Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Berdua di Apartemen lll


__ADS_3

Rani segera mengotak-atik ponselnya untuk merekam video. Dan kemudian mendekat ke sumber suara.


"Ngaaarrrkhhh...!! Ngaaaaarkhhh...!!"


Inspektur Saga sedang mengeluarkan suara saat tidur alias mendengkur.


"Yapp..!! berhasil...! Rani memang si Ratu jahil...!!' gumam dalam hati Rani sambil tersenyum, merasa sukses karena keisengannya.


Gadis itu tak tahu bahwa sebelumnya Inspektur Saga sudah menjahilinya.


Karena tak dapat menahan tawanya, Rani Menyenggol meja di belakangnya dan membuat gadis itu jatuh terduduk.


Akibatnya timbul suara, Insektur Saga pun membuka matanya.


"Hai sayang sedang apa kamu?" tanya Inspektur Saga sambil menguap.


Kemudian mengubah posisinya yang sebelumnya terlentang menjadi miring menghadap ke arah Rani dengan satu tangan menyangga kepala.


"Ee..e. nggak ngapa-ngapain...!!" kata Rani yang gugup dan berusaha menyembunyikan ponselnya.


"O..oh kak Saga kira mau tidur bersamaku di sini..!" seru Inspektur Saga yang tersenyum sambil menepuk-nepuk sofa dengan tangannya.


"Aih..nggak lah..!!" seru Rani yang kemudian segera bangkit, hendak menuju tempat semula.


Namun belum sempat melangkah, Inspektur Saga segera menarik tangan gadis itu dan mengakibatkan Rani terduduk di sofa tepat di depan tubuh Inspektur Saga.


Inspektur Saga segera bangkit dan menyibak rambut Rani yang berantakan.


"Kak.. jangan..!!" seru Rani yang takut tunangannya itu mau berbuat yang tidak di inginkan.


"Jangan apa..?" tanya Inspektur Saga yang kemudian menempelkan telapak tangannya pada leher dan dahi Rani.


Kemudian Inspektur Saga membopong tubuh Tunangannya ke tempat tidur.dan kemudian menyelimutinya.


"Kamu terbangun karena apa sayang?" tanya Inspektur Saga yang kemudian duduk di samping Rani.

__ADS_1


"Ka...rena.. mendengar dengkuran kak Saga!" jawab Rani jujur.


"Astaga..!! kak Saga lupa, kalau kakak tidur di Sofa selalu mendengkur. Maaf Sayang, tidurmu terganggu ya?" tanya Inspektur Saga mencemaskan tunangannya.


Rani pun mengangguk pelan.


"Kak Saga boleh tidur di sampingmu?" tanya Inspektur Saga pelan.


"Hah...!!" Rani pun terkejut


"Nanti di beri pembatas, Kak Saga janji nggak ngapa-ngapain kok...!!" seru Inspektur Saga berusaha meyakinkan tunangannya.


"I..iya kak, asal kak Saga janji nggak ngapa-ngapain Rani..!" kata Rani yang sedikit ragu.


"Kak Saga Janji...!" seru Inspektur Saga yakin.


Kemudian Inspektur saga meletakkan guling di tengah tempat tidur dan mengambil beberapa bantal sofa, yang kemudian diletakan juga di tengah-tengah tempat tidur.


Dan akhirnya mereka tidur di satu ranjang dengan guling dan bantal sofa sebagai pembatasnya.


...***...


Keesokan paginya...


Rani merasakan perutnya tiba-tiba sesak seperti menahan benda yang berat, dan telinganya mendengar suara nafas di telinganya.


Gadis itu kemudian membuka matanya,


"Astaga...!!" seru Rani yang terkejut, karena Inspektur Saga memeluknya saat tidur.


Kemudian Rani berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Inspektur Saga dan menggantikan dirinya dengan guling.


".Yah..! mati..lupa di charge.!" kata dalam hati Rani saat melihat ponselnya. Dan kemudian dia segera mencharge ponselnya.


Rani melihat tunangannya yang sedang tidur.

__ADS_1


"Syukurlah dia nggak ngapa-ngapain, sebaiknya aku buat sarapan. Habis itu mandi...!" kata dalam hati Rani yang kemudian melangkahkan kakinya ke dapur.


Segera Rani merebus air untuk membuat minuman hangat.


Dia pun segera melihat isi lemari es.


"Yah..! Rotinya tawarnya berjamur, sedangkan sayuran sudah busuk..! Jelas saja berjamur dan busuk, kan di tinggal ke lereng gunung kemarin..!" gumam dalam hati Rani.


Setelah membuang roti tawar dan sayuran yang busuk itu, Rani kemudian membuka lemari kabinet atas.


Di temukannya minuman kemasan sasheet dan roti kering.


"Ini saja, syukurlah belum kadaluwarsa roti kering dan minunam sasheet coklatnya" kata dalam hati Rani saat melihat tanggal yang tertera di kemasan roti kering.


Air sudah mendidih, Rani pun segera menyeduh dua kemasan coklat sssheeetnya dalam dua cangkir.


"Pagi sayang..!!" sapa Inspektur saga yang memeluk Rani dari belakang.


Betapa terkejutnya Rani, kemudian dia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan inspektur Saga.


"Kak.. adanya hanya ini, apa nanti kita sarapan di luar ya..?" tanya Rani yang memberikan secangkir coklatnya pada Inspektur Saga.


"Oke, kak Saga setuju..!!' jawab Inaspektur Saga.


Dan Rani membawa secangkir coklatnya dan roti kering yang sebelumnya di taruhnya diatas piring menuju meja makan.


Mereka berdua memakan roti kering dan meminum coklat hangat di ruang makan, sambil bercerita dan berencana yang akan di lakukan mereka hari ini.


...~¥~...


Ini hanya Imajinasi Author.


Yuk dukung dengan ninggal jejak Like,komen,favorite, rate dan vote di Novei ini ya...


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2