Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 101 Susah Bertemu


__ADS_3

“Ya sini biar ku bawa.” Nathan tak bisa mengelak dan dengan sabar meminta dokumen yang disodorkan oleh sekretarisnya meskipun ia ingin masuk ke ruangannya terlebih dulu dan duduk. “Ini tuan.” Chris menyerahkan dokumennya pada Nathan. “Tumben sekali tuan sangat sabar.” termenung sejenak menatap Nathan.


“Kenapa masih di sini ?” melihat Chris yang masih diam terpaku. “Nanti aku akan memanggilmu jika dokumen ini sudah selesai.” lanjut Nathan dengan tatapan tajam. “Ba-baik, tuan.” Chris pun setelah pergi dari sana sebelum Nathan marah padanya.


Nathan masuk ke kantor sambil menaruh dokumen juga tas berisikan suvenir yang akan diberikannya pada Jovi ke meja.


“Dokumen apa ini...” Nathan mengambil kembali dokumen yang ada di meja, membacanya dan memberikan approve setelahnya.


Setelah ia menaruh kembali dokumennya kemeja Ia pun beralih mengambil ponselnya.


“Kriing... kring...” suara ponsel Jovi yang berdering. “Ohh... telepon dari siapa ?” Jovi sedang berkonsentrasi menyelesaikan dokumennya yang setumpuk. Ia mengambil ponsel yang ada di meja dan mengangkatnya tanpa membaca siapa yang meneleponnya.

__ADS_1


“Halo.... Jovi...” seketika Jovi menaruh dokumen yang ia pegang setelah mendengar suara yang familiar baginya. “Kak Nathan ?” Jovi terkejut. “Kapan kakak kembali ?” lanjutnya masih terkejut. “Semalam aku kembali. Aku ingin bertemu denganmu apa kau ada waktu ?” Nathan langsung ke inti pokok permasalahan. “Ya, kak nanti kakak kabari saja aku akan bersiap.” Jovi menjawab dengan tenang dan tersenyum.


Setelah panggilan berakhir ia pun kembali melanjutkan tugasnya dengan semangat dan berhasil menyelesaikan setumpuk dokumen itu dalam waktu satu jam saja.


Siang hari di jam istirahat makan siang. Terlihat Nathan akan berdiri keluar dari kantornya sambil membawa tas berisikan souvenir untuk Jovi.


“Tuan tolong jangan pergi dulu. Ada klien meeting yang ingin bicara sebentar dengan anda setelah selesai meeting.” Chris tiba-tiba datang saat Nathan sudah menutup ruangannya. “Oh My God...” Nathan pun menaruh kembali tas yang akan ia berikan pada Jovi dan mengikuti Chris masuk ke sebuah ruangan.


Di sana ternyata ada dua orang dari perusahaan Thailand yang datang berkunjung.


Di kantor Jovi terlihat gadis itu Menatap layar ponselnya sebelum keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Sudah hampir jam 13.00 siang, tapi ada pesan ataupun telepon darinya.” Jovi memeriksa ponsel apakah ada pesan atau telepon dari Nathan. “Oh Sepertinya dia memang pria super super sibuk sekali.” Jovi menaruh kembali ponselnya dan tak berani menghubunginya.


Dua jam kemudian barulah klien dari Thailand tadi pulang.


“Oh sial sudah lewat jam makan siang.” Nathan pun membatalkan niatnya untuk menelepon Jovi setelah melihat jam di layar ponselnya.


Sore hari di jam pulang kerja, Nathan tidak menelepon ataupun mengirim pesan pada Jovi. Ia pun memutuskan untuk pesanan langsung dan menjemput gadis itu.


“Apakah nona Jovi ada di kantor ?” Nathan tiba di kantor Jovi dan bertanya pada sekretarisnya yang kebetulan lewat di depannya. “Maaf tuan, nona baru saja pulang lima menit yang lalu.” balas Rani singkat.


Nathan pun memutuskan untuk pulang saja dan sesampainya di rumah ia kembali menelepon Jovi.

__ADS_1


“Halo... Jovi.” ucapnya ditelepon setelah panggilan tersambung. “Halo kak Nathan, ada apa ?” balas Jovi sambil berganti baju. “Maaf aku janji menemui mu tadi siang namun baru sore tadi aku ke kantor dan mencari mu ternyata kau juga sudah pulang. Bagaimana jika nanti malam kita bertemu ?” sambung Nathan. “Boleh kak.” jawab Jovi singkat.


Mereka berdua pun bersiap setelah panggilan berakhir.


__ADS_2