Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Katrina Rieger


__ADS_3

"Halo... halo... apa yang Anda katakan?" Sims mengulang kalimatnya.


"Kami menemukan sebungkus strychnin di kamar gadis itu - diselipkan di bawah kasur. Sersan baru saja datang untuk mengabarkan hasil penyelidikan ini. Kasus ini hampir beres, saya rasa."


 "Ya," sahut Komisaris Saga.


"Saya sependapat perkara ini hampir selesai." Suaranya berubah.


Ada nada kepastian yang mendadak muncul. Sesudah meletakkan pesawat telepon, Komisaris Saga duduk menghadapi meja tulisnya sambil menyusun benda-benda di atas meja secara mekanis. Dia bergumam kepada dirinya sendiri,


"Ada yang tidak beres. Aku merasakannya - bukan, bukan merasakan. Pasti sesuatu yang pernah kulihat. En avant, sel-sel otakku. Renungkanlah - ingatingatlah! Apakah semuanya logis dan sesuai" Gadis itu - kekhawatirannya akan uang itu; Nyonya Delafontaine; suaminya - sarannya tentang orang-orang Rusia - tolol, tapi dia memang tolol; ruangan itu; kebun - ah! Benar, kebun itu." Komisaris Saga berdiri tegak-tegak.


Cahaya hijau bersinar-sinar di matanya. Ia masuk ke ruangan tembusan kamar kerjanya. "Nona Lemon, maukah engkau meninggalkan pekerjaanmu dan melakukan penyelidikan untuk saya?"


 "Penyelidikan, Komisaris Saga" Saya rasa, saya kurang mampu - " Detektif itu menyela kata-katanya.


"Engkau pernah mengatakan engkau tahu segala sesuatu tentang pengusaha-pengusaha."


"Oh, itu pasti," sahut Nona Lemon mantap.


"Nah, persoalannya sederhana saja. Engkau harus ke Charman's Green dan menemui seorang penjual ikan."


"Penjual ikan?" tanya Miss Lemon terkejut.


"Persis. Pedagang ikan langganan Rosebank. Kalau sudah ketemu, tanyakanlah beberapa hal." Komisaris Saga menyerahkan selembar kertas. Nona Lemon membaca tulisan di kertas itu dengan acuh, mengangguk, lalu menutup mesin tiknya. Sesampainya di tempat tujuan Komisaris Saga disambut oleh Inspektur Sims yang terheranheran. "Cepat sekali,. Komisaris Saga. Baru sejam yang lalu kita berbicara di telepon."

__ADS_1


"Saya punya permintaan. Bolehkah saya menemui Katrina - siapa nama lengkapnya?"


"Katrina Rieger. Rasanya tidak ada alasan untuk menolak." Katrina kelihatan jauh lebih pucat dan cemberut. Dengan lemah-lembut Komisaris Saga berbicara kepadanya,


"Mademoiselle, saya ingin Anda percaya bahwa saya adalah kawan Anda. Saya ingin Anda menceritakan kejadian yang sesungguhnya." Kedua mata Katrina menantang.


"Saya sudah mengatakan yang sebenarnya. Kepada semua orang saya katakan yang sebenarnya! Kalau perempuan tua itu diracun orang, bukan saya yang melakukannya. Tuduhan ini keliru. Kalian ingin menghalangi saya mendapatkan uang itu." Suaranya parau.


"Dia seperti tikus kecil yang sengsara," pikir Komisaris Saga. "Ceritakan kepada saya tentang kapsul itu, Mademoiselle," lanjut Komisaris Saga.


"Tidak adakah orang lain yang mengurusinya?" "Sudah saya katakan begitu, ya kan" Kapsul itu dibuat di apotek siang harinya. Saya yang mengambil dan membawanya pulang dalam tas - persis sebelum makan malam. Saya buka kotaknya dan saya berikan satu kapsul bersama segelas air kepada Nona Barrowby."


"Tidak seorang pun menyentuhnya kecuali Anda?"


"Tidak!" Tikus kecil - yang sembrono!


"Ya." 'Ya' yang putus asa - mata yang gelap membara, yang tidak melihat harapan setitik pun. Komisaris Saga menekan lembut bahu gadis itu.


"Berbesar hatilah, Mademoiselle. Mungkin masih ada kebebasan - sungguh, dan uang warisan - hidup yang menyenangkan." Katrina menatap Komisaris Saga penuh curiga. Pada waktu Komisaris Saga keluar Inspektur Sims berkata,


"Saya tidak mengerti apa yang Anda katakan lewat telepon - tentang gadis itu punya teman." "Dia punya seorang teman. Saya!" sahut Komisaris Saga kemudian meninggalkan markas polisi sebelum Inspektur Sims sanggup mencerna jawabannya.


