Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 178 Sumpah Deon


__ADS_3

KDeon berjalan Lebih mendekat untuk melihat dengan jelas siapa yang sedang melangsungkan pernikahan saat ini.


“Jovi....” Deon membaca salah satu nama pengantin yang terpasang di karangan bunga di depan pintu masuk. “Apakah itu Jovita ?” ia berharap itu bukan mantan istrinya tetapi Jovi yang lain.


Deon pun akhirnya berada di dekat pintu masuk acara pernikahan Jovi dengan Nathan. Dan ternyata yang sedang melangsungkan pernikahan saat ini benarlah Jovi mantan istrinya.


“Kalian berdua...” Deon melihat kedua pasangan itu tersenyum lebar. “Tak akan kubiarkan kalian bahagia. Terutama kau Jovi. Baru bercerai empat bulan dariku sudah menikah lagi, apalagi denhan Nathan.” Deon pun mengepalkan tangannya erat.


Ia benar-benar marah sekali melihat kebahagiaan mereka berdua. Sedangkan dirinya resmi bercerai dari Jovi, ayahnya sering memarahinya.


“Tuan Deon.” panggil seseorang dari arah belakang. “Anda di sana rupanya, aku sudah mencarimu kemana-mana.” seorang lelaki berjas rapi tersenyum kecil ke arahnya.


“Oh, tuan Jimmy.” Deon segera berpaling saat mendengar suara yang familiar di telinganya tengah memanggilnya. “Maaf, mari kita bahas perihal kerjasama kita.”


Deon pun segera menghampiri pria yang merupakan kliennya di hotel tersebut untuk membahas program mereka.


“Tersenyumlah kalian berdua selagi bisa tersenyum. Aku akan membuat kami berdua menangis nanti.” batin Deon menoleh sebentar ke belakang sambil tersenyum di dalam hati kemudian masuk ke sebuah ruangan.

__ADS_1


Jovi tetap berusaha tersenyum meskipun hatinya menangis di depan para tamu undangan yang hadir saat ini.


“Selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku turut berbahagia.” Shasha menghampiri Jovi dan mengucapkan selamat padanya sambil memeluk sahabatnya itu.


“Semoga kau cepat menyusul nanti, Sha.” balas Jovi mendoakan sambil melirik Chris yang berdiri di samping Shasha.


“Mengenai hal itu kami perlu memikirkannya matang-matang dulu.” Chris menimpali sambil menatap Jovi kemudian menatap ke arah Shasha, “Apa kau sudah siap sayang ?”


Shasha hanya tersenyum kecil saja sembari tersipu menanggapi Chris yang tak malu-malu lagi memanggilnya dengan kata sayang di depan yang lainnya.


“Ya, tuan.”


Acara berlangsung lancar sampai siang hari saja dan setelahnya mereka segera kembali apartemen.


Di dalam kamar di apartemen terlihat Jovi dan Nathan sedang duduk berdua di sebuah sofa.


“Istri ku hari ini kau cantik sekali.” puji Nathan memeluk Jovi dari belakang.

__ADS_1


“Kakak... kau juga...” Jovi berbalik dan mengusap lembut pipi lelaki yang sekarang ini sudah resmi menjadi suaminya.


Nathan benar-benar tak menyangka saja akhirnya dia bisa menikah dengan Jovi juga setelah menempuh perjalanan berliku.


“Kak aku mau ganti baju dulu.” Jovi tiba-tiba berdiri dan akan melepas gaunnya.


Nathan ikut berdiri dan mengikuti istrinya itu berhenti di depan sebuah almari.


“Aku akan membantu melepas gaun mu.” Nathan berdiri di belakang Jovi dan membuka resleting gaun sambil mencium leher wanitanya.


“Kakak...” Jovi berbalik dan memeluk leher Nathan. Mereka berdua pun berciuman hingga Nathan membuat Jovi sampai berbaring di tempat tidur.


“Aku beruntung sekali bisa menjadikanmu sebagai istriku.” Nathan terbaring di atas tubuh Jovi dan mencium bibir merahnya kembali.


“Aku juga beruntung memiliki suami sepertimu, sayang.” Jovi mulai mencium dada bidang Nathan.


Tak lama setelahnya mereka berdua memadu kasih dan terdengar ******* yang sambung-menyambung dari mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2