
Namun sebelumnya dia menjatuhkan dompet milik pengawal Dio yang sudah dia persiapkan tadi di antara si perampok dan si pembawa pistol.
Setelah itu Rani bergegas melangkahkan kaki menuju ke restoran kecil, dimana tadi dia dan Raditya hendak makan dan melewati pintu belakang.
Sesampainya di pintu belakang, dengan cepat Rani melangkahkan kakinya menuju toilet dan segera melepas topengnya, pada saat tak ada yang melihatnya.
Gadis itu merapikan baju dan kepangan rambutnya, tak lupa memakai kembali kacamata tebalnya yang sebelumnya dia ganti dengan topeng pemberian Paman Sidiq yan tadi dia gunakan untuk menyamar.
Setelah selesai, Rani segera berjalan keluar dari toilet dan berjalan menghampiri Kakaknya, Raditya yang masih berada ditempatnya.
"Akhirnya polisi datang juga! Apa kalian lihat tadi ada gadis misterius yanag membantu satpam dalam membekuk perampok? Kemudian dia pergi mengejar perampok itu?" tanya seseorang yang saat kejadian berada di sekitar toko perhiasan emas yang berada depan restoran kecil itu.
"Iya, kami melihatnya! Dia seorang gadis yang memakai topeng." jawab salah seorang yang jadi pelanggan di restoran kecil itu.
"Siapa ya kira-kira gadis bertopeng itu?" tanya seorang pelanggan restoran kecil yang penasaran.
Rani yang mendengarkannya, hanya melewati saja orang-orang yang sedang asyik membicarakan gadis bertopeng itu.
"Kak Radit....!" panggil Rani dan segera mengambil tempat duduknya yang semula,dan kemudian duduk berhadapan dengan kakaknya.
Radit tersenyum melihat adiknya yang baru datang dari toilet itu.
"Cepat makan, keburu dingin nih makanannya!" seru Raditya seraya menatap pada Rani.
"Iya kak!" balas Rani seraya mengulas senyumnya, tanpa menunggu lama Rani segera menyantap hidangan yang ada didepannya.
Sedangkan Raditya yang sudah habis lebih dulu, kini hanya menghadapi segelas minuman dinginnya.
"Kalau masih lapar, bisa nambah lho!" seru Raditya yang menggoda adiknya.
"Ah, sudah kenyang kak! Mungkin kak Radit sendiri yang masih lapar?" balas Rani yang membalikkan kata-kata Raditya.
"Ha...ha...ha...! Sama, kak Raditya juga sudah kenyang!" jawab Raditya seraya mengulas senyumnya.
Setelah selesai makan dan minum, Radit segera membayar makanan dan minuman yang mereka makan. Kemudian mereka segera melangkahkan kaki menuju ke arah dimana sepeda motor sport Raditya yang diparkirkan di depan restoran kecil itu.
Sampai disamping sepeda motor itu, dan mereka segera memakai helm masing-masing. Kemudian mereka naik dan melajukan sepeda motor tersebut kembali menyusuri jalan raya.
"Gadis yang bertopeng tadi kamu ya Ran?" tanya Raditya yang tetap menghadap ke arah depan.
"He...he...he...!" Gadis itu hanya tersenyum simpul.
Kemudian Rani mengambil dompet si perampok yang ada di sakunya dan kemudian melihat identitasnya.
"Kak Radit, kakak tahu tentang geng Serigala?" tanya Rani yang penasaran.
__ADS_1
"Setahu kak Raditya, Geng itu musuh bebuyutan dengan geng Kobra" jawab Raditya
"Kenapa memangnya?" lanjut Raditya yang ganti bertanya.
"Baguslah! Jadi sesuai rencana aku nantinya!" seru Rani sembari mengulas senyum dan memasukkan dompet perampok yang dia ambil ke dalam tasnya.
"Rencana? Rencana kamu apa Ran?" tanya Raditya yang kemudian menepikan sepeda motor sportnya.
"Begini Kak, tadi yang merampok toko perhiasan emas adalah anggota Geng Serigala. Dan setelah aku melumpuhkan mereka, aku meninggalkan dompet pengawal Dio disamping mereka" jawab Rani.
"Itu artinya secara tidak langsung bisa menyulut permusuhan mereka?" tanya Raditya yang penasaran.
