Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 83 Jaket Hangat


__ADS_3

Nathan melihat muka Jovi yang semakin merah, bahkan leher dan tangan beserta kaki Jovi juga terlihat memerah.


“Sepertinya alergi ku semakin parah karena AC di sini.” Jovi merasa gatalnya semakin menggigit setelah terkena paparan AC, bahkan tubuhnya terlihat sedikit gemetar karenanya.


“Astaga Jovi... kau kenapa ?!” Nathan seketika kaget melihat kondisi Jovi yang semakin parah dari sebelumnya. “Baiklah aku akan mengantarmu pulang sekarang.” Nathan segera berdiri dari tempat duduknya.


Ia pun berjalan menuju ke kasir dan membayar tagihan mereka.


“Masuklah ke mobil.” Nathan berjalan cepat menuju ke tempat parkir dan segera membukakan pintu untuk Jovi. “Terimakasih, kak.” Jovi duduk di depan di samping Nathan.


Mobil segera melaju keluar dari restoran menuju ke Villa Cempaka.


“Jovi.... aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kondisimu seperti ini setelah sebelumnya baik-baik saja.” Nathan kembali melihat gadis itu gemetar entah kedinginan atau karena hal lainnya. “Apa kau alergi ikan ?” celetuknya setelah berpikir dan mengiranya seperti itu.

__ADS_1


“Ha... ya, tubuhku terutama kulitku memang lemah tidak setebal kulit badak dan gampang sekali terkena alergi.” Jovi akhirnya memberitahu Nathan kondisinya saat ini dan tersenyum kecil menganggapnya biasa saja.


“Astaga jadi kau memang benar alergi ikan ? Lantas jika begitu kenapa kau tetap memakannya ?” Nathan merasa aneh saja dan tak habis pikir kenapa gadis itu tetap memakannya Jika dia memang alergi pada ikan. “Tak apa kak, aku hanya ingin makannya saja.” Jovi berulang kali menggaruk leher dan tangannya yang terasa gatal.


“Kak sebelum sampai rumah nanti maukah kau mengantarku sebentar ke apotek ?” Jovi menatap Nathan dengan tatapan memohon Karena ia merasa sudah tak sanggup lagi menahan rasa gatalnya dan harus segera minum obat untuk mengatasinya.


“Apa kau ke rumah sakit saja daripada ke apotek ?” Nathan memberikan opsi pilihan pada Jovi karena mengkhawatirkan keadaannya.


“Tidak-tidak perlu kak, sungguh. Aku sudah terbiasa dengan hal ini dan tak perlu sampai ke rumah sakit. Setelah obat aku akan segera sembuh.” jawabnya menolak keras karena ia tak ingin masuk ke rumah sakit hanya karena sebuah alergi yang bisa disembuhkan dengan obat saja.


Pria itu menatap perjalanan dan mencari apotek terdekat kemudian berhenti di sana.


“klak.” Jovi membuka pintu mobil dan akan turun untuk membeli obat di apotek.

__ADS_1


“Tunggu Jovi, jangan turun !” Nathan menahan gadis itu agar tetap berada dalam mobil. “Biar aku saja yang ke sana.” segera membuka pintu mobil dan turun dari sana lalu menutup pintu Jovi dari luar.


Jovi tak bisa menolak dan hanya duduk menunggu karena memang jika ia terkena udara terbuka maka energinya akan tambah parah lagi dari sekarang.


“Tolong obat untuk alergi.” Nathan bicara pada petugas apoteker. “Tolong berikan obat alergi yang terbaik.” tambahnya. “Ini tuan.” Nathan segera membawa obat yang diberikan oleh petugas apoteker dan kembali ke mobilnya.


“Ini obatnya, cepat minum.” Nathan menyerahkan obat dan juga air mineral pada Jovi.


Gadis itu segera meminum obatnya.


Dingin nya angin sore di tengah cuaca mendung membuat Jovi merasa kedinginan.


“Apa kau kedinginan ?” Nathan melihat Jovi yang berulang kali mengusap lengan untuk menghangatkan tubuh. “Sedikit.” Jovi menjawab singkat sambil menatap Nathan.

__ADS_1


Nathan memelankan laju mobilnya sambil menoleh ke belakang dan mencari sebuah jaket yang beberapa waktu sebelumnya ia siapkan untuk dirinya sendiri, tentunya.


“Pakailah ini agar tubuhmu hangat dan alergi mu tidak semakin parah.” Nathan mengambil jaketnya kemudian memberikannya pada Jovi.


__ADS_2