
"Saya mengerti," kata Komisaris Saga.
"Dan ia diundang ke sini akhir pekan ini - "
"Supaya - boleh kita katakan" - kita dapat mengamatinya dari jarak dekat."
"Persis. Mungkin saja ia malah balik menyerang Anda." Lord Alloway nampak malu. Komisaris Saga melanjutkan,
"Katakanlah, milor', apakah mungkin ia mendengar tentang pembicaraan Anda dan Laksamana?"
"Memang," Lord Alloway mengakuii.
"Sir Harry mengatakan, 'Dan sekarang waktu untuk kapal selam kita! Ayo mulai bekerja!' semacam itulah. Yang lain-lain sudah meninggalkan tempat ini, tapi Nyonya Conrad kembali untuk mengambil buku."
"Saya paham," kata Komisaris Saga sungguh-sungguh.
"Milor', sekarang sudah larut malam, tapi perkara ini mendesak sekali. Saya ingin menanyai semua anggota rumah ini. Segera, jika mungkin."
"Tentu saja bisa diusahakan," Lord Alloway menanggapi. "Payahnya, kami tidak ingin perkara ini tersiar lebih jauh. Tentu Lady Juliet Weardale dan Leonard termasuk perkecualian - tapi Nyonya Conrad, kalau ia tidak bersalah, bisa salah mengerti. Mungkin dapat Anda katakan bahwa sebuah dokumen penting hilang, tanpa merinci dokumen apa itu. Atau, terserah bagaimana caranya."
"Persis seperti yang ingin saya usulkan," Komisaris Saga menanggapi dengan wajah berseri-seri.
"Sebenarnya, ketiga orang ini tidak perlu diberitahu. Maaf Monsieur Laksamana, para istri suka - "
"Tidak apa-apa," potong Sir Harry.
"Semua perempuan membicarakan desas-desus. Saya harap Juliet bisa lebih banyak berbicara dan mengurangi main bridge-nya. Tapi, perempuan sekarang memang begitu. Tidak pernah bahagia kalau tidak berdansa atau berjudi. Akan saya bangunkan Juliet dan Leonard. Setuju, Alloway?"
"Terima kasih. Saya akan memanggil pelayan Prancis itu. M. Komisaris Saga pasti ingin bertemu dengannya. Lalu ia bisa membangunkan majikannya. Akan saya lRanikan sekarang. Sementara itu, akan saya suruh Fitzroy kemari."
Fitzroy adalah seorang pemuda yang kurus dan pucat, memakai kacamata yang menggantung di hidung, dan ekspresi wajahnya dingin. Pengakuannya praktis sama dengan yang telah diceritakan Lord Alloway kepada kami.
"Bagaimana menurut Anda pribadi, Tuan Fitzroy?" Sebagai jawaban ia mengangkat bahu.
"Tidak diragukan lagi seseorang yang tahu duduk persoalannya menunggu kesempatan di luar. Ia bisa melihat apa yang terjadi di dalam melalui jendela dan menyelinap masuk pada waktu saya meninggalkan kamar kerja ini. Sayang sekali, Lord Alloway tidak mengejarnya ketika dilihatnya orang itu pergi." Komisaris Saga membiarkan Fitzroy dengan keyakinannya. Sebaliknya ia bertanya,
"Anda mempercayai pengakuan pelayan Prancis itu - bahwa ia melihat hantu?"
"Well, hampir tidak, M. Komisaris Saga!"
"Maksud saya - bahwa ia betul-betul berpikiran demikian?"
"Oh, tentang itu. Saya tidak bisa memastikan. Yang pasti ia kelihatan agak bingung. Diletakkannya tangannya di kepala."
"Aha!" seru Komisaris Saga seolah telah menemukan sesuatu.
"Sungguh begitu" - dia pasti cantik." "Saya tidak memperhatikannya secara khusus," kata Fitzroy dengan tegas.
"Saya kira Anda tidak melihat majikannya?"
"Sebenarnya ya. Ia berada di balkon, di tangga teratas dan memanggil pelayannya - 'L?onie!' Kemudian dilihatnya saya. Tentu saja ia lalu masuk lagi."
__ADS_1
"Di lantai atas," ujar Komisaris Saga dengan dahi berkerut.
