
Tak berapa lama bantuan datang. Beberapa mobil patroli berdatangan.
Kurang lebih tiga puluh anggota polisi bersenjata lengkap telah bersiap mengamankan situasi.
"Dorr..!!"
"Dorr...!!"
Banyak dari orang-orang berslayer hitam yang tertembak kakinya.
Walaupun melakukan perlawanan, namun dalam waktu singkat orang berslayer hitam dapat dilumpuhkan oleh para aparat kepolisian.
"Katakan..! apa tujuan kalian menyerang di rumah ini..!!" bentak Komisaris pada salah satu orang berslayer merah yang terluka karena tadi tertembak.
"Aaaagh..! kami dapat perintah mencari tahanan kami yang menghilang..! ada kemungkinan dia kembali kemari..!" jawab orang berslayer merah itu dengan gugup.
"Maksud Rani bisa kabur begitu .?" tanya komisaris Anggara.
"I..iya..!!" jawab laki-laki berslayer merah itu.
Ada sedikit perasaan lega di hati Komisaris Anggara.
"Calon menantuku..! dimana kamu sekarang..?" tanya dalam hati komisaris Anggara
Kini semua yang terluka di bawa kerumah sakit, yang meninggal di kirimkan ke keluarga masing-masing, dan tinggalah komisaris dan Yuki.
"Komisaris, anda tidak apa-apa?" tanya Yuki saat menghampiri Komisaris yang masih memeriksa keadaan.
"Saya tidak apa-apa. Kita harus memberi tahu semua yang ada di Gym..!! untuk lebih berhati-hati. Ada kemungkinan mereka akan menyerang Gym. Karena Rani berhasil kabur dari mereka..!!" Jawab Komisaris Anggara.
"Ra..Rani bisa kabur..?' tanya Yuki yang sedikit senang mendapat kabar itu
"Kalau tidak kemari, ada kemungkinan Rani masih ada disana. Dia menyusun rencana menghancurkan markas mereka. Itu dugaan saya sementara ini..!" kata Komisaris Anggara yang sudah hafal tabiat calon menantunya
"Iya, ada kemungkinannya begitu komisaris..!"sahut Yuki.
"Sebaiknya kita pergi ke Gym sekarang juga.!!" ajak Komisaris dan di setujui oleh Yuki.
Dan keduanya pun masuk ke dalam mobil komisaris.
Dalam perjalanan ke Gym Raditya, Yuki menerima telepon dari Emi.
📞📞📞📞
"Drrttt.....! drrrrttt...!"
Yuki :"Halo bi Emi, apa kabar..??"
Emi :"Aku baik-baik saja..!! kenapa kalian belum kembali juga? Tuan Jordy mengkhawatirkan kalian..!!"
Yuki ;" Maaf Bi...! Di kota "J" terjadi banyak peristiwa. Penyerangan di hotel tempat pernikahan Inspektur Alex dan Lilian, penyerangan Gym Raditya, sampai rani dan Raditya yang tertangkap..!"
Emi :"Astaga..! Nak Radit ada pada mereka..?"
Yuki :"Iya bi, dan kabarnya Ra..Radit mau menikah sama Sania..!!"
(Kedua mata Yuki berkaca-kaca)
Emi :"Sania...Radit..?"
__ADS_1
Yuki :" Iya bi...!"(hiks..)
Emi :" Kamu dan Jonathan cepat kemari..! ada yang ingin aku diskusikan dengan kalian..! kemungkinan saya tahu keberadaan nak Raditya saat ini..!"
Yuki :" Betulkah bi..?"
Emi ;" Iya, tapi saya butuh pengamanan di Gym sini...! hampir dua hari sekali kami dapat teror dari orang berslayer hitam."
Yuki :"Baik Bi..! akan kami pikirkan nanti. Sekarang Yuki dalam perjalanan ke Gym, untuk bertemu Jonathan dan yang lainnya..!"
Emi :"Kalau bisa secepatnya..!!"
Yuki :"Baik Bi..! Yuki tutup ya..! kami sudah sampai Gym..!"
Emi :"Oke..! salam untuk semuanya..!"
Yuki :" Siap..!"
📞📞📞📞
Yuki menutup teleponnya, karena mereka sudah melewati pagar Gym Raditya.
Yuki dan komisaris Anggara masuk dan melihat Tuan dan Nyonya Wibowo sedang berbincang-bincang sambil minum kopi berdua.
"Tuan dan Nyonya, dimana yang lainnya..?" tanya Komisaris Anggara saat menghampiri kedua orang tua angkat Rani dan Raditya.
"Arya dan Nara sedang bermain basket, Inspektur Alex dan Lilian sedang berada di ruang kesehatan, sedangkan Nindi dan Jonathan berada di belakang Gym..!" jawab tuan Wibowo.
"Aist.. aku lupa mereka berpasangan..!!" gumam Komisaris Anggara.
