
Dengan langkah tenang, Rani berjalan menuju lift dan bergerak turun ke lantai dasar.
Sementara itu Inspektur Alex dan Lilian yang seharusnya mengawasi Rani dan komisaris baru itu, ternyata hanyut dalam suasana dinner.
"Lili, apakah benar kamu belum punya seseorang yang ada di hatimu?" tanya Inspektur Alex yang sedikit cemas.
""Belum Inspektur, aku belum memikirkan hal itu dulu. Masih fokus pada kesehatan Papa...!' jawab Lilian yang tak terasa kedua matanya berkaca-kaca.
Inspektur Alex pun memberi tisu pada Lilian.
"Maaf bukan maksudku..." kata Inspektur Alex yang tak enak hati, namun kemudian di potong oleh Lilian.
"Tidak apa-apa Inspektur, cuma tiba-tiba aku ingat Papa." kata Lilian yang masih dengan Isak tangisnya.
"Kalau begitu bolehkan aku menjadi orang yang selalu ada di sampingmu? maksudku sahabat a..atau bisa lebih mungkin..?" kata Inspektur Alex dari hatinya yang tulus.
"Inspektur...!?" panggil Lilian lirih.
"Kak Alex saja ya...!" kata Insepektur Alex sambil tersenyum dan di balas senyuman juga sama Lilian.
Setelah menghabiskan makanan dan minuman, mereka pun saling bertukar nomor ponsel dan saling bercerita tentang mereka.
Tiba-tiba ponsel Inspektur Alex berdering...
"Drrt..! drrttt...! drrttt ...!"
📞📞📞📞📞
Inspektur Alex :"Ya Rani, ada apa?"
(Inspektur Alex tahu setelah melihat di layar ponselnya tertera nama Rani.)
Rani :" Inspektur..! saya tunggu di pinggir jalan raya samping hotel sekarang juga...!!"
Inspektur Alex :" Sekarang...? ok..!!"
__ADS_1
📞📞📞📞📞📞
"Gadis ini lama-lama seperti tunangannya" batin Inspektur Alex yang kemudian menutup ponselnya.
"Lili, kita ditunggu Rani di pinggir jalan..!" kata Inspektur Alex pelan.
"Oiya ada Rani ya? sampai lupa..!" seru Lilian yang kemudian berdiri dan menengok ke tempat duduk dimana Rani dan Komisaris baru tadi duduk, tapi ternyata sudah kosong.
Setelah membayar makanan dan minuman mereka, Inspektur Alex menggandeng Lilian melangkah meninggalkan restoran Hotel "A".
Sampai di parkiran, Keduanya segera masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan Hotel "A".
"Lili bantu sisir jalan ya ..! kalau ada Rani takut terlewat..!" seru Inspektur Alex sambil mengemudi.
"Iya kak...!" balas Lilian yang terus menebarkan pandangannya ke tepi jalan, mencari sesosok sahabatnya.
""Itu Rani kak..! samping pot bunga pinggir jalan itu..!" seru Lilian yang saat sesosok gadis yang memakai baju merah muda seperti baju Rani saat sebelum berpisah tadi.
Inspektur Alex segera menepikan mobilnya, dan Lilian pun melihat dari jendela mobil dan setelah yakin itu Rani, Lilian pun segera memanggilnya.
"Hai..!" seru Rani yang kemudian dia membuka pintu dan masuk ke mobil setelah Inspektur Alex memberhentikan laju mobilnya.
"Kalian ini ya, aku suruh ngawasin aku malah pacaran...!!ha..ha..!" goda Rani saat masuk kedalam mobil.
"Pacaran bagaimana..? lha kita kan hanya makan dan ngobrol..!" balas Lilian dengan rona wajah yang memerah, tersipu malu.
"Sudaah-sudah..!!" kenapa kamu bisa sampai fi sini? kenapa tak menghampiri kami waktu di restoran tadi?" tanya Inspektur Alex sambil mengemudi.
"Hadeuh..! pantas saja tidak dipindahkan di bagian Kriminal...!! disana kan banyak Cctv, dan takutnya ada anak buah Komisaris itu yang menyamar. jadi bisa terbongkar dong usaha kita tadi ..!." jawab Rani. yang kemudian mengeluarkan uang yang dia ambil dari dompet Komisaris baru tadi.
"Lili, ini ada uang buat kebutuhan kamu dan berobat papa kamu..!" kata Rani sambil memberikan uang itu pada Lilian.
"Hah..! apa ini? kok banyak banget..!" kata Lilian saat menerima uang tersebut.
"Uang dari mana itu?" tanya Inspektur Alex heran
__ADS_1
"Dari pak tua tadi...!' jawab Rani dengan santai.
"Bagaimana bisa?" tanya Lilian penasaran.
"Dia tadi mencoba membuatku mabuk, trus aku ikutilah permainannya..!" jawab Rani sambil membenarkan tempat duduknya.
"Kamu mabuk..?" tanya Lilian yang kemudian menoleh kebelakang dan beberapa kali mengusap hidungnya. Dan tak mendapati bau minuman keras.
"Ya enggaklah..! tu kan nggak bau..!" jawab Rani.
"Lantas cerita selanjutnya bagaimana?" tanya Inspektur Alex yang penasaran.
"Pak tua itu membawaku ke kamar hotel diatas.
dia berusaha merayuku. Tapi aku berhasil merayunya memberikan uang itu, yang aku kasih ke kamu tadi Lilian.." jelas Rani.
"Trus bagaimana kamu bisa keluar dari kamar hotel?" tanya Inspektur Alex bak mengintrogasi tersangka.
""Aku sadar hukum, jadi tak membuatnya mati. Hanya pingsan saja..! agar aku bisa keluar dari kamar itu. Oiya...! ada yang ingin aku tanyakan padamu Inspektur..!" seru Rani yang kemudian mengeluarkan ponselnya.
Gadis itu kemudian membuka layar ponselnya, dan mencari sesuatu yang dia temukan tadi.
"Tadi saat membuka dompet Komisaris itu, aku menemukan dua kartu identitas. Inspektur..! bisa berhenti sebentar dan coba anda perhatikan kedua nama pada kartu identitas ini..!" kata Rani sambil menyerahkan ponselnya pada Inspektur Alex.
Setelah menerima ponsel dari Rani, inspektur Alex pun segera menepikan mobilnya.
...~Â¥~...
Maaf ya Up nya telat, Author sedang mempersiapkan ide untuk novel ke-4.
Mohon bersabar dan mohon dukungannya ya..
Terima kasih.
__ADS_1
...Bersambung...