"Saya menyadari kehilangan ini sangat tidak mengenakkan bagi saya - atau lebih tepatnya demikian, kalau saja Lord Alloway tidak secara kebetulan melihat orang itu pergi. Bagaimanapun juga saya tidak keberatan kalau Anda mau menggeledah kamar saya - dan diri saya."
"Anda betul-betul ingin diperiksa?"
"Pasti."
Apa yang akan dikatakan Komisaris Saga sebagai jawaban Rani tidak tahu. Tepat pada detik itu Lord Alloway muncul untuk memberitahu kami bahwa kedua tamu wanita dan Leonard Weardale telah berkumpul di ruang duduk.
Kedua perempuan itu mengenakan pakaian rumah yang pantas. Nyonya Conrad adalah seorang wanita cantik berumur tiga puluh lima tahun, berambut keemasan, dan cenderung untuk embonpoint.
Lady Juliet Weardale pasti berumur empat puluh tahun, tinggi dan sangat kurus, berkulit gelap, masih cantik, tangan dan kakinya bagus, sedangkan sikapnya gelisah dan lesu. Putranya berwajah agak feminin; kontras sekali dengan ayahnya yang kasar, jujur, serta ramah.
Komisaris Saga menyampaikan basa-basi singkat, seperti yang telah kami sepakati. Kemudian ia menjelaskan keinginannya untuk mengetahui kalau-kalau ada yang mendengar atau melihat sesuatu pada malam itu, yang mungkin dapat membantu kami. Sambil menoleh kepada Nyonya Conrad, Komisaris Saga memintanya menjelaskan apa saja yang telah diperbuatnya malam itu.
"Akan saya coba.... Saya naik ke lantai atas dan membunyikan bel untuk memanggil pelayan saya. Karena ia tidak muncul-muncul juga, saya keluar memanggilnya. Saya dengar ia tengah berbicara di tangga. Setelah ia menyikat rambut saya, saya memperbolehkannya pergi - ia dalam keadaan amat tegang. Saya membaca sebentar, lalu tidur."
"Dan Anda, Lady Juliet?"
"Saya langsung naik dan tidur. Lelah sekali saya malam ini."
"Bagaimana dengan bukumu, Sayang?" tanya Nyonya Conrad seraya tersenyum manis.
"Buku?" Wajah Lady Juliet memerah.
"Ya. Pada waktu saya menyuruh L?onie pergi, kau sedang menaiki tangga. Kau baru saja pergi ke kamar duduk untuk mengambil buku, begitu yang kaukatakan."
Dengan tegang Lady Juliet meremas tangannya.
"Anda mendengar jeritan pelayan Nyonya Conrad, milady?"
"Tidak-tidak."
"Aneh sekali - karena saat itu mestinya Anda berada di kamar duduk."
"Saya tidak mendengar apa-apa," suara Lady Juliet terdengar lebih tegas. Komisaris Saga beralih kepada si muda Leonard.
"Monsieur?"
"Tidak melakukan apa-apa. Saya langsung naik dan tidur." Komisaris Saga mengelus-elus dagunya.
"Wah! Saya khawatir tidak ada yang dapat membantu saya. Mesdames dan Monsieur, saya menyesal - saya sangat menyesal telah membangunkan kalian untuk persoalan sepele ini. Saya minta kalian memaafkan saya." Dengan gerak tangan dan permintaan maaf Komisaris Saga menyilakan mereka keluar. Kemudian ia kembali bersama pelayan perempuan berkebangsaan Prancis itu. Seorang gadis cantik yang pandangannya agak liar. Alloway dan Weardale sudah keluar bersama kedua wanita tadi.
"Nah, Mademoiselle," kata Komisaris Saga dingin, "mari kita mengatakan yang sebenarnya. Jangan mengada-ada. Mengapa Anda menjerit di tangga?"
"Ah, Monsieur, saya melihat sosok tubuh yang tinggi - berpakaian putih-putih dari kepala hingga kaki - " Komisaris Saga menahannya dengan menggoyangkan jari telunjuknya penuh semangat.
"Bukankah tadi saya katakan jangan mengada-ada. Saya akan menerka. Dia mencium Anda, kan" M. Leonard Weardale, maksud saya." "Eh, bien, Monsieur. Bagaimanapun juga, apa arti sebuah ciuman?"
