Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 171 Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Dua minggu terlalu dan saat ini usia kandungan Jovi menginjak 7 minggu. Namun rasa mual yang dialaminya sampai saat ini belum teratasi dan malahan ia merasakan semakin tak nyaman saja.


Jovi sedang duduk di ruang makan bersama Nathan dan menemani pria itu sarapan pagi.


“Jovi kau terlihat semakin pucat, apa kau baik-baik saja ?” tanya Nathan setelah menatap intens kekasihnya yang sedang duduk di depannya.


“Belakangan ini berat badanku turun lagi 2 kilo kak padahal aku sudah makan banyak.” Jovi sendiri merasa kehamilan nya ini sangat menyita waktunya.


Bagaima tidak menyita waktunya ? Di pagi hari saat akan gosok gigi pun ia akan muntah setelah memggunakan pasta gigi yang biasa ia gunakan yang membuatnya harus bahan-bahan sekali barulah ia tidak muntah. Tak hanya itu saja bahkan di saat ia mengenakan parfum yang biasa dipakainya, baru sekali sempat saja sudah membuatnya pusing dan mual hingga sampai lemas, dan masih banyak hal lainnya yang sangat panjang jika dibahas.


“Bukankah kau hari ini waktunya periksa ke dokter kandungan ?” Nathan menatap ke arah kalender yang tergantung di dinding di mana di sana ia selalu menandai hari-hari penting agar tidak lupa termasuk jadwal kontrol Jovi.


“Benarkah ?” Jovi sendiri malah lupa dengan jadwal kontrol rutinnya ke dokter.


“Jika begitu kita berangkat ke dokter setelah makan.”

__ADS_1


“Bukannya kakak ada jadwal meeting pagi ini ?” Meskipun Jovi tidak berada di kantor Nathan, tapi ia tahu semua jadwal pria itu termasuk jadwal meeting nya. Dan tentu saja hal itu Nathan yang memberitahukannya.


“Kau tenang saja. Masalah meeting bisa diatur, ada Chris yang akan mengatasinya.”


Tak lama setelahnya Nathan mengeluarkan ponselnya dan menelepon Chris untuk memberitahukan padanya jika dia akan berangkat agak siang.


“Baik tuan aku akan meng-handle meetingnya pagi ini.” jawab Chris singkat ditelepon.


Satu jam kemudian Jovi sudah berganti baju dan ia masuk ke mobil bersama Nathan menuju ke rumah sakit.


“Ini kartu periksa dan nomor antrian mu.” Nathan menyerahkan kartu periksa berikut nomor antrian, nomor urut tiga.


Jovi tersenyum saat melihat nomor antriannya yang sebentar lagi akan dipanggil.


“Nona Jovi.” petugas administrasi memanggil namanya.

__ADS_1


“Aku akan menemanimu di dalam.” Nathan ikut berdiri dan mengikuti Jovi masuk ke ruangan periksa. Bahkan ia pun berdiri di samping Jovi saat dokter memeriksa kandungannya.


“Anda lihat di monitor, ada dua kantung di dalam rahim anda dan masing-masing kantung berisikan satu janin.” dokter kandungan menunjukkan hasil USG pada monitor.


“Jadi putra kami kembar, dok ?” Nathan tersenyum lebar saat ikut menatap USG 4D.


“Ya, tuan. Karena hal itu nona sering kali mengalami kelelahan. Saat usia kehamilannya nanti bertambah maka akan mengalami kondisi yang lebih tidak nyaman lagi. Maka dari itu pasien harus selalu berhati-hati.” dokter menjelaskan panjang lebar pada Jovi juga Nathan yang terlihat senang dengan kabar kehamilan kembarnya.


Sementara itu di Villa Cempaka


Terlihat Deon yang bangun kesiangan di temani oleh dua wanita di kamar nya.


“Oh jam berapa sekarang ?” Deon turun dari tempat tidur dengan mata yang sangat merah. Ia kemudian mengambil sebotol whisky yang masih separuh dan menenggaknya sampai habis.


“Hari ini sebaiknya aku absen ke kantor.” Deon menaruh botol Whisky yang dipegangnya ke meja dan kembali menghabiskan waktu dengan teman tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2