Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Double Date Ala Rani


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.


Rani sudah berada duduk di kursi yang terletak di pinggir taman depan Apartemen dengan membawa tas ransel di punggungnya.


Gadis itu melihat layar ponselnya, dia melihat chat terakhir dari inspektur Alex yang memberitahukan bahwa dia dalam perjalanan menjemputnya.


Tak berapa lama, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam tiba di depan Rani.


Si pengemudi sedan itu pun keluar.


"Rani...! ayo masuk..!" panggil orang itu yang tak lain Inspektur Alex.


"Inspektur Alex..! ternyata punya mobil mewah juga?" tanya goda Rani sambil masuk ke dalam mobil di bantu Inspektur Alex yang membukakan pintu mobilnya.


"Oh, ini mobil keluarga aku, Kau kira dari mana aku dapat mobil ini?" tanya Inspektur Alex heran.


He..he..! aku kira dari hasil tilang..!" jawab Rani sambil tersenyum.


"Ngacau kamu...!!" seru Inspektur Alex sambil tersenyum tipis.


"Bisa saja kan..!" goda Rani sambil sesekali menoleh ke arah Inspektur Alax yang kali ini berpenampilan beda dari biasanya.


"Saya pinjam dari Papa, dan saya bilang buat jemput calon Istri. Ya akhirnya diperbolehkan. He..He..!" kata Inspektur Alex yang tersenyum dengan masih mengemudi.


Tak selang berapa lama, mereka pun sampai di rumah Lilian.


"Sebaiknya jangan di parkirkan tepat depan rumah Lilian.Untuk menghindari kecurigaan." kata Rani pada Inspektur Alex saat akan menepikan mobilnya.


"Ok..!" jawab Inspektur Alex singkat.


Setelah memarkirkan mobilnya, keduanya mulai turun dan masuk ke dalam rumah Lilian.


"Tokk,..!! tokk...!! tokk...!!"


Rani mengetuk pintu rumah Lilian, dan beberapa detik kemudian Lilian dengan masih memakai apron pun membukakan pintu.

__ADS_1


"Eh, kalian sudah datang, maaf saya habis masak. Mari masuk dulu..!" seru Lilian.


"Aku mau berhias, dimana kamarmu?" tanya Rani pada Lilian.


Kemudian Lilian mengantar Rani ke kamarnya.


"Sebetulnya apa yang kamu rencanakan ?" tanya Lilian pada Rani saat masuk ke kamarnya.


"Nanti kamu juga tahu..!" seru Rani sambil menaruh tas ranselnya di atas meja rias Lilian.


"Ok, kalau begitu aku mau menyuapi papa dulu." kata Lilian yang kemudian meninggalkan Rani yang mulai merias wajahnya,


Lilian kemudian ke dapur dan membuat minuman untuk tamunya dan sekalian mengambil makanan untuk menyuapi papanya.


"Di minum dulu Inspektur, maaf adanya hanya teh manis," kata Lilian saat menghidangkan dua gelas minuman untuk tamunya.


"Itu untuk siapa?" tanya Inspektur Alex ketika melihat semangkok bubur di atas nampan.


"Oh, ini untuk papa. Aku mau menyuapinya lebih dulu, sebelum berangkat dinner." kata Lilian sambil melangkahkan kakinya.


Inspektur Alex mengikutinya dari belakang.


Gadis itu mendudukkan papanya dan kemudian menyuapinya.


Hal itu di perhatikan oleh Inspektur Alex sedari tadi di depan pintu kamar Komisaris.


"Lilian, kamu berubah drastis. Dulu kamu gadis yang manja, sekarang kamu mandiri. Pasti berat ya beban yang kamu alami.." kata dalam hati Inspektur Alex, yang kemudian berjalan mendekati Lilian dan Komisaris.


"Biar aku yang suapin Komisaris, lebih baik kamu mandi. Biar kita selesai pada waktunya." kata Inspektur Alex sambil meminta mangkok bubur dari tangan Lilian.


"Terima kasih Inspektur, tapi apa tidak merepotkan?" tanya Lilian tak enak hati.


"Tidak merepotkan, lagi pula aku ingin melihat keadaan Komisaris, ternyata benar apa yang dikatakan anggota kepolisian perihal keadaan her.." jawab Inspektur Alex sambil memberikan suapan pertamanya pada Mantan atasannya itu.


"Makasih Inspektur, kalau begitu saya permisi dulu..!" kata Lilian yang kemudian melangkah keluar kamar.

__ADS_1


Inspektur Alex pun tersenyum kecil. Dan melanjutkan menyuapi Komisaris.


Beberapa menit kemudian. Saat Lilian selesai mandi dan hendak merias diri, gadis itu terkejut saat melihat seorang gadis yang mirip dengannya.


"Kau... Rani kan?" tanya Lilian pada sesosok gadis di depannya.


"Iya..ini Rani" kata Rani yang sudah berubah menjadi Lilian.


"Kamu belajar merias dari siapa? ini pakai wig ya..?" tanya Lilian yang masih terkagum-kagum melihat hasil karya Rani.


"Iya..! Dari Rana, sekarang giliran kamu merias wajahmu seperti Rani yang culun..!" seru Rani yang kemudian berdiri sambil memasangkan kacamata ke Lilian.


"Kalau mau jadi kamu sih kayaknya cukup bedak aja ya sama rambut di kepang." kata Lilian yang kemudian duduk di depan meja rias bergantian dengan Rani.


"Nah kalau mau jadi kayak aku kan ngirit..! he..he..!" canda Rani.


"Bisa aja kamu..!" seru Lilian yang kemudian Lilian menyisir rambut dan mengepangnya.


Tak berapa lama, .mereka pun selesai merias diri.


"Yuk...! saatnya beri kejutan pada Inspektur Alex..! dan nanti aku kasih tahu rencanaku..!" seru Rani sambil tersenyum.


Lilian pun membalas dengan senyuman juga.


Dan mereka pun melangkah keluar dari kamar Lilian.


...~¥~...


Maaf ya, baru sempat Up.


Banyak tugas dari dunia nyata yang harus di selesaikan.


Tapi saya usahakan untuk Up walaupun cuma satu episod ya..


Tetap mohon dukungannya ya..

__ADS_1


Terima kasih.


...Bersambung...


__ADS_2