"Dalam situasi seperti itu, ciuman wajar sekali," sahut Komisaris Saga gagah.
__ADS_1
"Saya sendiri atau Rani - tapi katakanlah apa yang terjadi."
"Dia muncul di belakang saya lalu menangkap saya. Tentu saja saya terkejut sehingga menjerit. Kalau saja saya sudah tahu, saya tidak akan menjerit - tapi ia menghampiri saya seperti kucing. Kemudian datanglah M. le Secr?taire. M. Leonard lari ke atas. Apa yang bisa saya katakan" Terutama kepada a jeune homme comme ?a - tellement comme il faut" Mafoi, saya mengarang ada hantu."
"Semua jelas sudah," seru Komisaris Saga riang.
"Lalu Anda naik ke kamar Madame, majikan Anda. Omong-omong, yang mana kamarnya?"
"Di ujung sana, Monsieur. Sebelah sana."
"Kalau begitu persis di atas kamar kerja. Nah, Mademoiselle, saya tidak akan menahan Anda lebih lama lagi. Dan la prochaine fois, jangan menjerit lagi." Setelah mengantarnya keluar, Komisaris Saga masuk sambil tersenyum.
"Kasus yang menarik, bukan, Rani" Rani mulai punya sedikit gagasan kecil. Et vous?"
"Apa yang dikerjakan Leonard Weardale di tangga" Rani tidak suka dia, Komisaris Saga. Dia betul-betul bandot muda, terpaksa Rani menyebutnya demikian."
"Rani sependapat denganmu, Sobat."
"Fitzroy kelihatannya jujur." "Lord Alloway jelas bersikeras tentang hal itu."
"Walaupun begitu, ada sesuatu dalam tingkah lakunya - "
"Dia hampir-hampir terlalu baik, ya kan" Rani sendiri merasakan. Di pihak lain, Nyonya Conrad jelas agak meragukan."
"Dan kamarnya persis di atas kamar kerja," kata Rani merenung sambil terus menatap Komisaris Saga tajam-tajam. Ia menggeleng seraya tersenyum tipis.
"Tidak, Sobat, Rani tidak percaya bahwa perempuan yang putih bersih itu akan turun lewat cerobong asap atau dari balkon." Selagi Komisaris Saga berbicara, pintu terbuka. Betapa terkejutnya Rani! Lady Juliet Weardale masuk.
" Komisaris Saga," katanya sedikit terengah-engah, "dapatkah saya berbicara berdua saja dengan Anda?"
"Milady, Rani adalah bagian diri saya. Anda bisa berbicara di hadapannya tanpa mempedulikannya. Silakan duduk, milady." Lady Juliet duduk sambil terus menujukan pandangannya kepada Komisaris Saga.
"Yang harus saya katakan - agak sulit. Anda menangani perkara ini. Kalau - berkasberkas itu dikembalikan, apakah persoalannya akan berakhir" Maksud saya, dapatkah berkas-berkas itu dikembalikan tanpa ada pertanyaan?" Komisaris Saga memandangnya tajam-tajam.
"Biarkan saya memahami Anda, Madame. Berkas-berkas itu akan diserahkan kepada saya - benar begitu" Dan saya harus mengembalikannya kepada Lord Alloway, dengan catatan ia tidak menanyakan dari mana saya mendapatkan berkas-berkas itu?" Lady Juliet mengangguk.
"Itulah yang saya maksudkan. Tetapi saya harus yakin tidak akan ada - publisitas."
"Saya kira Lord Alloway pribadi tidak menginginkan adanya publisitas," Komisaris Saga menjelaskan dengan wajah muram.
"Kalau begitu, Anda setuju?" serunya penuh semangat.
"Sabar sebentar, milady. Ini bergantung pada kapan Anda menyerahkan berkas-berkas itu kepada saya."
"Segera." Komisaris Sagaris Saga melirik ke atas, ke jam dinding.
"Kapan persisnya?"
"Kira-kira sepuluh menit," bisik wanita itu.
"Saya setuju, milady." Bergegas ia keluar. Rani memonyongkan bibirku untuk mengeluarkan siulan.
__ADS_1