Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Diskusi di Gym Raditya


__ADS_3

Raditya pulang sehabis dari kota "K".


Dia dan semua orang berdiskusi, tentang apa yang terjadi baru-baru ini.


Mereka yang berkumpul di Gym Raditya saat ini adalah Raditya, Inspektur Alex, Rani, Arya, Nara,Tuan Wibowo, Jarwo dan Komisaris Anggara.


"Coba kalian ceritakan apa yang kalian ketahui terlebih dahulu, ini mengenai kemunculan Gadis bertopeng kemudian orang berslayer hitam dan bertato ular kobra. Mungkin pertama cerita dari Arya terlebih dahulu" kata Komisaris Anggara yang mengawali diskusi itu.


"Baiklah..! Pertama saat aku dalam perjalanan ke ke kota "J" ini, bertemu seorang gadis bertopeng dengan ciri-ciri semua pakaiannya berwarna hitam, pakai topeng hitam, dan berambut lurus panjang. kemudian kemarin aku bersama Nara dan Rani melawan orang yang mencopet dan mengepung Rani, mereka rata-rata menggunakan pakaian hitam juga berpenutup hidung dan mulut memakai slayer hitam. Mereka juga bertato ular kobra di dadanya..!!" cerita Arya yang dia alami.


Rani dan Nara membenarkannya, demikian pula Inspektur Alex.


"Semua yang kepolisian tangkap juga demikian adanya...?" kata inspektur Alex.


"Aku waktu berangkat ke kota "K" bersama Jonathan dan Om Jordy, juga bertemu dengan gadis bertopeng yang bercirikan seperti yang di gambarkan Arya, gadis bertopeng ini seperti halnya Rani dulu. Menumpas kejahatan...?!" jelas Raditya.


"Tapi beda lagi waktu pulang kemari, aku bertemu laki-laki bertopeng seperti yang kalian maksud dan juga seorang gadis bertopeng hitam juga berambut berombak dan yang jelas dia jahat...!" kata Raditya.


"Jahat..?!" seru semuanya.


"Iya karena dia merampok..!! aku melawannya dan dia berhasil kabur" kata Raditya.


"Arya, kamu kemarin menduga kalau gadis bertopeng yang bertemu denganmu itu Yuki kan..?" tanya Raditya seraya menatap Arya.


"Iya, tapi jurus yang dia gunakan beda..!!" jawab Arya.


"Kau benar, dia Yuki..!!" kata Raditya yakin.


"Kak Radit kenapa bisa seyakin itu?" tanya Rani penasaran.


"Karena aku sudah membuka topengnya, dan benar dia Yuki..!!" jawab Raditya dan ada perasaan rindu menyesak di dadanya.


"Wah..! belum-belum sudah buka topeng? payah nih Yuki, nggak jadi penasaran kan...!!" gumam Rani sekenanya.


"Rani, jangan begitu. mungkin dia mau buka topeng karena dia ada rasa sama kakakmu iya kan kak Radit..? cinta di lereng gunung bersemi kembali...! jiahhaaa...ha...ha..!!" goda Arya dan semua tertawa dan secara tak langsung Rani dan Raditya mengingat kata-kata Yuki sebelum menghilang waktu di Turnamen Bela diri dulu.


"Bisa jadi kak..!! kak Radit menjadikan Yuki sebagai pengganti Sania di hati kakak ya..?!" tanya Rani sambil meminum minumanya.


Raditya pun tersenyum.


"Ngomong-ngomong Sania, gadis bertopeng yang jahat itu, ada kemungkinan kalau dia Sania...!!" kata Raditya.


"Kak Radit yakin itu Sania..?" tanya Nara yang sedari tadi diam

__ADS_1


"Iya, selain bentuk rambutnya yang mengembang seperti Sania dan postur tubuhnya, saya yakin karena dia menggunakan senjata jarum beracun..!" jelas Raditya.


"Jarum beracun..!!" seru semuanya serentak.


Dan Nara pun langsung merinding bila ingat kalau pernah merasakan racun jarum itu


"Yang biasa menggunakan jarum beracun selain Annet, ya Sania..!!" gumam Rani.


"Lantas sebaiknya kita bagaimana? nunggu di serang atau menyerang..??" tanya Arya.


