Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Siapa Komisaris Anggara?


__ADS_3

Setelah menepikan mobilnya, Inspektur Alex itu pun membuka layar ponsel Rani dan memperhatikan dengan seksama.


Lilian dan Rani saling berpandangan dan kemudian menatap Inspektur Alex yang sedang mengingat sesuatu.


"Yang fotonya mirip komisaris baru itu di sini namanya Handoko tapi dia bukan Komisaris tapi Inspektur, sedangkan yang satunya komisaris tapi mirip...Inspektur Saga?! " gumam Inspektur Alex sambil berpikir.


"Apa mungkin nama asli komisaris itu Handoko bukan Anggara ya? Trus Anggara itu siapa?" tanya Rani.


"Ah...!pantas saja aku agak curiga sama komisaris baru itu...! yang aku tahu, komisaris Anggara dari pusat itu ya ini...yang mirip Inspektur saga..!" seru Inspektur Alex.


"Maksud kak Alex?" tanya Lilian yang ikut penasaran.


"Hm..hm..cie..cie..! sudah panggil Kak segala...!" goda Rani dan hal itu membuat Lilian tersipu malu.


"Apa sih Rani...!" kata Lilian yang kemudian menutup mukanya yang memerah bak kepiting rebus.


Inspektur Alex yang melihat Lilian pun tersenyum, "Aku yang menyuruhnya..!" kata Inspektur Alex yang membela Lilian.


"Benarkah?kalian sudah jadian? kabar gembira nih buat kak Saga..! biar dia tidak cemburu lagi pada Inspektur Alex...!" seru Rani sambil tersenyum.


"Mau tahu siapa Komisaris Anggara tidak..?!" seru Inspektur Alex yang mulai serius.


"Eh iya..! Siapa dia?" tanya Rani yang kemudian ikut serius.


"Sebetulnya aku agak curiga sama komisaris baru itu yang datang ke kepolisian mengaku sebagai Komisaris Anggara. Karena yang aku tahu, nama Komisaris Anggara yang dari kepolisian pusat itu hanya beliau.." jelas Inspektur Alex sambil menujuk pada foto yang berdentitas Komisaris Anggara.


"Aku pernah sekali bertemu dengan Komisaris Anggata saat pelantikan ku dan Inspektur Saga" lanjut Inspektur Alex yakin.


"Pernah ketemu?" tanya Rani dan Lilian kompak.


"Iya..! karena beliau papa Inspektur Saga...!" jawab Inspektur Alex tegas.

__ADS_1


"A..apa..! Camer ku eh calon mertuaku..!" seru Rani spontan.


"Cie.. calon mertua..!" goda Lilian pada Rani.


"Apa sih..! kan benar calon Mertua, aku dan kak Saga kan sudah bertunangan..wekk..!" seru Rani sambil menunjukan cincin tunangannya.


"Sudah-sudah, serius nih..! tugas kita cari tahu kenapa identitas Komisaris Anggara ada di dompet komisaris baru itu...!" seru Inspektur Alex serius.


"Sudahlah kita pikirkan nanti..! aku ada firasat nggak enak nih..!" kata Lilian yang berubah menjadi gelisah.


"Oiya, tadi ada telpon dari anak buah Komisaris baru itu, sepertinya mengenai kondisi papanya Lilian...!" seru Rani yang mulai ingat telepon pada ponsel komisaris baru itu waktu di kamar hotel.


Kemudian Inspektur Alex bergegas menjalankan mobilnya kembali menuju ke rumah Lilian.


Lilian mulai tak nyaman dalam duduknya, berkali-kali membenarkan posisi duduknya.


Inspektur Alex tetap berkonsentrasi dalam mengemudinya, dan Rani menghela nafasnya berusaha tenang.


Lilian dengan setengah berlari berjalan masuk melewati pintu pagar rumahnya dan hendak masuk ke dalam rumah.


Betapa kagetnya dia, dua polisi yang menjaga rumahnya tergeletak bersimbah darah.


Lilian pun segera masuk ke dalam rumahnya.


Dengan segera menuju kamar tidur dimana papanya biasa terbaring.


Rani dan Inspektur Alex yang berjalan di belakang Lilian pun terkejut, menemukan dua polisi yang bersimbah darah.


"Rani cepat masuk, pastii terjadi sesuatu di dalam. Aku akan hubungi polisi yang bagian Kriminal...!" seru Inspektur Alex yang kemudian mengotak-atik ponselnya, menghubungi rekan-rekan polisinya.


"Papa...!!" jerit Lilian dari dalam kamar tidur Komisaris.

__ADS_1


Rani dan Inspektur Alex pun terkejut.


Mereka setengah berlari menuju sumber suara.


Dan alangkah terkejutnya mereka, mendapati Lilian memeluk Papanya yang berada di lantai dengan bersimbah darah.


"Telpon Ambulan Inspektur...!" seru Rani yang kemudian mendekati Lilian.


Di pegangnya tangan komisaris dan di rabanya denyut nadinya.


"Beliau masih hidup...!" seru Rani dan menatap Lilian agar tidak terlalu bersedih.


Dua ambulan dan satu mobil patroli pun tiba.


Komisaris pun dimasukan dalam mobil ambulan, di dampingi Lilian dan Rani.


Dan dua polisi yang terluka, ternyata salah satu dari polisi itu yang sudah sadar dan mereka masuk dalam mobil ambulan satunya di temani satu orang polisi.


Polisi yang lainnya memeriksa rumah Komisaris.


Sedangkan Inspektur Alex mengikuti dua mobil ambulan itu di belakangnya.


...~¥~...


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/,🎁 maupun Vote-nya ya..


Jangan lupa.. intip novel terbaru Author ya..


SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, sudah up.


Terima Kasih.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2