Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Api Unggun di Markas kedua King Kobra


__ADS_3

Kembali ke kisah Rani di Hutan tanpa nama yang menjadi Markas ke dua dari Geng King Kobra, geng cikal bakal geng Kobra pimpinan Baskoro.


(Kilas balik sebentar, biar ingat kejadian terakhir..)


Apa kamu tadi menangkap bayangan kak Saga..!?" tanya Rani sambil duduk di kursi.


"Mmmm...gimana ya..?! dia memang ada di sini..!!" jawab Leony yang memetik harpanya namun membuat suaranya hanya terdengar oleh Rani.


"Jadi benar dia ada di sini?" tanya Rani bersemangat.


"He..ehmmm...!!" jawaban dari Leony.


"Kak Saga..! kenapa tak menghampiriku..!!" gumam Rani yang mengharap.


"Dia sedang dalam tugas penyamaran..! seperti dirimu..!! kalau dia menemui kan bahaya..!!" jawab Leony yang terkesan asal tapi benar juga.


"Nggak apa-apalah nggak ketemu..!! di tatapnya pun sudah senang..!" kata Rani sambil tersenyum.


"Dasar bucin.....!!" seru Leony yang tetap memainkan harpanya.


"Biarin..! weekkk..!!" balas Rani sambil menjulurkan lidahnya.


"Oiya..! tadi mereka bilang, membakar salah satu gudang? memangnya ada berapa gudang senjata mereka?" tanya Rani penasaran.


"Hmm..banyak..! Di kota "J" juga ada..!!" kata Leony yang masih metik harpanya.


"Bagaimana kalau kita beraksi..? kita bakar gudang-gudang mereka sebelum aku pergi dari sini..!!" seru Rani.


"Aku suka itu..! ayo kita buat api unggun..!!" seru Leony yang kemudian melenyapkan harpanya dan mendekati Rani.


...~¥~...


Rani dengan dibantu kekuatan Leony, berpindah tempat satu ke tempat lainnya tanpa ada yang mengetahuinya


"Duarr....! Duarr....!! Duarr....!!"


Tiga gudang senjata dan laboratorium mini telah menjadi api unggun.


Seluruh orang-orang dibuat kacau balau karenanya.


"Rani..! kita harus bebaskan para tahanan di ruangan itu...!!" seru Leony menunjukkan ke suatu ruangan.


Ruang tahanan yang mayoritas gadis dan wanita hamil yang jadi korban naffsu mereka.


Rani bergerak dengan cepat melumpuhkan empat para penjaga ruang tahanan itu.

__ADS_1


"Takk...takk...takkk....takk...!!"


Empat penjaga itu di lumpuhkan Rani dengan lemparan kerikil-kerikilnya.


Setelah para penjaga itu tak sadarkan diri, Rani segera membuka pintu dan kemudian mengambil kunci yang tergantung untuk membuka sel dan rantai-rantai yang membelenggu para tahanan.


"Keluar...! cepat keluar...!!"


"semuanya tanpa kecuali...!!"


Seru Rani yang membebaskan para tahanan. Dan semua para tahanan berhamburan keluar dari ruang tahanan itu.


Ketika hendak membebaskan para tahanan lainnya, ternyata ada yang telah membebaskan mereka.


Dan Rani melihat mereka di arahkan ke kontainer dan mobil pick up lainnya.


Setelah semuanya terangkut, kini tinggal beberapa orang berslayer hitam dan merah.


"Bedebaaah....! kurang ajaaar..!! hai gadis bertopeng..!! Menyerahkan kau...!! atau kakakmu mati..!!" seru salah seorang laki-laki berslayer merah.


"Sialan..! apa benar yang mereka katakan..!!" umpat Rani yang masih berada di persembunyiannya


"Dia tidak juga keluar..! apa dia ikut dalam rombongan kontainer tadi..?" kata salah seorang berslayer merah itu.


"Kalau dia menyamar jadi diantara kita..! kita dalam bahaya..!!"


"Benar..!!" dan di balas anggukan semua yang ada diantara mereka.


Rani mengambil Slayer merah dari orang yang berslayer merah yang telah di lumpuhkannya.


Di lain tempat Jarwo dan dua temannya juga melakukan hal yang sama.


"Kalau benar mereka menahan kak Raditya, dimanakah mereka menahannya ..? Aku harus cari tahu..! apa aku pura-pura menyerahkan diri ya..?" batin Rani yang masih sembunyi dalam persembunyiannya.


"Jika aku di tangkap..! apa mereka menjamin akan membebaskan kak Raditya..?" batin Rani bergejolak.


"Semuanya harap berkumpul..!! sekarang juga cepaaaaat..!!" seru seorang berslayer merah.


Dan semua orang yang tersisa berkumpul di halaman markas kedua.


"Apa semua sudah berkumpul..!!"


"Sudah...!"


Ada sekitar tiga puluh orang berslayer merah dan sepuluh orang berslayer hitam.

__ADS_1


Namun Rani dan seseorang masih dalam persembunyian mereka.


"Lepaskan slayer dan pakaian atas kalian semua sekarang juga..!!" titah orang berslayer merah itu.


"Apa..! untung saja aku tak ikut berkumpul dengan mereka..!! bisa-bisa mereka dapat tontonan gratis ..!" umpat dalam hati Rani.


Dan seluruh yan orang berkumpul itu melepaskan slayer dan pakaian atas mereka, termasuk Jarwo dan dua temannya.


"Tenang..! yang mereka cari itu Rani, wanita bukan pria..!! tapi Rani sekarang ada dimana ya..?" bisik Jarwo pada salah satu temannya.


"Entahlah...! semoga tidak ketangkap..!!" balas teman Jarwo itu yang juga berbisik.


Orang yang berslayer merah yang tadi berbicara, kemudian memeriksa satu persatu para pengikutnya.


Setelah yakin semua tak ada yang mereka cari, mereka menyuruh semuanya memakai kembali pakaian mereka.


"Oke ada empat puluh orang, kita serang Gym Raditya sekarang juga, ada kemungkinan gadis bertopeng itu ada disana. Dan sekaligus memberi tahu mereka kalau Raditya ada di genggaman kita. Kalau mereka tak menyerahkan gadis bertopeng itu sekarang juga .!! suruh Sania membunuhnya...!!"" seru orang berslayer merah tadi.


"Apa...!! Sania..!!" gumam Rani dalam hati.


Dan mereka di arahkan masuk ke dalam kontainer yang tersisa.


Rani dengan mengendap-endap masuk dalam rombongan itu, dan seseorang yang bersembunyi selain Rani itu juga ikut masuk dalam rombongan.


"Sesak dan panas sekali di dalam sini .! apa boleh buat, aku harus tahan...!" kata dalam hati Rani saat .


masuk dalam kontainer itu.


Ingin rasanya Rani membuka slayernya, namun itu tak mungkin terjadi.


Tiba-tiba pandangan Rani tertuju pada salah seorang yang masih sama dengannya memakai slayer merah dan terus menatapnya tajam.


"Siapa laki-laki itu...?" kata tanya dalam hati Rani.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2