Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Ungkapan Hati Rani dan Sersan Saga


__ADS_3

"Ayo foto dan kirimkan ke Rani." tantang Sersan Saga dengan senyum sinis.


"Apa kau mau menantangku ya!" seru Dio yang kaget, karena merasa ancamannya tidak mempan. Sekali lagi Dio mengirim foto kemesraa antara Sersan Saga dengan Rana yang ditujukan pada ponsel Rani.


"Ketahuilah! Kalau Rani itu sudah aku anggap adikku, sedangkan yang aku peluk ini adalah kekasihku. Jadi percuma kamu kirim video dan foto mesra kami pada Rani.Dia malah akan senang. Karena dia berhasil menjadikan kami sepasang kekasih." cerita sandiwara si Sersan Saga.


Rani pun memandang Sersan Saga, berharap ini jadi kenyataan, bukan sandiwara.


"Kurang ajar kau!" seru Dio dengan geram, karena belum yakin kalau usahanya saat ini memang tidak sia-sia. Kemudian dia pergi menjauh dengan perasaan kesal.


"Pyarr....!"


Tiba-tiba sebuah gelas yang di pegang seorang gadis jatuh ke lantai. Nampak kedua matanya yang berkaca-kaca melihat dan mendengar kejadian yang ada dihadapannya.


Gadis itu tak lain adalah Lilian, gadis yang sedang berulang tahun.


Lilian pun berlari mencari dan memeluk papanya, dan sanng Walikota tahu suasana hati putrinya, dia mengusap kepala putri semata wayangnya itu dengan lembut.


Raditya yang bersama seorang gadis yang tak lain Sania, segera menghampiri Rani dan Sersan Saga


"Apa aku ketinggalan moment kalian berdua?" tanya Raditya. Rani dan Sersan Saga hanya tersenyum.


"Kak Raditya, siapa dia?" tanya Rani yang tumben melihat kakaknya menggandeng seorang gadis, dia cantik pula.


"Oh iya, ini Sania yang kakak ceritakan. Sania ini adik saya Rana" jawab Radtya yang seraya memperkenalkan gadis yang ada disampingnya.


"Jadi ini kak Sania ya?" tanya Rani sambil menyalami dan memeluk Sania pacar Kakaknya itu.


"Adiknya Radit, ternyata kamu cantik sekali sayang." kata Sania yang melirik ke arah Raditya.


"Kakaknya juga tampan kan?" celoteh Raditya. Sania mencubit lengan Raditya.


"Auw...!" seru Raditya yang pura-pura sakit.


"Apakah pacaran?" tanya Sania sambil menunjuk Rani dan Sersan Saga, yang sebelumnya Sania sudah mengenal siapa Sersan Saga, sepupu Dio dan Dito


Begitu Rani hendak menjawab, Sersan Saga memberi kode pada Rani kalau dia yang akan menjawabnya.


"Ya seperti itulah, kami pacaran" jawab Sersan Saga.


"Kemudian Sersan Saga melingkarkan tangannya ke perut Rani, memeluk Rani dari belakang.


Raditya dan Rani membelalakkan kedua matanya, memandang Sersan Saga, mencari tahu dari sorot mata Sersan Saga. Jujur apa cuma sandiwara.

__ADS_1


Lain halnya Sania, wajahnya yang cantik sedikit pucat.


"Aku di posisi dilema, adik tiri ku dan adik kekasihku. Aku bantu rencana Dio, tapi akan melukai hati adik lk?hah...bagaimana ini?" ucap dalam hati Sania.


Tiba-tiba Walikota menghampiri mereka.


"Maaf sebelumnya, saya menggangu kalian .Ada yang ingin saya katakan pada kamu Sersan Saga!" kata Walikota saat ada diantara mereka dan menatap ke arah Sersan Saga.


"Ada apa Walikota,apa yang bisa saya bantu?" tanya Sersan Saga yang penasaran.


"Saya perintahkan kamu Minggu depan untuk bertunangan sama Lilian" kata Walikota dengan keras dan memaksa.


"Apa!" Sersan Saga, Raditya dan Rani serempak. Sedangkan Sania hanya diam memperhatikan.


"Perintah macam apa itu?" bisik Rani pada Raditya.


"Kita lihat apa yang dilakukan Kakak seperguruanmu setelah ini." kata Raditya terus mencoba untuk tenang.


