Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2: Diskusi dan perjalanan ke Hutan Rimba


__ADS_3

Setelah sarapan, semuanya berdiskusi di ruang makan tersebut karena mengingat tempat yang sesuai untuk berkumpul.


"Aku dengar bi Emi mengetahui lokasi markas l geng King Kobra..!?" tanya Rani saat memulai diskusinya.


"Iya, aku ada di sana sampai Januar umur tiga tahun dan sekarang dia sudah berumur lima tahun..!" jawab Emi yang dua kelopak matanya tak bisa berbohong kalau dia sangat rindu putra semata wayangnya itu.


"Mungkin bi Emi bisa gambarkan sedikit situasi disana, peta dan keseharian mereka..? walaupun mungkin sekarang ini banyak perubahan, mengingat jarak waktunya dua tahun. Bisa saja di sana nanti sudah banyak tehnologi...!" kata Inspektur Saga sambil meminum teh manis buatan Rani.


"Iya, dua yahun itu bisa saja banyak pembangunan disana..!!" kata Jonathan.


Sebaiknya kita bagi dulu, siapa yang ikut misi dan siapa yang ke kota "J", agar lebih gamblangnya...!" usul Paman Sidiq.


"Oke, kalau ke kota "J" biar Om Jordy, bi Inah, Paman Sidiq dan kedua teman Om Jarwo. Dan yang lainnya ikut misi, mengingat lawan kita sekarang ini cukup tangguh dan mereka mengandalkan racun." usul Rani.


"Sebentar jadi yang ikut misi, aku,Rani, Inspektur Saga, Jonatan , bi Emi dan Om Jarwo..! Trus ke empat polisi yang di bawa inspektur Saga, apa juga ikut..!?" tanya Yuki sambil menghitung jumlah yang orang yang ada.


"Mereka aku tugaskan menjaga Gym ini bersama para satpam, tujuannya agar barang- barang Gym tidak di jarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab." jelas Inspektur Saga.


"Oke aku setuju, bagaimana dengan kalian..?!" tanya Jarwo dan di ikuti anggukan kepala dan jawaban "Ya" dari semuanya.


"Jadi nanti yang ke Kota "J" mengendarai mobil paman Sidiq, dan yang ikut misi mengendarai mobil Jonathan..!" kata Inspektur Saga.


"Tunggu, nampaknya kita butuh satu sepeda motor..!" kata Jonathan yang tadi juga ikut menghitung jumlah orang yang hadir.


"Biar aku dan kak Saga yang naik motor..!!" kata Rani yang di sambut celetukan dari Jonathan.


"Hmmm...iya yang mau nikah, bawaannya nempel aja..!!" goda Jonathan.


"Apa'an sih Jo..!"sahut Rani sambil melempar tutup gelas ke arah Jonathan.

__ADS_1


Dan semua tertawa karenanya.


"Kita masih sempat tertawa, sebentar lagi mungkin tangisan yang kita lakukan nanti..!!" kata Yuki yang kemudian mengingat akan misi berat yang akan mereka lakukan sebentar lagi.


"Benar juga, yang melakukan misi sebaiknya menyamar jadi orang biasa saja. Karena disana tidak akan ada yang memakai Slayer. Dan nanti kita jangan berpencar..! karena tempatnya luas..! Dan kita sampai di sana sudah malam. Kita harus membereskan satu keluarga jika mau mempunyai rumah di sana. karena di sana tidak ada rumah di sewakan maupun hotel. Kalau kita bertamu, mereka akan curiga, dan langsung melapor ke pimpinan mereka..!" jelas Emi.


"Hidup di pedalaman, ternyata ribet juga ya ..!" celetuk Rani yang tangan kirinya memangku dagu dengan tangan kanan mengetuk-ngetuk meja.


"Tukkk...tukkk...tukkk..!!"


"Kamu ngapain itu..?!" tanya Inspektur Saga dengan Ketus.


"Bikin musik, biar rame..! he..he..!" jawab Rani dengan cengengesan.


"Berisik tahu...!!" seru Inspektur Saga dengan kesal.


Semua tak bisa menyembunyikan tertawa mereka.


"Ternyata hanya Saga yang bisa buat Rani tunduk..!!" celetuk Yuki sambil tertawa.


"Yukiiiiii....!" seru Rani yang memerah wajahnya antara marah dan tersipu malu.


"Sudah..! sekarang kita mulai berangkat,..!" seru Inspektur Saga.


Dan semuanya mulai berkemas-kemas.


Dua buah mobil dan Satu buah sepeda motor melaju meninggalkan Gym Raditya cabang kota "K".


Dan mereka berpisah di Simpang empat, mobil yang di kendarai Paman Sidiq dan yang lainnya menuju ke arah kota "J" dan Mobil serta motor lainnya menuju ke arah Hutan Rimba tempat markas geng King Kobra.

__ADS_1


Kurang lebih tiga jam perjalanan, mereka telah sampai di desa pnggir desa hutan Rimba.


Mereka menuju ke rumah kepala desa, untuk meminta ijin serta menitipkan mobil serta sepeda motor mereka.


Kepala desa itu sebetulnya sudah tahu di dalam hutang ada perkampungan, hanya saja semua warga tak tahu menahu mata pencaharian mereka.


Setelah itu, mereka berenam melangkahkan kaki masuk ke dalam hutan yang lebat itu sebelum matahari tenggelam.


Matahari sudah berangkat keperaduan, tiga perempuan dan tiga laki-laki itu sudah mendekati perkampungan itu.


Sesuai rencana, mereka akan mengambil alih satu rumah dengan melumpuhkan orang di dalamnya.


Kali ini Rani yang maju dengan menggunakan kerikil-kerikil, dia mulai melumpuhkan para penghuni rumah itu.


Rani tidak membunuh mereka, namun hanya membuat mereka pingsan dan mereka menyekapnya di sebuah kamar di rumah itu.


Malam ini, mereka menginap di rumah warga yang telah Rani lumpuhkan itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2