
Keesokan harinya...
Embun pagi turun bersamaan dengan sejuknya semilir udara pagi hari yang membawa kesejukan untuk semua makhluk hidup.
Matahari pagi menunjukan bias indah di ufuk timur, dan burung-burung bernyanyi dengan riangnya.
Suasana yang damai dan asri di lereng gunung yang tak mungkin di dapat di kota.
Rani sedang di dapur membantu bibi Dewi dan mama Lani memasak sarapan untuk semuanya, tak ketinggalan dengan nenek Lasmi.
"Nenek.. apa nenek mau pulang hari ini?" tanya Rani saat mengiris wortel untuk bahan sayur sop.
"Iya nanti setelah kalian berangkat, nenek minta diantar Sidiq. Nenek juga harus memikirkan murid-murid yang lain" jawab nenek Lasmi yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Baguslah..!!" kata Rani lirih.
"Jadi nggak ada nenek genit ini nggak gangguin kakek terus..!" batin Rani.
"Apa maksudmu...!!" seru Nenek Lasmi penasaran.
"O..ini baguslah nenek tidak akan larut dalam kesedihan nenek, yang kehilangan cucu-cucu nenek..!" ucap Rani yang gugup.
"Iya.. nenek bertekad akan melatih murid lainnya agar berkemampuan lebih dari Nando dan Yuda. Mereka nanti aku tugaskan mencari murid yang hilang.." kata nenek Lasmi.
"Nanti di kota Rani juga akan mencari mereka. Karena Rani satu kelas dengan anaknya Baskoro...!!" kata Rani.
"Betulkah?" tanya Nenek Lasmi.
"Iya nek, bahkan anak tirinya juga pacar kak Radit..!" seru Rani.
__ADS_1
"Baguslah.. nenek mengandalkanmu..!!" seru nenek Lasmi.
"Aku juga minta kamu cari adik sepupumu ya..!!" pinta bibi Dewi yang penuh harap.
"Iya bibi.. Rani akan cari semuanya..!" jawab Rani.
Sementara itu di teras rumah, Kakek Darma, Paman sidiq, Arya, Raditya dan Inspektur Saga sedang duduk-duduk sambil minum kopi dan menyantap pisang goreng buatan Rani.
"Apa yang selanjutnya Guru rencanakan untuk kedepannya..?" tanya Inspektur Saga.
"Memulangkan murid yang tersisa lebih dulu. Kita akan memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak karena perkelahian kemarin..." jawab Kakek Darma.
"Ayah..! nanti aku mau mengantar bibi Lasmi pulang ke perguruan Anggrek putih." kata paman Sidiq.
"Baguslah biar dia tidak larut dalam kesedihan. Aku merasa kasihan dengan dia. Sejak dulu dia mendambakan cinta ku, apalah daya cinta ku padanya hanya sebatas kakak ke adiknya." kata kakek Darma sedikit sedih.
"Sudahlah guru, yang terpenting jangan putus persaudaraan saja." kata Inspektur Saga.
"Iya keadaanmu bagaimana setelah di obati Roh pusaka langit!?" tanya Paman Sidiq.
"Sudah mendingan sih..!!" jawab Raditya.
""Sepertinya aku belum tega membiarkanmu mengemudi nanti. Lebih baik aku yang mengemudi nanti..!" pinta Inspektur saga uang sedikit cemas.
"Kalau mengemudi lantas motor kamu bagaimana?" tanya Raditya bingung.
"Motor biar aku tinggal disini, lagian ada Arya. Jaga dan rawat motorku ya...!" seru Inspektur Saga sambil melempar kunci motornya pada Arya.
Dengan gesit Arya mampu menangkap kunci itu.
__ADS_1
"Jadi kalian berangkat setelah sarapan?" tanya Kakek Darma.
"Iyaa..!" jawab Inspektur saga dan Raditya kompak.
"Perguruan akan sepi lagi...!" keluh kakek Darma.
"Kakek..kalau liburan sekolah lagi, Radit janji akan ajak semua kemari lagi kek..!" kata Raditya mencoba menghibur kakeknya.
"Sarapan sudah siap...!!" seru Rani
"Arya, panggil teman-teman untuk sarapan..!" pinta Rani pada Arya.
Arya pun bergegas melangkahkan kaki ke tempat latihan.
Pagi ini mereka semua sarapan bersama.
Setelah sarapan usai, murid-murid perguruan Darma putih berpamitan untuk pulang.
Di susul Nenek Lasmi yang diantar Paman sidiq.
Dan kemudian Rani dan yang lainnya yang kembali ke kota.
"Kakek jaga kesehatan ya...!!" pesan Rani saat sudah berada di dalam mobil.
"Ya...hati-hati semuanya..!! kasih kabar kalau sudah sampai...!!" seru kakek Darma.
"Iya kek...!!" balas Rani yang melambaikan tangan pada Kakek Darma, Arya ,bibi Dewi dan Desi.
...~¥~...
__ADS_1
Perguruan Darma putih jadi sunyi sepi kembali..
Bantu like,komen,favorite,rate dan vote ya..