"Iya itu yang aku maksud." jawab Rani sambil tersenyum.
"Pintar juga adikku ini, dengan begitu akan memancing emosi geng Serigala dan menuntut balas pada geng Kobra!" seru Raditya.
"Iya dan siapa tahu nanti Baskoro mau muncul." kata Rani dengan yakin.
"Bagus...bagus...!" seru Raditya seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Ayo, lanjut jalan kak!" seru Rani seraya menepuk pundak kakaknya.
"Ran, kita jadi kan beli sepeda kayuhnya?" tanya Raditya.
"Eh, ya jadi dong kak!" jawab Rani.
Raditya melajukan kembali sepeda motornya ke jalan raya, dan kali ini mereka menuju ke arah toko sepeda kayuh.
Sesampainya di toko sepeda, mereka segera turun dan melepas helm masing-masing, setelah itu mereka masuk ke dalam toko sepeda kayu itu.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" ucap pelayan toko sepeda kayuh itu dengan ramah.
"Saya sedang mencari sepeda kayuh untuk adik perempuan saya ini, mungkin ada sepeda yang cocok untuknya di toko ini?" balas Raditya seraya menebarkan pandangannya ke setiap sepeda kayuh yang berjajar rapi.
"Oh, ada! Silahkan lewat sebelah sini!" seru pelayan itu seraya menunjuk ke arah yang dimaksudkan, dimana terdapat banyak sepeda kayuh Mini yang ada keranjangnya di depan dan dibelakangnya ada boncengannya.
Raditya dan Rani melangkahkan kaki dan sibuk memilih sepeda Mini dengan keranjang didepannya itu.
"Nah yang ini cocok untuk menunjang penampilanmu." kata Raditya yang memegang sepeda kayuh yang berwarna merah muda itu.
Rani pun memeriksanya dan mengacungkan dua jempol pada kakaknya.
"Bagus kak! Rani suka warnanya!" seru Rani.
Kemudian Radit memilih sepeda lagi khusus untuk cowok.
__ADS_1
"Untuk siapa itu kak?" tanya Rani yang penasaran.
"Boleh dong kapan-kapan bersepeda bareng" jawab Raditya sembari tersenyum.
"Iya kalau pas liburan, kita sepedaan keliling kota ya kak!" seru Rani sembari mengulas senyumnya.
"Yapp...!" balas Raditya yang sibuk
memeriksa kondisi sepeda kayuhnya.
Setelah cocok dengan kedua sepeda kayuh itu, Raditya segera membayar dan meminta pada pemilik toko untuk mengantarkan ke alamat rumahnya.
"Saya pilih dua sepeda ini dan apa bisa diantarkan ke alamat rumah kami?" tanya Raditya pada pelayan toko sepeda kayuh itu.
"Oh, bisa. Tapi anda harus bayar ongkos kirimnya, bagaimana?" jawab sekaligus tanya pelayan toko sepeda kayuh itu.
"Boleh saja, tolong jumlahkan sekalian!" jawab Raditya yang kemudian menerima nota pembelian sepeda kayuh dari pelayan itu.
Raditya segera membayar, setelah tahu seberapa banyak uang yang harus dia keluarkan untuk membayar dua sepeda kayuh ditambah ongkos kirimnya.
Kemudian Raditya mengeluarkan ponselnya dan dia mengirim pesan pada Nyonya Lani.
"Ma,nanti ada orang yang mengantar dua sepeda kayuh.Radit beli untuk Rani dan Radit Ma"
"Makasih ya Ma, Radit sudah makan di luar sama Rani tadi. Habis ini Radit mau mampir ke Gym dulu dan segera pulang"
"Ok ma! Selamat sore ma, love you...!"
Demikianlah isi chat Raditya, dan dia memasukkan ponselnya kembali ke sakunya.
"Rani, kita ke Gym dulu, nanti kamu bisa olah raga dan mandi disana." kata Raditya seraya menatap wajah adiknya.
"Okey kak!" jawab Rani dengan berseru.
Mereka pun bergegas berjalan menuju ke sepeda motor dan memakai helm masing-masing. Setelah itu Raditya melajukan sepeda motor sportnya saat Rani sudah berada diboncengkan dibelakangnya.
Sepeda motor sport itu melaju menuju Gym milik keluarga Wibowo.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...