisi saja!' gumam dalam hati Sersan Saga yang kemudian menyalakan televisi diruangan itu dan sesekali melihat ke arah kamar Rani.


"Rani belum keluar juga untuk makan malam, apa aku bangunkan dia ya?" sekali lagi gumam Sersan Saga dalam hati.


"Huahaheeem....! Lebih baik aku tidur sebentar saja." gumam Sersan Saga yang menguap dan sambil mematikan lampu tapi televisi tetap dibiarkan menyala.


Kemudian Sersan Saga menyandarkan badannya di atas sofa dalam posisi masih duduk.


Baru saja Sersan Saga itu terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat, dan menyandarkan kepalanya di bahu Sersan Saga dengan manja.


"Kak Radit, bisa bantuin Rani nggak? Rani nggak konsentrasi belajar nih!" katanya manja yang ternyata seseorang itu adalah Rani.


Sersan Saga terbangun, tetapi dia tetap diam tak bersuara. Dia mencium rambut dan kening Rani yang menempel dibahunya


"Rani boleh tahu perasaan Kak Radit sama kak Sania, apa sama perasaan Rani, sama orang itu? Dia tampan, gagah,kadang buat Rani senang, kadang buat Rani menangis...yang pasti dia..di..a menyebalkan..!" kata Rani yang tiba-tiba tak bersuara karena dia sedang tidur.


"Kenapa denganku ini, Rani gadis yang mirip Sari. Apakah aku menyukainya sebagai adik atau menyukainya sebagai kekasih?" tanya kembali dalam hati sersan Saga yang pada saat ini yang sangat mengganggunya.


Setelah Rani terlelap dalam tidurnya, Sersan Saga membopong Rani menuju kamar gadis itu.


"Ternyata berat juga kamu ya! padahal kamu belum sempat makan malam." gumam Sersan Saga yang terus melangkah menaiki anak tangga ke lantai atas.


Sesampai di kamar Rani, Sersan Saga bergegas membawa Rani ke tempat tidur. Setelah sampai ditempat tidur, Sersan Saga segera menidurkan Rani dan menyelimutinya.


Setelah itu, Dia duduk disamping Rani. Di pandangnya wajah polos Rani yang sedang terlelap itu. Diusapnya rambut Rani, kemudian Sersan Saga sempat mencium kening Rani.


"Tidur yang nyenyak, mimpi indah ya!" kata Sersan Saga dengan lirih.


Kemudian Sersan Saga beranjak dari tempat duduknya hendak keluar kamar. Namun tiba-tiba, terdengar Rani mengigau,


"Kak Saga kamu menyebalkan! Kak Saga...a..ku...a....ku."


Setelah mengigau seperti itu, Rani tertidur kembali.


"Sebegitu menyebalkannya diriku bagimu, hingga sampai terbawa dalam mimpimu?" tanya Sersan Saga, yang pada saat ini sedang termenung menatap Rani yang kembal terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Sersan Saga kemudian keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan pelan. Dia berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan. Hendak mencari sesuatu buat mengganjal perutnya.


Tiba-tiba bibi, pembantu keluarga tuan Wibowo menghampiri.


"Tuan butuh sesuatu?" tanya bibi itu.


"Oh iya bi! saya lapar.Apa ada makanan yang bisa saya makan ya?" tanya Sersan Saga yang memegang perutnya.


"Biar saya panasi makanannya lebih dulu Tuan, anda silahkan duduk." kata asisten pembantu itu mengeluarkan makanan yang sebelumnya di simpan di lemari es.


"Bi, bolehkah saya tahu. Rani itu seperti apa sih?soalnya kadang dia cantik, tapi kadang dia polos?" tanya Sersan Saga penuh selidik.


"Oh Non Rani. Dia itu orangnya ramai tuan. Ramah sama semuanya, pokoknya sejak ada Non Rani, rumah ini jadi hidup.Yang dulunya. Nyonya sering keluar rumah jika tuan keluar kota, sekarang sering dirumah nonton televisi bareng sama kami. Trus tuan muda Radit yang jarang pulang, sekarang selalu pulang kerumah. Biasanya dia tidur di Gym nya tuan." Cerita bibi panjang lebar sambil menggoreng nasi untuk Sersan Saga.


"O..begitu ya Bi,." kata Sersan Saga tanda mengerti. Kemudian dia minum segelas teh manis yang sebelumnya dihidangkan Bibi.


Setelah nasi gorengnya masak, bibi segera menghidangkannya untuk Sersan Saga.


Nasi goreng itu langsung disantap dengan lahapnya oleh Sersan Saga. Tak butuh waktu lama, nasi goreng itu sudah pindah ke perut Sersan Saga.


"Bi..makasih, Maaf ngerepotin, nasi gorengnya enak. Saya bisa tidur nyenyak kali ini!" kata Sersan Saga sambil tersenyum pada bibi.


"Saya merasa tidak direpotkan kok tuan. Ini sudah tugas saya." balas si bibi.


"Saya mau tidur bi, selamat malam" pamit Sersan Saga.


"Malam Tuan" balas si bibi sambil membereskan piring Sersan Saga yang man Sersan Saga telah melangkahkan kakinya menuju ke kamar Raditya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2