"Kalau menyerang, kita harus tahu dimana markas mereka..!! kalau menunggu di serang, kita harus persiapkan kekuatan kita..!!" ucap Komisaris Anggara yang sedari tadi memperhatikan diskusi mereka.


"Penyamaran..!! kita harus lakukan misi penyamaran..!!" kata Raditya.


"Siapa yang akan menyamar kak..?? kita bertiga masih sekolah, Inspektur Alex mau nikah, Papa Anggara juga nggak mungkin, apa kak Radit aja..?!" tanya Rani sambil melihat Raditya.


"Biar saya saja, saya juga akan mencari tahu keberadaan istri saya selama ini. Saya tak mau berdiam diri saja....!!" ucap Jarwo satpam Gym Raditya.


"Lantas bagaimana keamanan Gym..??" tanya Inspektur Alex yang mengakui kemampuan pak Jarwo patut di andalkan.


"Saya ada ide...!!" seru Raditya dengan senyum sinis.


"Apa..!!?? " tanya Rani,Nara dan Arya bersamaan.


Rani pun mendekatkan wajahnya pada Raditya.


"Assist...kak!! rencana kamu apa sih..??" bisik Rani yang penasaran.


"Nanti kamu juga tahu..!!" balas bisik Raditya sambil menarik hidung Rani.


"Aaaaghh... Papa..! kak Radit nakal nih..!!" rengek Rani.


"Radiit..! jangan goda adikmu terus, benar kata Rani. Ceritakan rencana kamu, biar kami tak penasaran..!!" kata tuan Wibowo yang sedari tadi diam.


Dan semua mengangguk mengiyakan.


"Nanti eks anggota geng Serigala sebagian berjaga-jaga di gym ini sebagai pengganti pak Jarwo sementara. Pak Jarwo dan bersama dua eks anggota geng serigala menyamar sebagai anggota laki-laki berslayer hitam, kalau perlu kalian pakai tato non permanen ...!!" jelas Raditya.


"Mengerti..!" ucap semuanya sambil menganggukkan kepala mereka tanda mengerti.


"Pak Jarwo nanti kalau sudah dapat informasi tentang markas mereka, segera hubungi kami, dan aku butuh dua eks anggota ..!!" Nanti juga tahu..!!" jelas Radtya masih dengan senyumnya.


Rani mengerucutkan mulutnya. Kecewa.

__ADS_1


"Ok, berarti kita semua harus tetap waspada. Jangan sampai lengah. Ingat..! jika terjadi sesuatu atau menemukan informasi tentang mereka, segera saling menghubungi..!!" kata tuan Wibowo.


"Kita tak tahu lawan kita nanti seperti apa..! hati-hati dengan jarum beracun, siapa tahu bukan hanya Sania yang menguasainya..." kata Inspektur Alex.


"Benar...!! Inspektur Alex..! apa bisa anda siapkan kostum menyamar pak Jarwo dan dua eks anggota geng Serigala..?" tanya Raditya.


"Bisa, akan saya ambilkan dari laki-laki berslayer yang ketangkap tadi..!!" kata Inspektur Alex.


"Tunggu..! kalau pak Jarwo dan dua orang eks anggota geng Serigala itu bergabung dengan mereka, kalau kami bertemu gerombolan mereka, bagaimana kami bisa mengetahui itu mereka..??" tanya Rani.


"Benar juga..! pengalaman kemarin, memakai slyer hijau dan mereka mengetahuinya.


"Kami pura-pura menyerang lalu menjauh dari pertempuran..! kita lihat situasi dan kondisinya..!!" kata Jarwo dan mereka semua mengangguk setuju.


"Ok..!! kita kembali ke tempat masing-masing." kata Komisaris Anggara.


"Inspektur Alex, bisa anda kirim beberapa bawahan Anda menjaga kedua orang tuaku..?!" pinta Raditya yang mengkhawatirkan kedua orang tuanya.


"Jangan khawatir, di sini juga akan saya perketat pengamanan ya. Karena calon istriku kan bekerja di sini...!" balas Inspektur Alex.


Dan mereka pulang ke tempat masing-masing.


...~¥~...


...Author mengucapkan terima kasih pada Readers dan semua yang telah mendukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Semoga kita senantiasa selalu di beri kesehatan dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin....


...Oya, dukung karya Author lainnya ya......


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...


...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...


...Terima kasih....


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2