
*Mohon maaf. Untuk episode kali ini, Author harus baca kembali episode 139-140 dulu. Harap maklum*. 🙏😍
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Inspektur Saga dan Yuki berjalan menyusuri lorong gua buatan itu dengan penerangan senter yang di bawanya dari kantor polisi tadi.
Akhirnya mereka menemukan sebuah pintu di ujung goa buatan itu.
"Saga..! di depan pintu ini ada karung beras. Karena pintu ini tidak ada engselnya sebaiknya kita dorong agar bisa terbuka." bisik Yuki.
"Ok..!" jawab Inspektur saga singkat dan mereka pun mendorong pintu kecil itu.
"Bruakkk...!!"
Pintu itupun terbuka.
Inspektur Saga memanjat untuk bisa keluar melalui pintu kecil itu.
Setelah berhasil keluar, dia membantu Yuki untuk naik dan keluar melalui pintu itu.
Setelah berhasil keluar, Yuki menata kembali pintu dan karung beras yang di gunakan untuk menutup pintu kecil itu.
"Tadi aku mendengar suara seperti benda jatuh di gudang..!!" seru seseorang di balik pintu gudang.
Inspektur Saga dan Yuki sembunyi di balik pintu, dan mereka kompak mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
"Ceklek...!!"
Seseorang membuka pintu gudang.
"Mana..! nggak ada apa-apa..!" seru salah seorang dari mereka.
Dan saat mereka masuk kedalam gudang, tiba-tiba ada yang membekap mereka dari belakang, dan dalam hitungan detik mereka tak sadarkan diri
Inspektur Saga menyembunyikan di pojok gudang mereka diantara tumpukan karung beras.
Inspektur Saga mengintip keluar gudang, di lihatnya dua anggota geng kobra sedang patroli beriringan.
Inspektur saga berdehem untuk memancing mereka masuk ke gudang.
"Hm..hmmm..!"
__ADS_1
"Apa itu..!" seru salah satu dari mereka.
"Suaranya dari gudang, kita periksa..!" seru yang lainnya.
Dan mereka pun membuka pintu gudang dan mengalami nasib yang sama dengan kedua rekannya tadi.
Inspektur Saga kembali mengintip keadaan di luar gudang beras.
Ketika melihat suasana di luar gudang sepi, inspektur Saga memberi kode pada Yuki untuk mengikutinya.
Mereka berjalan hati-hati menyusuri lorong villa.
Terdengar suara troli dari persimpangan lorong.
Yuki memberi kode pada inspektur saga untuk dia mengintip siapa yang mendorong troli tersebut.
"Ssttt.. bi Emi..!" panggil Yuki yang setelah tahu siapa yang mendorong troli tersebut
Merasa ada yang memanggil, Emi pun menoleh. Dan berbisik pada bi Inah untuk meneruskan pekerjaannya.
Emi pun menghampiri Yuki dan Inspektur Saga dan menarik mereka masuk ke sebuah ruangan
dan kemudian menguncinya.
"Yuki..! kenapa kamu kembali kesini?" tanya Emi.
Aku ingin menyelamatkan bibi...!" jawab Yuki sambil memeluk Emi.
"Aku tak bisa pergi Yuki, anakku di tahan mereka..!" kata Emi penuh Isak tangis.
"Bibi siapa?" tanya Inspektur Saga penuh selidik.
"Sahabat ibuku, Emi namanya..!" jawab Yuki setelah melepaskan pelukan mereka.
"Apakah bibi istrinya pak Jarwo?" tanya inspektur Saga setengah yakin.
"Iya, dari mana kamu tahu nama suamiku?" tanya Emi penasaran.
"Suami anda yang bercerita pada saya, jadi anda mempunyai anak?" inspektur saga menjawab sekaligus bertanya.
"Iya, waktu kami berpisah dulu. Sebetulnya aku sedang mengandung, dan suamiku belum tahu.
__ADS_1
Karena Anton lah aku dapat perlakuan agak istimewa dari tahanan lainnya. Sampai aku melahirkan dan merawat anakku hingga umur lima tahun. Setelah itu, putraku di tahan mereka." cerita Emi dengan penuh Isak tangis.
Sebaiknya kita selesaikan kasus di pulau ini dulu, setelah itu kita cari putra anda bi Emi."kata Inspektur saga.
"Tunggu apa kamu polisi?" tanya Emi.
"Iya,saya polisi sekaligus keponakan Bibi Dina. Istri pertama Baskoro." jawab Inspektur Saga sambil memandang Emi.
"Nyonya Dina..! betapa malang nasibnya..! Beliau jadi kelinci percobaannya Annet..!" seru Emi yang mengusap air matanya.
"Aku sudah tahu itu bi, dan tunanganku sudah membalaskan dendam ku pada Annet." kata Inspektur Saga.
"Maksudmu pendekar bertopeng itu tunanganmu?" tanya Emi tak percaya.
"Iya..!" jawab Inspektur Saga.
"Bisa minta tolong ke dia, bebaskan putraku di rumah Baskoro dan suruh selidiki butik milik nyonya Dina. Yang aku tahu disana di gunakan untuk meracik racun buatan mereka" kata Emi
"Kurang ajar, rupanya butik itu untuk kedok mereka..!!" seru Inspektur Saga geram.
"Sekarang kalian sampai disini, sebenarnya apa rencana kalian?' tanya Emi penasaran.
"Selain membebaskan kalian, kami akan menghabisi Baskoro dan para anak buahnya." jawab Yuki yang sedari tadi menyimak.
'Tunggu... ada yang datang..!"
...~¥~...
Yuk dukung novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..
Jangan lupa dukung novel author lainnya ya .
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
Terima kasih.
...Beraambung...
__ADS_1
...~¥~...
"