
"Hari ini kamu ikut kakak ya, Rani masuk sekolahnya masih besok kan?" pinta Inspektur Saga sambil meminum coklat panasnya.
"Iya kak….! Kita akan kemana?" jawab Rani yang sekaligus bertanya.
"Ke kantor...! Ambil berkas-berkas yang akan kak Saga bawa nanti." jawab Inspektur Saga.
"Baik kak..!" jawab Rani yang kemudian berdiri dan hendak melangkah ke kamar mandi.
"Mau kemana?" tanya Inspektur saga.
"Mandi kak..!" jawab Rani santai.
"Mandi berdua yuk...!!" goda Inspektur Saga Sambil meminum Coklat panas buatan Rani.
"Dasar mesuuuum...!!" seru Rani sambil menggerakkan bibirnya.
Inspektur saga yang sedang meminum minumannya itu pun tersenyum.
"Tuan, suka ya goda Nona..!" kata si Kity yang tiba-tiba muncul di atas meja tepat di hadapannya.
"Iya..untuk menikmati saat-saat terakhir kita berdua. Sebelum aku tugas...!" kata Inspektur Saga.
"Sebetulnya kalian bisa saling ketemu...!" kata Si Kity sambil menggoyang-goyangkan ekornya.
"Maksud kamu...?" tanya Inspektur Saga yang tak mengerti maksud si Kucing langit itu.
"Nona harus merebut cincin satunya...!!" kata Si Kity yang memajukan kaki depannya.
"Cincin satunya? maksud kamu cincin nya Baskoro?" tanya Inspektur Saga memastikan.
"Iya...!" Jawab Si Kity tanpa ragu.
"Tapi aku khawatir kalau dia melawan Baskoro sendirian." kata Inspektur Saga.
"Tuan..! ditempat yang baru nanti, anda akan menemukan jawaban yang terjadi di Turnamen kemarin." kata Kity yang kemudian menghilang bersamaan Rani yang keluar dari kamar mandi.
Inspektur Saga termenung memikirkan apa yang di katakan Si Kity tadi.
__ADS_1
"Di tempat baru, akan menemukan jawaban yang terjadi di Turnamen...? Maksudnya apa? Lereng gunung dan kota Sebrang kan jauh letaknya? " batin Inspektur Saga penasaran.
"Kak Saga..! mau berangkat jam berapa? " tanya Rani yang sedang mengepang rambutnya.
Karena mulai hari ini akan memakai karakter Rani si gadis culun.
"Iya sayang, kakak mandi dulu ya..!" jawab Inspektur Saga yang bergegas ke kamar mandi.
Sambil menunggu Tunangannya mandi, Rani yang sudah memakai kacamata itupun duduk di pinggir tempat tidur sambil mengotak-atik ponselnya yang sudah full baterai.
Di lihatnya beberapa chat dari Mama Lani dan kakaknya.
...📩📩📩...
Mama Lani : "Rani sayang, gimana kabar
kamu?"
Mama Lani :" Dah Sarapan belum?"
Rani pun menjawab..
Tadi minum Coklat panas dan makan roti kering."
Kemudian Rani pun membaca Chat dari Kakaknya
Raditya : "Pendekar cengeng... adik tua nggak ngapa-ngapain kamu kan? "
Raditya :" Hajar saja kalau adik tua macam-
macam"
Rani pun menjawab..
Rani :" Rani nggak kenapa-kenapa. Kalian
jangan khawatirkan Rani. Rani sudah
__ADS_1
gede, bisa jaga diri."
...📩📩📩...
"Aku sungguh bersyukur punya keluarga yang begitu perhatian dan saling menyayangi" gumam Rani dalam hati.
"Jadi pingin bobok lagi..!" goda Inspektur Saga sambil memeluk tubuh Rani dari belakang.
Sejenak Rani mencium aroma wangi sabun dari tubuh tunangannya.
Beberapa detik kemudian dia tersadar,
"Eh... kak Saga, ayo berangkat..! Rani sudah lapar..!!" kata Rani agar Inspektur Saga melepaskan pelukannya.
Lelaki yang sudah menjadi tunangannya itu, kini memakai seragam kepolisian dengan gagahnya.
Rani pun di buat terpesona karenanya.
"Gagah dan tampan sekali...!" kata dalam hati Rani.
Setelah mengambil kunci mobil dan lainnya,Inspektur Saga bergegas menuju pintu apartemennya.
Tapi sebelum membuka pintu, dilihatnya Rani masih terbengong di pinggir tempat tidur
"Rani sayang..! jadi berangkat tidak..?" seru Inspektur Saga, yang otomatis membuat Rani terkejut.
"A..iya ja..di jadi kak...!" jawab Rani yang gugup. Kemudian dia mengambil tas kecilnya dan melangkah menghampiri Inspektur Saga.
Dan mereka pun keluar dari Apartemen dan dengan mobil milik tuan Wibowo, mereka melaju menuju ke kantor kepolisian.
...~Â¥~...
Author mengucapkan terima kasih untuk semua yang mendukung Novel Gadis Tiga Karakter ini.
Semoga kita selalu sehat dan senantiasa dalam Lindungan-Nya
Aamiin ya Robbal alaamiin
__ADS_1
...Bersambung...