
Dito pun membuka sel sebelum Rani menyuruhnya lagi. Inspektur Alex masuk dan membantu Rani memapah komisaris Anggara.
Dengan tertatih mereka berhasil keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
Tiba-tiba Rani menghalangi mereka untuk maju melangkah.
"Tunggu...! Aku matikan Cctv nya dulu...!! " seru Rani yang kemudian mengambil kelereng dan menjentikkan ke arah Cctv yang menyala.
"Tarr...!'
"Tarr...!"
Dua Cctv telah hancur, lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka.
"Inspektur...! sebaiknya kita keluar lewat pintu belakang..!" usul Dito.
"Boleh juga..! ayo kita harus cepat..!" seru Rani dan mereka setengah berlari menuju ke pintu belakang dimana Dito biasa lewat di situ kalau mau pergi dari markas.
Namun ternyata Dio sudah mengetahui rencana mereka.
Sial ada Dio...!!" seru Dito yang sangat membencl saudara kembarnya itu.
"Apa..! nampaknya kita terkepung...!! Depan kita ada Roy...!!" seru Rani yang dengan sikap siap siaga.
"Dito., kau jaga Tuan Wibowo dan Komisaris Anggara...! Jo...kamu lawan Dio dan pengawalnya, aku dan Rani akan melawan Roy dan pasukannya...!!" perintah Inspektur Alex yang membagi tugas.
Komisaris Anggara, Tuan Wibowo dan Dito pun menepi.
Jonathan melawan Dio dan dua pengawalnya, sedangkan Inspektur Alex melawan Roy dan Rani melawan sepuluh anggota geng kobra yang bersama Roy.
"Hiaaaat....!!"
"Bughh...!!"
”Bughh....!!"
"Deshh...!!"
Perkelahian pun tak terelakan.
Jonathan berhasil mengimbangi lawannya.
Demikian Inspektur Alex kalau di hitung nilai mereka seri.
Rani menjentikkan beberapa kelereng dari Dito.
"Takk....!!"
"Takkk...!!"
"Takk..!!"
"Takk..!!"
Empat orang terkapar, dan selanjutnya dengan gadis itu menendang tiga sekaligus dengan dada bidang lawannya sebagai tumpuannya.
"Dugh.,!!
"Dugh ..!!"
__ADS_1
"Dugh...!!"
"Kurang Ajaar...!!" seru salah seorang dari mereka.
Dan mereka pun mengeluarkan senjata Ruyung untuk menghadapi Rani.
Saat mereka menyerang Rani bersamaan,, Rani melompat bersalto diatas dan kemudian memberikan serangan balasan dengan tendangan yang mengarah ke dada lawan-lawannya,
"Dugh..!!"
"Dugh...!!"
"Dugh..!!"
Mereka pun terjungkal dan akhirnya ambruk bersamaan.
"Brukk..!"
Rani melihat lawan-lawannya yang termasuk Dio semua terkapar tak sadarkan diri.
Hanya Roy yang bertahan sedangkan Inspektur Alex mulai kelelahan.
Semenjak sembuh dari lukanya, ilmu bela dirinya meningkat pesat karena seringnya latihan.
Sementara Inspektur Alex ilmunya berbeda jauh dengan Inspektur Saga, tunangan Rani.
Roy mengeluarkan senjata dua buah pedang.
Dan Rani pun melepas jaketnya yang bergambar ular kobra, kemudian mengubah liontin kalung pusakanya dengan menjadi sebuah pedang langit.
Seru Rani yang kemudian bersiap pasang kuda-kuda untuk melawan serangan pedang dari Roy.
"Traaang...!!"
"Traaang..!!"
"Traaang..!!"
Ketiga pedang itu beradu, dan belum ada yang terpojokkan. Hasilnya masih seri.
"Heh...! kemampuanmu maju pesat rupanya..!" puji Rani pada Roy.
"Mengaku kalah saja kau, dan tak usah repot-repot mengeluarkan keringat untuk berperang, keringat untukku di ranjang .! ha..ha..!" seru Roy sambil tertawa menyeringai.
"Cihh ....! amit-amit..!! sebentar lagi kau akan mati di ujung pedangku...!!" balas Rani dengan sinis.
"Coba saja kalau kau bisa...!!" tantang Roy yang mulai dengan pasang kuda-kuda.
"Baiklah kalau itu maumu...!!" sahut Rani yang kali ini dia menyerang Roy dengan jurus Tarian Dewi Cinta nya.
"Trang...!!"
"Traaang...!!"
__ADS_1
"Traaang...!!"
Setelah ketiga pedang beradu beberapa kali, Rani berhasil mengecoh Roy, dan kedua pedang Roy terlepas dari empunya.
"Hiaaat...!!"
Gadis itu berputar dan mengayunkan pedangnya ke leher Roy.
Roy menghindar, namun dengan gesitnya Rani menghujamkan pedang langit ke perut Roy.
"Bleeesshhh..!!"
"Aaaaghh...!!"
Darah segar pun mengalir diantara tusukan pedang langit.
Rani pun mencabut pedang itu dan Roy pun ambruk sudah tak bernyawa.
Pedang langit itupun ajaib bisa membersihkan diri ya sendiri, kembali mengkilap yang seolah tak terjadi apa-apa.
"Wouw ..!kau bisa .enyahkan mereka sendirian.!!" seru Jonathan sambil menggelengkan kepala.
"Aku masih butuh bantuan kalian...!!" kata Rani yang mulai bisa tersenyum.
Inspektur Alex, Jonathan dan Rani kemudian menghampiri Dito, Tuan Wibowo dan Komisaris Anggara.
Tubuh Dito gemetar melihat apa yang dilakukan oleh gadis yang dia sukai.
"Aku tidak akan membunuhmu, karena kamu sahabatku...!! Terima kasih ya sudah menjaga papaku dan calon papa mertuaku...!' kata Rani mengusap punggung tangan Dito agar Dito tidak gemetar lagi
"Rani, kamu baik-baik saja kan?" tanya tuan Wibowo yang keadaannya sudah mulai pulih.
"Bahkan lebih dari kata baik pa..!" jawab Rani yang kemudian mencium punggung tangan kanan Tuan Wibowo dan juga punggung tangan kanan Komisaris.
"Kamu bilang tadi aku Calon mertuamu?" tanya Komisaris Anggara yang penasaran.
"Eh iya Komisaris Anggara, saya Rani tunangan dari Inspektur Saga..!" kata Rani yang memperkenalkan diri.
"Saga...! dimana dia sekarang..?" tanya Komisaris Anggara yang khawatir.
"Kak Saga baik-baik saja pa...! Dia ada di kota sebrang guna menjalankan tugas untuk kenaikan pangkatnya,..!' jawab Rani dengan wajah sendunya.
"Anak itu, pada hal ada hal penting...! kenapa papanya tidak di kasih tahu sih...!!" gerutu Komisaris Anggara yang kemudian berdiri dan memeluk Rani.
...~¥~...
Perkenalkan novel terbaru Author, semoga semua suka dan mohon dukungannya ya..🙏😍
Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.
Oya, dukung karya Author lainnya ya...
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
__ADS_1
Terima kasih.
...Bersambung...