
"Namun ketika kedua bibir itu hendak menyatu kembali, tiba-tiba...
"Hmm..hmm...hmmm...!!"
Seorang wanita berdiri di belakang mereka.
"Aist...!! ganggu saja kau Yuki..!!" seru Komisaris Saga dengan mengusap rambutnya secara kasar.
Rani pun tersenyum, dan dia kemudian berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Komisaris Saga.
"Kalian ya..! kayaknya harus cepat nikah..! ha .ha..!!" goda Yuki.
"Maunya sih..tapi gimana lagi, adikmu masih harus ke kerajaan langit..!!" kata Komisaris Saga sambil memandang Rani dengan tatapan yang belum rela.
"Sebentar saja kak, Rani akan cepat pulang..!!" kata Rani sambil mengaitkan tangan kanannya ke pinggang kiri komisaris Saga dengan manja.
Dan Komisaris Saga menaruh tangan kirinya di bahu kiri Rani.
"Sudah..sudah..! kalian cepat mandi dan makan, yang lainnya sudah menunggu kalian berdua." kata Yuki.
"Baik bos..!!" jawab Rani sambil menaruh telapak tangan kanannya di dahi nya seoerti saat upacara bendera.
"Jadi kamu setuju Rani pergi ke kerajaan langit..??" tanya Yuki, saat mereka berjalan beriringan menuju ke kamar Rani.
"Iya..mau gimana lagi. Sebetulnya sih nggak rela..!!" jawab komisaris Saga sambil melirik Rani, Rani tetap membalas dengan senyuman simpulnya.
"Ran..! kamu pakai jurus apa sih..? hingga Saga takluk begitu..?" tanya Yuki penasaran.
"Hmm...! rahasia dong...!! ha...ha..!!" jawab Rani dengan cengengesan.
"Jurus cengengnya..!!" sahut Komisaris Saga yang kemudian menutup pintu kamar Rani dan kini dia menuju lift untuk kembali ke atas.
"Hei..dengan air mata..?" tanya Yuki untuk lebih yakinnya.
"Iya .!! aku mandi dulu ya..!" jawab Rani yang telah membawa handuk dan pakaian gantinya.
"Hmmm...perlu di coba buat jahilin kak Raditya...! he..he..!" batin Yuki yang punya ide ngerjain suaminya.
Selang beberapa menit kemudian, semuanya sudah berkumpul di ruang makan.
Ada kedua orang tua angkat Rani, Raditya, Yuki, Komisaris Saga, Arya, Nara, Nindy Jarwo, Emi, dan Januar.
Dan semuanya bercanda dan saling tukar cerita saat selesai makan dan kini berada di lapangan bola basket Gym Raditya.
"Jadi kamu tetap bersikukuh ke kerajaan Langit, Rani putriku...?" tanya mama Lani sambil membelai rambut putri angkatnya saat Rani berdiri di sampingnya.
"Iya ma, Rani minta doanya. Agar cepat selesai urusan di istana langitnya nanti." ucap Rani sambil mencium punggung tangan kanan mamanya, dan kemudian memeluknya dengan erat.
"Doa mama selalu menyertaimu. Kamu hati-hati di sana ya..! sampaikan salam kami pada raja dan ratu kerajaan langit..!!" pesan Mama Lani sambil mencium kening putri angkatnya.
__ADS_1
"Iya ma..!" jawab Rani sambil menitikkan air matanya.
"Kamu harus jaga sikap di sana, buktikan kalau manusia bumi orang yang ramah-tamah..!" pesan Tuan Wibowo saat Rani selesai mencium punggung tangan papa angkatnya itu.
"Iya pa..!" balas Rani saat menerima ciuman di keningnya dari papanya.
"Adikku yang cantik..!! jangan jadi pendekar cengeng ya di sana nanti..!!" pesan Raditya seraya memeluk adik satu-satunya itu.
"Iya kak..! Rani cengengnya kan cuma sama kakak dan kak Saga aja..!!" balas Rani saat dalam pelukan Raditya.
"Baguslah..!!" jawab Raditya sambil tersenyum dan mengusap rambut poni Rani.
"Aduh kakak, jadi rusakkan..!!" canda Rani.
"Rani...! kakak nitip oleh-oleh makanan dari langit..! he..he..!" kata Yuki yang akhir-akhir ini hobby makan.
"Makan aja yang ada di pikiran kamu Yuki...? jangan-jangan mau kasih mama cucu ya?" tanya mama Lani yang sangat berharap.
"Jika benar, aku bakal punya keponakan nih..!" kata Rani senang.
