Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 137 Reservasi Hotel


__ADS_3

Lima belas menit kemudian pesawat benar-benar tinggal landas dari bandara Soekarno Hatta menuju ke bandara internasional Ninoy Paquino.


Terlihat Jovi yang tak malu-malu lagi saat bersama Nathan. Dan ia pun menyandarkan kepalanya ke bahu Nathan sambil menggenggam tangannya.


Mereka berdua terlihat mengobrol ringan selama di pesawat dan sesekali Jovi mengajak Natan bercanda.


“Kak... kapan kita akan sampai di Manila ?” Jovi terlihat tak sabar dan ingin segera tiba di sana. “Tak lama, sekitar 4 jam 15 menit kurang lebihnya kita akan tiba di bandara Ninoy Paquino.” Nathan menjelaskan dari pengalamannya selama ini bepergian ke sana.


“Apa kau mengantuk ?” Nathan melihat Jovi beberapa kali menguap sambil menutup bibir. “Sedikit kak, semalam aku kurang tidur.” balas Jovi singkat sembari menguap lagi. “Tidurlah, aku akan membangunkan mu nanti jika kita sudah tiba di sana.” Nathan kita kekasihnya itu untuk memejamkan mata barang beberapa menit saja untuk mengusir rasa kantuknya pergi.


“Aku coba untuk tidur sebentar, kak.” Jovi kembali menyandarkan kepalanya ke bahu Nathan dan memejamkan matanya. “Setelah tiba di sana nanti kau ingin langsung jalan-jalan atau beristirahat dulu di hotel ?” Nathan kembali mengajaknya ngobrol karena sebelumnya Jovi tetap mengajaknya bicara meskipun sudah memejamkan mata.


Tak ada jawaban ataupun respon dari Jovi.

__ADS_1


“Jov...” Nathan menoleh ke bahu kirinya karena tak ada respon sama sekali dari Jovi. “Kau sudah tidur rupanya.” tersenyum kecil sambil mengusap pipi di Jovi.


Nathan merasa bosan menunggu sendiri tanpa ada teman bicara karena Jovi sudah tidur.


“Mungkin ini akan mengusir rasa bosanku.” iseng Nathan mengeluarkan buku bacaan, tepatnya sebuah novel detektif untuk menemaninya.


“Hoahem...” dua puluh menit kemudian saat membaca sudah pada halaman tengah novel dia pun mulai dan merasa ngantuk. “duk.” novel yang Nathan pegang sampai jatuh dari tangannya ke kursi yang dia duduki.


“Mohon perhatian pada para penumpang semua sepuluh menit lagi Pesawat akan mendarat di bandara internasional Ninoy Paquino. Bagi para penumpang sekalian di harapkan untuk segera bersiap dan mengecek ulang barang bawaan yang saat ini sedang dibawa.” seorang staf pramugari memberikan pengarahan sekaligus untuk membangunkan beberapa penumpang yang masih tertidur.


“Haah...” Nathan segera tersadar mendengar nya. “Jovi kita mau sampai, bangun.” beralih membangunkan dengan mengusap rambutnya. “Ooh...” Jovi pun segera membuka matanya dan kembali tegak.


Mereka berdua kemudian mengecek barang kecil yang mereka bawa di pesawat sebelum pesawat mendarat.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian Pesawat tiba di bandara internasional Manila. beberapa penumpang sudah terlihat berdiri dari kursinya dan sebagian sudah ada yang turun.


“Kita turun belakangan saja.” Nathan menarik tangan Jovi yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan akan turun dari pesawat. “Kenapa kak ?” Jovi kembali duduk dengan tenang di samping Nathan.


“Nanti saja setelah agak sepi biar tidak berdesak-desakan, lagi pula kita juga tidak terburu-buru.” Nathan benar-benar terlihat santai dan tidak terburu-buru sama sekali.


“Kita turun sekarang.” lima menit kemudian saat semua kursi yang ada di pesawat sudah terlihat kosong, barulah Nathan mengajak Jovi turun dari sana.


Jovi berjalan keluar dari bandara sambil menatap ke sekitar.


“Setelah ini kita akan ke mana, kak ?” tanya Jovi menggandeng tangan Nathan sambil membawa tas koper nya. “Kita akan ke Artemis Makati Hotel dulu.” timpal Nathan. “Tapi sebelumnya kita harus naik taksi dulu untuk pergi ke sana.” tambahnya memberitahu Jovi.


Nathan dan Jovi kemudian mencari taksi untuk mengantar mereka ke hotel yang merupakan fasilitas dari client meeting Nathan.

__ADS_1


__ADS_2