Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Dua Identitas


__ADS_3

Kity pun kembali menemui Rani.


"Di dalam kamar tidak ada cctvnya, yang ada di luar kamar. Memangnya mau ngapain sih?" tanya Kity.


"Cara halus...! jurus rayuan dan jiwa matre bergejolak..!! he..he..! bisik Rani sambil tersenyum.


"Jurus apa itu...?" tanya Kity bingung.


"Nanti juga tahu...!" jawab Rani yang habis memakai bedak dan lipstiknya dan kemudian menyisir rambutnya.


"Tak ada kerikil, apa boleh buat.. yang penting buat pakai cara itu agar orang itu pingsan, tidak mati...!" gumam Rani dalam hati.


Lalu Rani bergegas keluar dari kamar mandi, di ikuti Kity yang kemudian duduk di depan pintu kamar mandi. Mengawasi apa yang akan di lakukan Rani.


Rani melihat komisaris baru itu masih duduk di tepi tempat tidur dengan senyum menggodanya.


"Cihh...!! jijik bangeeet...!" umpat Rani dalam hati.


"Sini sayang, duduk samping kakak..!" panggil Komisaris baru itu sambil menepuk-nepuk pinggir tempat tidur di samping dia duduk.


Rani pun melangkah dan kemudian duduk di samping Komisaris baru itu.


Komisaris baru itu memegang tangan Rani,dan kemudian mencium punggung tangan Rani.


"Cihh...!! ingin rasanya aku tampar dia..!" umpat dalam hati Rani.


"Kakak..! tolong bawa papaku ke rumah sakit yang terbaik ya..?" rayu Rani.


"Beres itu, apapun aku berikan padamu..!!" ujar komisaris baru itu sambil membelai rambut Rani dengan lembut.(Eh..,Wig Rani. Ups..! he..he..!).


"Saya butuh uang, buat beli kebutuhan besok. Kakak bawa uang cash tidak?" tanya Rani sambil mengajak Komisaris baru itu berdiri dan kemudian Rani membuka jas Komisaris baru itu dengan pelahan.


Hal itu membuat darah kelakian komisaris baru itu bergejolak.


Dia pun mengambil dompet, dan membukanya.


Ranipun mengambil dompet itu dan membelakangi komisaris baru itu dengan manja.

__ADS_1


Kemudian dia membuka dompet itu, Rani menemukan sesuatu yang aneh.


"Ada dua identitas..?? mencurigakan..!" batin Rani yang kemudian mengambil semua uang dalam dompet itu dan pura-pura menghitung ya.


"Kak...!Aku ambil semuanya ya..!"seru Rani yang kemudian bergerak ke samping karena mulai merasakan Komisaris baru itu mencium rambut dan mengarah ke lehernya.


Segera Rani memasukkan uang itu dalam tasnya.


"Boleh saja, asal berikan aku sesuatu yang Special dari kamu malam ini ya...!" kata Komisaris itu yang kembali mencium punggung tangan Rani, setelah mengambil dompetnya dan di letakkan di atas meja samping tempat tidurnya.


Rani pun melepas kancing kemeja yang menempel di badan lelaki di depannya itu perlahan-lahan dengan tatapan menggoda.


Komisaris baru itu membelai pipi Rani, dan Rani punmenepisnya dengan perlahan.


Dibukanya kancing kerah Shanghai pada bajunya perlahan-lahan.


"Glekk..!"


Komisaris yang melihatnya pun menelan ludahnya. Hasratnya pun bergejolak.


"Oiya, Kakak ke sebelah sana ya..! tapi aku inginnya kakak merangkak..!" pinta Rani manja.


Rani tak menyia-nyiakan kesempatan itu, di rubahlah liontin kalung pusaka menjadi tongkat dan di pukullah kepala bagian belakang komisaris baru itu.


"Plaaakk..!" dan kemudian "Blugh...!"


Tubuh komisaris itu terjerembab di atas tempat tidur.


"Nah itu yang Special dari aku...!!" seru Rani dengan senyum sinisnya.


"Ini baru majikanku...!!" seru Kity dengan riangnya.


Setelah memastikan Komisaris itu tak bergerak, Rani buru-buru membuka dompet komisaris baru itu yang di letakkan di atas meja.


Benar saja Rani menemukan dua identitas.


"Komisaris Anggara dan Inspektur Handoko..? Aneh..! Inspektur Handoko ini fotonya laki-laki itu, kalau Komisaris Anggara..? mirip kak Saga..??" batin Rani yang terkejut.

__ADS_1


Rani pun segera memfoto kedua kartu identitas itu, dan memasukkan kembali secara rapi ketempat semula.


Gadis itu segera membalikan tubuh komisaris baru itu yang tadinya tengkurap menjadi terlentang.


"Drrt... drrrrt.... drrrrtt...!"


Ketika hendak menyelimutinya, terdengar bunyi panggilan telepon.


"Rani yang penasaran mengambil ponsel Komisaris baru itu dari saku celananya.


Tanpa suara dia menerima panggilan telefon itu


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž


Sumber suara :" Ketua, aku sudah bereskan pak tua itu. Walaupun tadi sempat baku hantam sama dua polisi yang menjaganya. Kita bertemu di tempat biasanya. "


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž


Rani pun segera mematikan tetponnya, karena takut reflek dia bersuara, maka akan terbongkar penyamarannya.


"Pak tua yang di jaga dua orang polisi? jangan-jangan...Komisaris..!" batin Rani yang kemudian mengecek chat maupun SMS dari ponsel laki-laki di hadapannya.


Dan benar saja semua mengarah ke Komisaris papanya Lilian.


Rani pun mengembalikan ponsel ke posisi semula dan kemudian menjelimutinya.


Ketika hendak melangkah, Si Kity mengingatkan Rani untuk mengambil sesuatu dari saku Jas komisaris baru itu.


"Nona, racun itu di saku jas sebelah kiri.


Setelah mendapati barang yang dicarinya, Rani bergegas berjalan keluar dari kamar hotel.


...~Β₯~...


Yuk dukung terus Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/β™₯️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...


Terima kasih.

__ADS_1


...Bersambung...


Alhamdulillah setelah seharian nunggu, akhirnya di review berhasil😍😍


__ADS_2