Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Kehadiran Inspektur Saga dan Rani tertembak


__ADS_3

Bedebah...! dia mengeluarkan senjata api..!!" gerutu Rani.


"Menyerahkan kau..! maka aku tak akan menembakmu...! namun aku akan mengulitimu...!!" seru Baskoro penuh rasa kemenangan.


"Tak ada kata menyerah dalam kamusku...!!" Gertak Rani yang tetap di posisi siaga.


"Kalau begitu, terimalah ini..!!" seru Baskoro yang siap menembak Rani.



"Dorr...!!"


"Ahh...!!"


"Dorr...!!


"Agh..!!"


Suara tembakan dari Baskoro yang mengarah ke arah Rani.


Dengan memiringkan tubuhnya dan juga melompat, Rani menghindari tembakan-tembakan serangan dari Baskoro.


Dan tembakan itu mengenai Dau orang anak buah Baskoro sendiri.


"Nona, cepat upayakan Baskoro memanggil Inspektur saga secara tiga kali..!!" seru Kity yang berada di dalam gagang pedang pusaka langit.


"Ah iya...!! kenapa aku lupa ya..!!" seru Rani sambil berpikir bagaimana cara memancing Baskoro agar mau memanggil Inspektur saga secara tiga kali.


"Kak Saga ..!!! Baskoro ada di sini...!! Kak Sagaa...!!" seru Rani yang berpura-pura seolah Inspektur Saga ada di sekitarnya.


"Ha...ha...! memangnya aku anak kemarin sore yang bisa kamu kelabui...!! yang kau panggil itu ada di kota sebrang..!!" mana mungkin ada disini..!" seru Baskoro yang nggak mau di tipu Rani.


"Siapa bilang tidak ada...! mata kamu aja yang rabun...!" ejek Rani yang membuat Baskoro tersulut emosinya.


"Hei..kau yang rabun dan gila..!! jelas-jelas yang kau panggil itu tidak ada..!!" gerutu Baskoro kesal.


"Coba saja kamu panggil dia...! aku yakin dia akan muncul...!!" seru Rani yang memancing emosi Baskoro.


Dan benar, Baskoro tersulut emosinya.


"Beh...!! Omong kosong..!!" seru Baskoro yang tak percaya.


"Coba saja..!!" kata Rani dengan senyum sinisnya.


"Sagaa....!!" panggil Baskoro.


"Kurang keras..!!" seru Rani pancing Rani.


"Sagaaaa..!!" panggil Baskoro lagi.


"Lebih keras lagi...!!" seru Rani yang dalam hati terkekeh karena merasa seperti mengajari anak sekolah taman kanak-kanak


"Sagaaaa...! keluar kau..!! seru Baskoro lagi.


"Jangan-jangan kau menipuku ya..!!" gerutu Baskoro kesal.


Tiba-tiba muncul seberkas sinar biru dari samping rumah Baskoro.


"Tidak..!! lihat disana...!!" balas Rani yang menunjuk ke arah sinar biru dekat rumah Baskoro.

__ADS_1


Muncullah sesosok laki-laki Tampan dengan memakai seragam plus membawa senapannya.



"Dorr...!!"


"Aghh..!!"


"Dorr...!!"


"Aghh...!!"


"Wow...! seperti film kolosal saja..!! tak kusangka begitu banyaknya anggota geng kobra di sini...!!" gumam Inspektur Saga yang baru saja datang bersama seberkas sinar biru.


Dengan sigap, inspektur saga membuka bola nanasnya alias Granat.



"Hup....!!"


"Blummm...!!"


"Aghh...!!"


dan sekali lagi Inspektur saga melempar bola nanas itu.


"Hup...!!"


"Blummmmm...!!"


"Aghh....!!"


Inspektur Saga membuka jalannya mendekati Rani dan Baskoro.


Sementara itu Baskoro dengan muka yang merah padam menatap kedatangan Inspektur Saga.


"Kurang ajar...!!" gerutu Baskoro kesal.


"Ya Ampun kak Saga..! tambah ganteng saja..!!" kata dalam hati Rani saat melihat Inspektur saga yang mendekat.


"Benarkan..! aku tidak bohong..!!" seru Rani dengan senyum sinisnya.


"Sekarang..! kau saja yang menyerah..!!" lanjut Rani dengan songongnya.


"Kurang ajar..!! terima ini..!!" ujar Baskoro yang kembali mengarahkan pistolnya kearah Rani.


"Dorr...!!"


"Agh..!!"


"Dorr...!!"


"Agh...!!"


Baskoro mulai menembak ke arah Rani.


Rani kembali mampu menghindarinya dan peluru-peluru itu bersarang ke dada para anggota geng Kobra.


Sementara itu, rombongan Jonathan,Komisaris Anggara, Tuan Wibowo dan Dito juga mendekat ke arah Baskoro dan Rani dari sisi yang lain.

__ADS_1


Tanpa di sadari Rani, ada senapan yang mengarah ke punggungnya.


Dito tahu siapa yang mengarahkan pistol itu.


Anton, tangan kanan Baskoro.


"Rani awaaaaas..!!" Seru Dito sembari berlari mendekati Rani.


Rani yang mendengar ada yang memperingatinya, gadis itu menoleh ke belakang.


"Dorr...!!'


"Aughh...!!"


Sebuah peluru bersarang di lengan kiri bagian belakang Rani.


"Rani...!!!"' panggil Dito yang sudah berjarak sejengkal dengan Rani.


Dan semua mengarahkan pandangan mereka ke arah Rani Tak terkecuali Inspektur Saga.


"Bedebah...!! Kurang ajaaaarr..!!" seru Inspektur Saga yang kemudian. dengan membabi buta menembaki semua anggota geng kobra.


"Dorr....!!"


"Agh...!!"


"Dorr....!!"


"Aghh....!!"


Semakin berkuranglah anak buah geng kobra.


Tertembaknya Rani merupakan kesempatan bagi Baskoro untuk melumpuhkan gadis yang baginya selalu menjadi penghalang usahanya itu.


Baskoro mengarahkan senjatanya ke arah Rani,


"Dorr...…!!"


"Aghhh...!!"


Sebuah peluru bersarang di dada ......


...~¥~...


Mohon maaf sampai di sini dulu ya...


Jangan lupa ibadah dan makan ya...🙏😍


Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.


Oya, dukung karya Author lainnya ya...


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.


*JADIKAN AKU YANG KEDUA

__ADS_1


Terima kasih.


...Bersambung...


__ADS_2