"Memangnya ada apa komisaris..?" tanya mama Lani penasaran.
"Ada yang hal penting yang harus kita bicarakan...!" jawab komisaris Anggara.
"Oke kalau begitu gym akan segera saya tutup. Yuki kamu panggil Arya dan yang lainnya, komisaris bisa bantu saya menutup dan mengurus pelanggan yang masih berada di Gym..!" pinta Tuan Wibowo.
Dan mereka melaksanakan tugas masing-masing.
Yuki sudah menuju ke lapangan Basket.
"Plok...plok....plok..!!"
Tepuk tangan Yuki saat masuk ke lapangan basket dan melihat Arya memasukan bola ke dalam keranjang.
"Arya..Nara..! kita harus kumpul di ruangan Raditya sekarang juga...!!"Seru Yuki saat menghampiri Arya dan Nara.
"Ada apa memangnya?" tanya Nara sambil memberikan satu botol air mineral pada Arya. Dan Arya menerimanya lalu meminumnya.
"Ada hal penting yang harus kita bahas..!" kata Yuki yang kemudian melangkahkan kaki ke ruang kesehatan.
Sementara itu di ruangan kesehatan, Sepasang pengantin baru itu berada di atas tempat tidur dengan sudah tanpa pakaian yang ditutupi selimut tipis yang tersedia di ruang kesehatan itu.
"Yang... aku mau lagi..!" rengek Inspektur Alex pada Lilian yang sudah jadi istrinya yan ada dalam dekapannya.
"Kan sudah dua ronde, masih kurang...hm..?" tanya Lilian dengan mesra sambil memainkan jarinya di dada Inspektir Alex, hal itu membuat geli Inspektur Alex dan juniornya pun minta nambah lagi.
"Habisnya, junior minta nambah lagi..!he..he..!" jawab Inspektur Alex yang memperat pelukannya.
"Dasar kamu yang..! kita di tempat orang, malu kan? ayo kita keluar temui mereka..!" ajak Lilian yang memposisikan dirinya untuk duduk.
__ADS_1
Namun Inspektur Alex merengkuh istrinya itu untuk tidur kembali.
"Sayang..!!" ucap Lilian yang kemudian mulutnya di ganjal oleh Inspektur Alex dengan mulutnya.
Mau tak mau Lilian menerima dan melayani hasrat suaminya.
Disaat mereka sedang asyik mau menambah rondenya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Tokk..! tokk...!! tokk...!!"
"Inspektur Alex..! Lilian..!!" seru seseorang dari luar pintu
"Aih...siapa sih yang ganggu..!!" ucap Inspektur Alex sebal.
"Kan sudah aku bilang, kita di tempat orang. Nggak seperti di tempat sendiri..!" balas Lilian yang berusaha duduk dan mencari keberadaan baju-bajunya sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan Inspektur Alex memakai celananya.
"Tokk..! Tokk...! Tokk..!"
"Inspektur Alex..! Lilian..!" panggil seseorang lagi dari luar pintu.
"Iya..sebentar..!" balas Inspektur Alex yang sudah memakai semua pakaiannya sedangkan Lilian baru atasannya, karena pakaian bawahan ya belum ketemu.
Setelah ketemu, dia segera memakainya dan kemudian memberi aba-aba untuk membuka pintu.
"Ceklek..!!"
Suara daun pintu yang dibuka.
"Hei Yuki..! aku kira siapa tadi..! ada apa? " tanya inspektur Alex.
"Kalian ngapain di sini..?" tanya Yuki penasaran.
"Sedang bikin anak, tahu tidak..? ganggu aja..!!" jawab Inspektur Alex sekenanya.
"Idih...! kalian ya..! Saya dan Komisaris bertempur melawan musuh mati-.matian.., kalian di sini malah saling tempur..! hadeuh..!!" kata Yuki geram.
"Kau ini..! suruh Radit cepat nikahin kamu..! biar tau rasanya..! enak lho..!!" goda Lilian yang ikut nimbrung.
"Radit..? dia mau nikah sama Sania !!" seru Yuki dengan suara paraunya
"Siapa yang bilang..?" tanya Inspektur Alex dan Lilian bersamaan.
"Sania .! Sania yang bilang, tadi di rumah tuan Wibowo tadi." jawab yuki yang meneteskan air matanya.
"Itu kata Sania, bukan kata Raditya..! jangan percaya dulu sebelum tahu kebenarannya..! bisa jadi itu siasat Sania untuk menjebak kalian..! Ingat, sasaran mereka Rani dan Inspektur Saga serta kamu Yuki...! jadi jangan termakan siasat mereka..!" kata Inspektur Alex meyakinkan.
"Oke..! makasih..! sekarang kita kumpul di ruangan Raditya" Ucap Yuki yang berlalu dari kedua pengantin baru itu.
Lilian dan Inspektur Alex saling pandang, dan mereka melangkahkan kakinya menuju ruangan Raditya.
...~Â¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...