Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Berdua di Apartemen


__ADS_3

Inspektur Saga dan Rani, akhirnya melajukan kendaraannya ke arah apartemen.


Rani melihat ke arah jendela mobilnya, di lihatnya banyak anggota geng kobra berkeliaran di ruas-ruas jalan seperti mencari mangsa.


"Nampaknya kamu harus tetap menjadi Rani yang cupu, untuk menghindari mereka." kata Inspektur saga.


"Rani kan bisa melawan mereka...!!" kata Rani ketus.


"Kak Saga percaya kamu bisa melakukannya, tapi apa kamu mampu mengalahkan mereka sendirian?" tanya Inspektur saga yang khawatir dengan emosi Rani yang masih labil.


"Kalau mau melakukan sesuatu, penyerangan mungkin? harus kamu pertimbangkan masak-masak. Akibatnya bila setelah melakukannya...!" nasehat Inspsektur Saga.


"Huaaahaaemm...!!" Rani menguap, menahan rasa kantuknya.


"Dengar tidak..!!" seru Inspektur Saga, yang membuat Rani membuka matanya yang sebenarnya sudah sayu.


"Ha..oh. iya kak..!!" ucap Rani yang kaget.


"Tidurnya di lanjut nanti saja, ayo turun dah sampai." kata Inspektur saga yang sudah memarkirkan mobilnya.


"Eh.. sudah sampai ya..!!" seru Rani yang kemudian menegakkan posisi duduknya.


"Iya, ayo turun. Dan bawa barang-barang yang ringan, yang berat biar kakak yang bawa..!!" seru Inspektur Saga pada tunangannya.


"Iya kak..!!" jawab Rani singkat.


Mereka pun segera masuk ke apartemen, setelah melewati loby apartemen.


Mereka kemudian naik lift , dan menyusuri lorong apartemen sampai tiba yang paling ujung.


Setelah membuka pintu,dan menyalakan lampu


mereka segera masuk.


"Akhirnya... sampai juga..!!" seru Rani yang kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Empuknya...!!" gumam Rani.


Inspektur saga segera mengambil baju ganti dan kemudian membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Setelah selesai ritual membersihkan diri, Inspsektur itupun kelihatan segar dan tampan.

__ADS_1


Dia pun keluar dari kamar mandi, dan menghampiri tunangannya yang tertidur pulas.


Namun ketika dilihatnya, ada yang mengalir di sudut bibir tunangannya itu.


"Aih..Si cantik punya kebiasaan ngiler..!!" batin Inspektur Saga sambil mengusap dahinya ke atas seolah menyibak rambutnya.


Timbullah pikirannya untuk menjahili tunangannya itu.


"Perlu di dokumentasikan..!!" lanjut batin Inspektur Saga yang kemudian dia mencari ponselnya.


Setelah mendapat benda yang di inginkan, inspektur Saga mulai dengan keisengannya untuk memfoto tunanganya saat tidur dengan kondisi mengiler.


Lima jepretan pun sudah dia dapat, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping Rani.


Di pandangnya wajah polos tunangannya yang sedang tidur itu.


Rani membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah tampan Inspektur saga yang berada tepat dihadapannya.


"Aaa... kenapa disini, tidur di sofa sana..!!" teriak Rani sambil memukul inspektur Saga dengan bantal.


"Hei..tunggu..!! kamu menodai bantalku..!!" seru Inspektur Saga sambil menangkap bantal yang di gunakan Rani untuk memukulnya.


"Ha..! a..apa maksud kak Saga..!!" kata rani yang belum paham maksud perkataan Inspektur Saga.


Rani pun mengikuti petunjuk tunangannya itu.


Alangkah terkejutnya dia, tangannya basah.


"Aaa...tidaaaak..!!" teriak dalam hati Rani.


Spontan saja wajahnya memerah karena malu.


Rani pun turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi.


Inspektur Saga pun tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi tunangannya itu.


"Aaa.. sial! kenapa sih harus terjadi seperti ini..!! Jadi malu kan sama kak Saga." gerutu Rani saat membasuh mukanya di wastafel.


Rani pun melepaskan bajunya satu persatu untuk mandi.


Setelah selesai ritual mandinya, Rani baru ingat kalau dia masuk ke kamar mandi tadi tidak membawa handuk dan pakaian ganti.

__ADS_1


Dia bingung karena baju yang dipakainya tadi terlanjur basah.


"Aaa..Rani kenapa dengan kamu ini?" batin Rani.


Gadis itu kemudian mengintip keluar kamar mandi, mencari keberadaan Inspektur saga.


Sedangkan Inspektur saga sedang serius dengan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri,melihat hasil keisengannya.


"Aih.. ! panggil tidak ya...!" batin Rani.


Kemudian gadis itu mengumpulkan segala keberaniannya untuk memanggil tunangannya itu.


"Kak Saga...!" panggil Rani pelan.


Inspektur saga pura-pura tak mendengar.


"Kak Sagaaaa...!!" panggil Rani lebih keras.


"Ya.. ada apa sayaaang" jawab Inspektur saga tanpa menoleh.


"Tolong ambilkan tas ransel Rani ya.!! .plis..!!" kata Rani memohon.


"Ambil sendiri kenapa..!" seru Inspektur Saga yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Nggak bisa kak,.! Rani nggak pakai baju. Cepat kak..! Rani kedinginan kak..!!" seru Rani.


Inspektur Saga pun kemudian sadar kalau malam sudah larut, dan merasa kasihan pada tunangannya yang masih telanjang di kamar mandi.


Bergegas dia mengambil tas ransel milik Rani.


Inspektur saga pun sampai di kamar mandi.


"Rani sayang..kakak sudah bawa ranselnya, kakak masuk ya..!!" goda Inspektur Saga.


...~¥~...


Hayo...


Yang penasaran, tunggu ya..


Jangan lupa jejak dukungannya..

__ADS_1


Makasih


__ADS_2