***


Di ruang teh Green Cat Nona Lemon tidak membiarkan majikannya menunggu. Dia langsung masuk ke pokok permasalahan. "Nama pedagang ikan itu Rudge. Tinggal di High Street, dan Anda benar. Persisnya satu setengah lusin. Saya mencatat apa yang dikatakannya." Diserahkannya catatan itu kepada Komisaris Saga.

__ADS_1


"Arrr." Suara yang dalam lagi puas, seperti suara kucing yang dibelai-belai tuannya.


***


Komisaris Saga kembali ke Rosebank Ketika ia berdiri di kebun depan, matahari berada di belakangnya, Mary Delafontaine menyongsongnya.


" Komisaris Saga?" suaranya memperlihatkan rasa terkejutnya


"Anda kembali?"


"Memang, saya kembali." Detektif itu diam sejenak, lalu berkata,


"Pertama kali saya kemari, Madame, saya teringat akan sajak anak-anak: Bibi Mary, selamat pagi, Apa saja isi kebunmu" Kulit kerang dan ilalang, Dan sederet gadis ayu. Hanya saja bukan kulit kerang, ya kan, Madame, tapi kulit tiram." Jari Komisaris Saga menunjuk ke kulit tiram yang berjajar. Komisaris Saga mendengar nyonya rumah menarik napas, kemudian terpaku tak bergerak. Bola matanya bertanya-tanya. Komisaris Saga mengangguk.


"Mais, oui, saya tahu! Pelayan menyiapkan makan malam - dia akan bersumpah begitu dan Katrina juga - bahwa hanya menu-menu inilah yang dihidangkan. Hanya Anda dan suami yang tahu bahwa Anda membeli satu setengah lusin tiram - sedikit hidangan istimewa untuk la bonne tante. Gampang sekali memasukkan strychnin ke dalam tiram. Tiram-tiram itu ditelan - comme ?a! Tapi, masih ada kulitnya yang tidak boleh dibuang ke keranjang sampah. Pelayan akan tahu. Karena itu Anda membuat pagar kulit tiram untuk tanaman bunga. Sayang sekali, jumlahnya tidak cukup - pagar itu belum selesai. Akibatnya tidak baik merusak garis kebun yang apik. Kulit tiram yang tidak banyak itu menarik perhatian orang asing - pemandangan yang tidak menyenangkan untuk mata saya pertama kali saya kemari." Mary Delafontaine membuka suara,


"Saya rasa Anda menduga sejauh ini dari surat itu. Saya tahu dia menulis surat - tapi tidak tahu seberapa jauh yang ia beberkan." Sambil mengelak Komisaris Saga menjawab,


"Paling tidak saya tahu bahwa perkara yang dimaksudkannya adalah masalah keluarga. Kalau masalah ini menyangkut Katrina, tidak ada alasan untuk merahasiakannya. Saya tahu bahwa Anda atau suami Anda menguruskan surat-surat berharga Nona Barrowby demi keuntungan Anda sendiri dan ia menyadari - " Mary Delafontaine mengangguk.


"Kami sudah bertahun-tahun melakukannya - sedikitsedikit. Saya tidak pernah menyadari dia cukup cerdas untuk mengetahui kecurangan itu. Kemudian saya tahu bahwa ia menghubungi seorang detektif; dan saya tahu juga bahwa dia mewariskan kekayaannya kepada Katrina - perempuan kecil yang menyebalkan itu!"


"Jadi strychnin itu diletakkan di kamar tidur Katrina" Saya mengerti. Anda menyelamatkan diri Anda serta suami dari sesuatu yang mungkin saya bongkar. Dan Anda membebani gadis yang tidak bersalah itu dengan tuduhan melakukan pembunuhan. Apakah Anda tidak kasihan, Madame?" Mary Delafontaine mengangkat bahu - bola matanya yang sebiru bunga forget-me-not itu menatap Komisaris Saga. Komisaris Saga ingat kesempurnaan sandiwara wanita di hadapannya ini pertama kali ia datang serta kecerobohan suaminya. Seorang wanita yang cukup cerdas, tapi bengis.


"Kasihan?" kata Mary Delafontaine. "Kepada tikus kecil yang bersekongkol itu?" Kemarahannya meledak.

__ADS_1


Pelan-pelan Komisaris Saga berkata, "Madame, saya kira hanya ada dua hal yang Anda pedulikan dalam hidup Anda. Yang pertama adalah suami Anda." Komisaris Saga melihat bibir Mary Delafontaine bergetar.


"Dan yang kedua - kebun Anda." Komisaris Saga memandang sekelilingnya. Kerlingan matanya bagaikan minta maaf kepada bunga-bunga akan apa yang telah dan yang akan diperbuatnya.


__ADS_2