"Iya semoga saja..!" kata Raditya sambil mengusap perut Yuki.
"Papa sangat rindu tangisan bayi..!!" sahut tuan Wibowo.
"Bukan hanya papa, kita semua juga..! iya kan..!!" kata Mama Lani yang di balas anggukan oleh semuanya.
"Rani..! cepat kembali dan kita bisa latihan lagi ya .!!" pesan Arya saat Rani menyalami Arya, Nara dan Nindy.
"Kak Rani...! Januar minta oleh-oleh mainan ya..!" ucap polos Januar,
"iya sayang..!! jawab Rani sambil memeluk Januar.
"Rani, begitu banyak orang yang menyayangimu..!!" kata Leony dari dalam tubuh Rani.
"Iya, jadi nggak tega..!!" batin Rani.
"Rani...! cepat pulang ya..! kakak selalu merindukanmu..!!" kata komisaris Saga yang kemudian memeluk Rani dengan erat.
Dan Rani pun demikian.
"Kalau saja aku tak berjanji, aku tak akan pergi ke kerajaan Langit. Tempat yang belum pernah aku kenal dan aku bayangkan." kata Rani.
"Rani..! cepatlah...! waktuku tidak banyak..!!" ucap Leony.
"Baik..! aku siap..!!' kata Rani yang kemudian berada di tengah -tengah keluarganya, dan memandangi mereka satu persatu.
"Rani pergi ya..!!" pamit Rani dan kemudian tubuhnya di selubungi oleh cahaya kemilau dan dalam hitungan detik, Rani menghilang.
"Raniiiii...!!" seru semua orang termasuk komisaris Saga.
__ADS_1
"Baru saja dia diantara kita, sekarang dia menghilang..!!" gumam tunangan Rani itu yang belum yakin Rani telah pergi.
"Semoga Rani cepat pulang..!" ucap Raditya.
"Iya, dan sebaiknya kita segera istirahat. Karena besok kita melakukan aktifitas seperti biasa..!!" pesan Tuan Wibowo yang kemudian menggandeng mama Lani menuju kamarnya, demikian pula Raditya dan Yuki.
Nara dan Nindy tidur di kamar Rani, sedangkan komisaris Saga dan Arya kembali ke apartemennya.
"Kemarin, aku yang meninggalkanmu saat tugas. Kini kau meninggalkanku demi janjimu...! kapan kah kita bersatu..? kenapa sebulan rasanya lama sekali..!!" kata dalam hati komisaris Saga saat mengendarai sepeda motornya bersama Arya menuju apartemennya.
Sementar itu Yuki dan Raditya sudah berada di ranjangnya.
"Kak Raditya sayang...!" rayu Yuki saat di samping Raditya dan memeluk suaminya yang sedang tidur terlentang.
"Apa sayang..?" tanya Raditya yang kemudian memiringkan tubuhnya dan tangan kanannya menopang kepalanya menghadap Yuki.
"Seandainya Yuki pulang ke lereng gunung, boleh tidak..?" tanya Yuki yang sebetulnya dia rindu suasana pedesaan.
"Nenek Lasmi dan Yuda kan baru kemarin lusa balik ke lereng gunung. Masak dah rindu lagi..!?" tanya Raditya sambil mengusap pipi Yuki.
"Yuki kan kangen suasana pedesaan..! kata Yuki yang matanya berkaca-kaca.
"Hei kamu kok jadi kayak Rani sih..?"tanya Raditya yang gemas.
"hiks ..! boleh tidak .?" tanya Yuki yang kini air mata sebesar jagung telah menetes di pipinya.
"Tidak boleh..!!" kata Raditya.
"Kak Radit pelit..!!" seru Yuki yang kemudian membelakangi Raditya.
Suami Yuki itu kemudian memeluknya dari belakang dan menciumi rambut Yuki yang habis kreambath itu.
"Yang, ngertiin kakak dong..! kalau kita pergi ke lereng gunung, trus siapa yang jaga dan mengurus Gym..? sedangkan Rani nggak ada dan Lilian mau melahirkan.." jelas Raditya yang membuat Yuki terdiam dan merasakan sentuhan suaminya.
"Iya ya..kalau semua pergi, siapa yang akan mengurus keuangan Gym? masak membebani mama terus..? Ah, Rani..! jurusmu ternyata nggak mempan buat kak Radit..!!" kata dalam hati Yuki yang sedikit kecewa.
Dan keduanya pun tenggelam dalam hasrat terpendam mereka.
...~¥~...
*Author mengingatkan, kalau Novel ini masih ada benang biru dengan Novel Si Oyen pacarku Bukan Manusia.
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...