"Bagaimana kalau saya tidak melaksanakannya!" balasan Sersan Saga dengan tegas.


"Aku bisa saja pindahkan ke kota sebrang, dan jangan sekali-kali injakkan kakimu di kota ini.Atau kamu jadi buronan. Mengerti...!" seru Walikota yang mengancam Sersan Saga.


"Permisi...!" lanjut Walikota sambil meninggalkan mereka.


"Walikota gila!" seru Rani. Mendengar suara adiknya yang emosi, Radit pun membungkam mulut Rani.


"Iya kak" balas Rani pelan, namun air matanya tak berhenti keluar.


"Sania sayang bisa kah kamu tinggalkan kami bertiga sebentar? Sebelumnya Kak Radit minta maaf ya, temu kangennya dilanjut nanti ya?" rayu Raditya sambil memegang tangan Sania, agar Sania mengerti posisi Raditya saat ini harus membantu adiknya.


"Iya nggak apa-apa, lagian aku juga mau mencari adik tiri ku. Entah ada dimana dia sekarang." balas Sania sambil tersenyum.


"Daa semuanya." pamit Sania.


"Daa kak Sania..." balas Rani yang masih terisak tangisnya.


"Hapus air mata kamu." kata sersan Saga sambil menyodorkan sapu tangannya pada Rani.Dan Rani menerimanya dan segera menghapus air matanya.


"Sebaiknya kita bicara di sebelah sana saja yang tidak terlalu berisik, aku ambilkan minum buat kalian. " lanjut kata Sersan Saga,yang memang acara pesta ulang tahun Lilian cukup meriah karena menghadirkan band dan penyanyi yang lagi booming.


"Iya, terima kasih Sersan Saga." jawab Raditya. Dan mereka berdua melangkah ke tempat yang ditunjuk Sersan Saga.


"Ran, biasanya kamu tenang dalam menghadapi masalah. Ada apa dengan kamu?" tanya Raditya yang penasaran.

__ADS_1


"Kak Saga mau pindah kak..!" jawab Rani.


"Memangnya kenapa? kamu kan sudah ada kak Radit?" tanya Raditya menyelidik.


"Kak Radit dan kak Saga ya bedalah!" jawab Rani.


"Kamu suka ya sama kakak seperguruanmu itu?" tanya Raditya ketus. Rani diam menunduk.


"Jawab Rani!" bentak Raditya.


"I..iya kak!" jawab Rani kaget dengan bahu sedikit terangkat, karena nggak biasa-biasanya kakak kandungnya itu membentaknya.


"Kamu mencintainya?" tanya Raditya sekali lagi sambil mengangkat dagu adiknya


."I..iya kak!" jawab Rani yang kedua matanya tiba-tiba berkaca-kaca.


"Hm." suara Sersan Saga yang nampaknya dia sudah mendengar percakapan kakak beradik tadi.


Rani dan Raditya pun menoleh ke sumber suara, dan dengan segera Rani membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.


Wajah memerah seperti udang rebus, malu bila Sersan Saga sudah mendengar jawabannya tadi pada pertanyaan Raditya.


Sersan Saga kemudian memberikan minuman orange jus pada Rani dan Raditya.


"Terima kasih Sersan." kata Raditya dan segera meminumnya, demikian juga Rani.


"Sersan Saga, mungkin anda sudah dengar jawaban adik saya tadi. Sekarang saya mau tanya, apakah anda mencintai adik saya Sersan? jawab yang jujur!" tanya Raditya yang menatap Sersan Saga itu dengan rasa ingin tahunya.


"Semula aku hanya menganggapnya sebagai adik, ternyata hatiku nggak bisa dibohongi. A...aku juga mencintainya!" jawaban Sersan Saga sambil menatap dalam-dalam gadis yang dicintainya itu.


"Ahh! jadi deh punya adik lebih tua dariku." gumam Raditya sambil melihat Rani dan Sersan Saga.


"Kak Radit jangan bercanda! Kak Saga kan hanya menghibur aku!" seru Rani yang masih belum percaya dengan yang dikatakan oleh Sersan Saga.


"Kita tahu perintah dan sanksi komisaris tadi, intinya menjauhkan kalian berdua. Apa kamu punya ide calon adik ipar?" tanya Raditya pada Sersan Saga.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2